Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 33.


__ADS_3

Agil pun menurunkan tangan nya, membiarkan Beby memegangi tangan nya tersebut. Sedangkan Tante Laras memutar bola matanya sambil melipat kedua tangan nya di dada. Ia mencibir dan menatap Beby dengan tatapan merendahkan.


"Halo Tante, perkenalkan namaku Beby. Aku teman nya Agil, dan aku disini hanya menumpang sebentar saja karena tadi siang aku sedang tidak enak badan, jadi karena itu Agil membawa ku kemari untuk membantuku," jelas Beby. Agil langsung memegang pundak Beby, menatap nya dengan skeptis. Beby kembali menggeleng, dengan maksud agar Agil membiarkan dirinya berbicara.


"Cih, alasan saja! Kenapa tidak kerumah sakit?" cibir Tante Laras kembali.


"Hmm maaf, Tante. Saya tidak ada niat lain kok, jika sudah selesai saya akan segera pergi dari sini."


"Baguslah, kalau kau tidak punya niat lain disini! Apalagi jika berniat untuk mendekati Agil--"


"Tante Laras!!" teriak Agil kembali membuat kata-kata Tante Laras terputus.


"Apa? Kenapa kau berteriak? Tante mengatakan hal yang benar, kau tidak boleh sembarangan membawa wanita kerumah mu!" sindir Tante Laras menatap Beby tidak suka.


Beby menghela nafas, mencoba menenangkan diri agar tidak tersulut emosi. Karena kata-kata pedas dan menyindir dari mulut Tante Laras. Karena memang wajar pikir Beby, jika Tante Laras marah jika Agil membawa orang asing kerumah itu tidak baik. Dia dan Agil kan belum kenal lama, tentu saja masih terasa asing.


"Maafkan saya Tante, saya akan segera pergi," ucap Beby masih dengan nada sopan.

__ADS_1


"Kau mau kemana?" Agil menarik tangan Beby ketika dia hendak melangkah.


"Agil, lepaskan! Aku tidak apa-apa," ucap Beby sembari tersenyum paksa.


"Kau tidak perlu kemana-mana!" Agil menatapnya dan kemudian beralih menatap Tante Laras dengan tajam.


"Yang seharusnya pergi dari sini adalah Tante Laras! Ini rumah Agil, Tante tidak berhak memperlakukan tamuku seperti itu! Jadi aku mohon sekarang juga Tante pergi dari sini!" usir Agil dengan suara keras serta bentakan nya yang begitu menggelegar.


"Kau! Awas yah, aku akan mengadukan mu pada Om mu!" Tante Laras berdecak kesal, karena merasa begitu dipermalukan oleh Agil. Ia pun langsung pergi dari apartemen Agil dengan hati kesal dan dongkol.


Beby menatap Agil yang ketika Tante Laras pergi. Langsung berjalan ke arah mini bar yang letaknya tidak jauh. Lalu menuangkan sebotol wine ke dalam sebuah gelas, kemudian meneguknya dengan kasar.


"Persetan dengan keluarga!" teriaknya kembali. Menunduk dan memijit pelipisnya yang menegang.


"Agil," lirih Beby pelan, seraya menyentuh bahu Agil. Pria itu pun menoleh dan menatap lekat wajahnya dengan mata sayu.


"Maafkan aku, sudah membuatmu dikata-katai oleh Tante Laras." Tangan Agil mengelus lembut pipi Beby.

__ADS_1


Beby tersenyum dan mengangguk, memegangi tangan Agil yang mengelus pipinya. "Tidak apa-apa, itu bukan salahmu."


"Tetap saja, aku merasa tidak sepantasnya dia berbicara kasar padamu!"


"Hei, aku sudah bilang kan! Aku baik-baik saja, lagi pula Tante mu tidak sejahat Tante ku, yang juga selalu cerewet dengan kehidupan ku."


Beby merapikan rambut Agil yang tadi sempat ia acak-acak. Agil menatap lekat wajah Beby, namun tiba-tiba saja dalam hitungan detik. Agil mengecup bibir Beby dengan sangat cepat. Membuat Beby terkejut, matanya membulat dan wajahnya terasa panas karena tersipu.


"Kau," ucap Beby memegangi bibirnya.


"Kenapa? Kau mau marah? Itu salahmu sendiri, sudah membuatku tergoda untuk mengecup bibir indah mu itu." Agil tertawa pelan sambil meneguk kembali wine di gelas yang dia pegang.


"Awas yah, jika kau melakukan nya lagi!" gerutu Beby dengan wajah yang kini semerah tomat. Membuat Agil semakin tergelak melihatnya. Ia pun membelai lembut kepala Beby yang terus menggerutu kesal itu.


Penat dikepala Agil yang diciptakan oleh kedatangan Tante Laras tadi. Seketika menghilang karena sosok Beby, yang membuat mood nya kembali membaik. Senyuman Beby dan tingkah nya yang menurut Agil sangat natural. Tidak dibuat-buat seperti beberapa wanita yang pernah dekat dengan nya.


Itulah yang dia suka dari Beby. Sifat Beby yang berbicara apa adanya, dia tidak pernah munafik, jika dia memang sangat menyukai uang dan kemewahan. Malah membuat Agil sangat tertarik untuk mengenal lebih jauh sosok Beby.

__ADS_1


...🌺Jangan lupa like dan Vote dong, biar aku makin semangat🌺...


__ADS_2