Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 24.


__ADS_3

"Kalian berdua benar-benar brengsek! Sudah berapa lama kalian bermain dibelakang ku? Jawab! Jawab aku Mel, Dewa! Jawab aku!"


Aku meneriaki mereka berdua secara membabi buta. Sesekali aku memukul dada Dewa. "Berhenti! Beby!!!" Dia berteriak memegangi lenganku.


"Aku dan Melanie sudah menjalin hubungan sebelum kita berdua pacaran!" tuturnya kemudian.


"Tapi kamu tidak tahu, sebenarnya Melanie itu cewek gak bener! Dia sering bergonta-ganti pasangan!"


"Beby! Kamu jangan sembarang bicara! Aku bisa saja merobek mulut mu, jika kau terus mengatai aku macam-macam!" Melanie menyerang ku namun ditahan oleh Dewa.


"Yang aku katakan memang benar! Dan kamu tahu kan Melanie sudah tidak perawan lagi Dewa, kenapa kamu mengkhianati ku dengan nya?"


"Hei, jaga-jaga mulutmu Beby! Aku akan merobek nya sekarang juga!"


Melanie menjambak rambutku, begitu pun aku sebaliknya.


"Beby!!! Melanie!!! BERHENTI!!!"


Dewa berteriak dan langsung menarik Melanie menjauh dariku. Sakit, sungguh sakit rasanya melihat Dewa yang lebih perduli pada Melanie. Tanpa aku sadari air mataku menetes, namun dengan cepat aku usap.


"Kalian sama-sama rendah dan menjijikan!" Aku berdecih dan meludah ke sembarang arah.


"Beby, berhenti mengatai kami rendahan!" ucap Dewa dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Kalian memang rendahan!" tukas ku.


"Kau salah! Asal kau tahu, yang telah mengambil keperawanan Melanie adalah aku! Dan aku sudah berjanji akan menikahinya kelak!" ucapnya dengan tidak tahu diri dan tidak tahu malu.


"Cih! Dasar tidak tahu malu! Jika itu niatmu dari awal! Kenapa kamu menjalin hubungan dengan ku? Bahkan kamu sengaja meminta aku membelikan mu ini dan itu? Itu membuktikan jika kalian berdua sama-sama menjijikan dan rendahan!"


Dia terlihat marah dan langsung menyerang ku. Kuku tangan nya menancap di pundak ku yang halus. Aku meringis menahan sakit.


"Yang rendah dan menjijikan itu kamu Beby, kamu sudah menjual keperawanan mu kepada orang asing!!! Dan sungguh tidak tahu malunya, kau mengatakan pada semua orang jika hidup mu baik-baik saja, padahal orang tua mu bercerai dan ayahmu mengalami kebangkrutan!!"


Bibirku berkedut rasa ingin menyahuti ucapan nya, namun tidak bisa. Karena semua itu benar, hanya saja aku begitu terkejut. Ternyata Dewa tahu yang sebenarnya. Bodoh! Tentu saja dia tahu jika mulut kotor Melanie yang memberi tahunya.


Aku berjalan mendekati Melanie lalu dengan cepat melayangkan tamparan keras ke wajahnya. Meninggalkan memar merah disana.


"Apa-apaan kau ini?" Dewa menyerang ku kembali. Tapi aku langsung menepis tangan nya dengan kasar.


"Kalian berdua sangat menjijikkan!" Aku menunjuk wajah keduanya dengan begitu dekat secara bergantian.


"Kamu yang menjijikan! Mungkin saja kamu menjual keperawanan mu dengan pria tua yang sudah berkeriput! Sungguh rendahan dan tidak punya harga diri! Atau jangan-jangan sudah berapa kali kamu tidur dengan nya? Karena setahuku kamu baru saja membayar lunas uang semester! Aku tidak percaya jika kamu mendapatkan uang dari Ayahmu!! Pasti dari pria tua keriputan itu kan, hahaha!"


Aku terdiam mendengarkan ucapan nya. Dada ku semakin memanas, aku menatap mereka sudah bukan seperti dulu lagi. Aku begitu murka terhadap mereka.


"Dasar pelacur!"

__ADS_1


Sabar!


Satu kata yang terlintas dibenak ku saat kata-kata itu keluar dari mulut Dewa. Kekasih yang begitu aku cintai, dengan mudah nya mengatai aku seperti itu. Aku harus sabar dan bisa melewatinya dengan lapang.


"Hei, kamu mau kemana?" teriak Melanie ketika aku berpaling dan berjalan menuju pintu keluar.


"Pasti nya pergi menemui pria tua itu! Mengadu dan menangis, lalu tidur bersama dan dibayar! Dasar pelacur! Aku tidak sudi memiliki pacar seperti mu!" sahut Dewa.


Mereka tertawa terbahak-bahak, aku pun berbalik berjalan mendekati mereka berdua kembali. Dengan tersenyum miring dan tatapan merendahkan.


"Ada apa lagi? Apa kamu mau minta maaf?" tanya Melanie lalu tertawa kembali sambil bergelut di lengan Dewa membuatku semakin jijik.


Aku menunduk meraih cup kopi yang tergeletak diatas meja. Tanpa membuang waktu aku langsung menyembur mereka berdua dengan kopi tersebut.


Byur!


"Paling tidak pria itu tidak serendah dirimu Dewa! Dan lagi pula uang nya kalian juga yang menikmatinya! Jadi jangan terlalu munafik! Dasar pasangan bejat!"


Aku langsung berjalan keluar dari neraka itu. Puas! Hati ku sangat puas melihat mereka berdua yang nampak kesal dengan perkataan ku.


Meskipun sebenarnya hatiku juga merasakan sakit yang begitu dalam. Pengkhianatan yang mereka lakukan, tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Mungkin jika tidak ada hukum di negara ini, aku pasti akan membunuh mereka berdua ditempat. Namun aku tidak mau mengotori tangan ku sendiri, demi orang-orang menjijikan seperti mereka.


...🌺Jangan lupa like🌺...

__ADS_1


Note : Jangan lupa vote di setiap hari senin yah, supaya lebih semangat lagi untuk update nya😊🙏🏻


__ADS_2