Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 8. TIDAK PUNYA KERJAAN.


__ADS_3

“Bagaimana perasaanmu? Apa sudah merasa baikan?” Freeya tersenyum ramah kepada Kaisar.


Kaisar menatap wanita cantik berjas putih tersebut. “Aku sudah baikan, apa bisa pulang sekarang juga?”


“Hehe... sabar ya, Kaisar. Boleh pulang kok tapi gak sekarang, sayang,” ucap Freeya dan tersenyum lembut.


“Begitu ya?”


Freeya kembali mengangguk. “Iya, sayang.”


“Kalau begitu bisa tinggalkan aku sendiri,” ucap Kaisar ketus.


Freeya terkejut dengan perkataan Kaisar. Terlebih wajah jutek dan dingin nya, seketika mengingatkan dia pada Daniel.


“Jutek sekali, sepertinya dia benar-benar anak pria itu,” gumam Freeya sembari memaksakan senyuman nya.


“Kalau begitu aku pergi dulu, jika ada sesuatu bisa tekan saja tombol yang itu,” ucap Freeya.


“Terima kasih,” sahut Kaisar memalingkan wajahnya.


Freeya berjalan ke arah pintu sambil menoleh kebelakang beberapa kali. Diluar ruangan, tiba-tiba saja ada seseorang yang menariknya.


“Akhh, lepaskan aku!” Meronta-ronta mencoba melepaskan tangan nya yang ditarik paksa.


“Kamu!” Freeya melotot menatap Daniel yang ternyata menarik nya ke balkon rumah sakit.


“Apa-apaan sih?” ucap Freeya kembali menggerutu sambil memegangi lengan nya yang sakit. Akibat genggaman tangan Daniel.

__ADS_1


“Kamu itu gak punya kerjaan lain ya? Selain gangguin aku!”


“Hei, jangan terlalu percaya diri ... siapa yang mau gangguin kamu!”


“Lah kamu, ini sekarang apa namanya!”


“Urusan kita belum selesai!”


“Urusan apa? Cek itu!”


“Tentu saja, sekarang jelaskan padaku ... kenapa kamu pergi begitu aja tadi pagi?”


Freeya menelan salivanya dan berjalan mundur beberapa langkah. Daniel semakin mendekat membuat Freeya gugup dan dadanya berdebar tak menentu.


“Berhenti!” Freeya menahan dada Daniel dengan telapak tangan nya.


“Tuan Daniel Adichandra yang terhormat!” ucap Freeya penuh dengan penekanan. “Tolong bersikap yang sopan, saya ini seorang dokter!”


Daniel memasukan tangan nya ke dalam saku celana dan berjalan ke arah pagar balkon. Menggenggam erat pagar itu sambil menatap pemandangan taman rumah sakit.


Sedangkan Freeya masih mendengus kesal.


“Yang bilang kamu itu pilot siapa? Semua orang juga pasti tahu, dengan penampilan mu ini bahwa kamu seorang dokter.”


“Kamu!” Freeya menggigit bibirnya dan melayangkan tangan nya dibelakang Daniel.


Seketika pria itu menoleh, Freeya cepat-cepat menyembunyikan tangan nya. “Kamu mau memukul ku?”

__ADS_1


“Hahaha, tidak mungkin Tuan Daniel ... saya tidak mungkin berniat seperti itu...” Freeya tertawa sumbang dan memalingkan wajahnya. “Ingin sekali aku menjambak rambutnya, menyebalkan!” batin Freeya.


“Menurutku tidak ada yang perlu dijelaskan, karena hubungan kita semalam ... anggap saja sebuah kesalahan...” jelas Freeya santai.


“Apa maksudmu itu kesalahan?” Daniel menarik tangan Freeya dengan kuat. Hingga dia terhuyung dan hampir terjatuh.


“Sakit!” Freeya menghempaskan tangan Daniel. “Tentu saja itu kesalahan!”


Freeya menghela nafas dengan kasar. “Seharusnya aku yang marah! Karena semalam kamu sudah bohong saat aku bertanya tentang istrimu ... bahkan kamu juga memiliki anak berusia 10 tahun!”


Alis Daniel naik sebelah, dia menatap Freeya yang sedang menggerutu.


“Plis, Tuan Daniel jangan mengganggu ku lagi ... aku tidak mau di cap sebagai seorang pelakor...” Freeya menangkup dua telapak tangan nya memohon didepan Daniel.


Daniel mengusap wajahnya dan memijit bibirnya. Ingin dia tertawa namun tetap ditahan nya. “Wanita ini, memiliki sifat yang sangat aneh...”


“Seharusnya kamu tidak bermain-main dengan ku, sungguh miris ... sebaiknya kamu belajarlah jadi seorang ayah yang benar, agar Kaisar tidak mengalami hal seperti ini...” Freeya menasihati Daniel dengan sungguh-sungguh, tanpa tahu kebenarannya.


Daniel terkekeh. “Apa kamu sedang menggurui ku?”


“Tidak! Aku tidak sedang menggurui mu ... hanya saja, aku tidak habis pikir kenapa kamu berbohong padaku? Memang sih ya, aku ini wanita muda yang cantik dan sukses. Karena itu kamu begitu tertarik padaku, tapi sayang sekali ... Tuan Daniel aku tidak ingin menjadi simpanan seseorang yang sudah beristri...”


“Apa? Simpanan? Memangnya aku ada bilang mau menjadikan mu simpanan?”


“Sudahlah, Tuan Daniel ... jangan mengelak lagi, aku tahu kamu suka kan denganku?”


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2