
"Agil," lirih Beby.
Mata Beby tidak bisa beralih dari Agil. Pria itu berjalan dengan wajah datar nya bersampingan dengan Daniel. Kaos hitam, celana jeans, tas ransel, sepatu kets berwarna putih, serta model rambut yang sedikit berantakan. Sangat berbeda dari penampilan yang biasanya. Beby sempat tidak percaya jika itu adalah Agil, karena Agil yang dia kenal tidak pernah berpakaian seperti mahasiswa kampus seperti itu. Selalu rapi dengan setelan kemeja dan jas nya.
"Apa-apaan ini," pekik Beby pelan. "Apa yang dilakukan nya disini?"
Nina mendengar perkataan Beby, dia menoleh. "Kamu kenal dia, By? Dia itu Crazy Rich kampus kita!" jelas Nina.
Beby melongo kaget. "Hah? Crazy Rich?"
"Tapi memang benar sih, Agil kan kaya. Tapi aku tidak tahu dia adalah Crazy Rich kampus yang selalu dibicarakan orang-orang," batin Beby.
"Jadi beneran kamu kenal sama dia, By?" tanya Nina kembali.
Beby mengangguk. "Aku kenal di--"
Belum selesai bicara, Melanie memotong perkataan Beby. "Hahaha, mana mungkin Agil mau kenal sama kamu! Jangan ngarep deh!" cibir Melanie.
Beby memutar bola matanya malas. "Maksudmu apa ya? Memang nya aku kenapa? Keluarga ku juga kaya dan terpandang, memangnya aku tidak boleh kenal dengan nya!" hardik Beby kesal.
"Tentu saja! Tapi sekarang ingat, kamu tidak punya apa-apa lagi, kamu itu miskin ayah mu bangkrut dan dipenjara! Bahkan baru-baru ini untuk mendapatkan uang, kamu sampai jual diri sama om-om!" Melanie menyeringai miring, puas hati dia sudah menghina Beby.
"Aku akan merobek mulutmu itu!" decak Beby.
__ADS_1
Beby mendekat ingin menjambak rambut Melanie, namun di tahan oleh Dewa. Beby dan Dewa saling menatap tajam. Dewa masih kesal dengan terakhir kali nya saat dia bertemu Beby. Pukulan dari Bagas, masih terasa di wajahnya.
"Lepaskan tangan kotor mu dari ku! Dasar bajingan!" hardik Beby.
Beby menghempas tangan Dewa dengan kasar. Kemudian mundur ke tempat nya semula. Beby menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan, untuk meredam amarah nya.
Tap tap tap!
Sekarang Agil dan Daniel sudah ada di belakang mereka berempat. Nina berdecak kagum melihat ketampanan Agil. Begitu pun dengan Melanie matanya tidak berkedip menatap Agil.
Sedangkan Dewa merasa aneh, saat Melanie tiba-tiba melepaskan gandengan tangan di lengan nya. Lalu memberi jarak tubuh mereka. Terlebih saat Melanie menatap kagum Agil. Ada perasaan kesal yang Dewa rasakan. Tangan nya mengepal, dia menatap Agil tidak suka.
"Hai, By!" sapa Daniel.
"Hai, Daniel!" sapa Beby balik.
Daniel tersenyum dengan menawan nya dia memperhatikan wanita berkaca mata yang ada di sebelah Beby. Lalu dia mengulurkan tangan nya.
"Apakah dia teman barumu?" tanya Daniel.
Beby mengangguk. "Hai, aku Daniel," kata Daniel ramah.
Tangan Nina bergetar, menjabat tangan Daniel. "A--aku Nina," kata Nina gugup.
__ADS_1
"Hai Agil..." sapa Melanie.
Melanie menabrak bahu Beby hingga Beby hampir terjatuh tapi langsung ditangkap oleh Daniel. "Beby, kamu baik-baik saja?" tanya Daniel.
Beby melepaskan tangan Daniel dari pinggangnya. "Aku baik-baik saja," jawab Beby tersenyum.
Beby mengalihkan pandangan nya menatap tajam Melanie yang berdiri dengan genit di depan Agil. Beby mendengus kesal, tapi dia malas meladeni Melanie kali ini.
"Kenapa kamu tidak mengabari ku, jika kamu akan masuk kuliah hari ini kan a--" kata-kata Melanie terhenti.
Agil melewatinya dan menghampiri Beby. Agil memegangi kedua bahu Beby. "Kau baik-baik saja? Kenapa kau membiarkan orang lain berbuat sesukanya padamu?" kata Agil.
Beby tertegun begitu pun semua orang yang ada disana. Mereka terkejut melihat Agil yang seakan-akan akrab dengan bunga kampus mereka si Cantik Beby.
Begitu pun dengan Dewa dan Melanie.
"Agil mengenal Beby?" gumam Melanie.
"Ihh, gemes banget! Kenapa kaget? Kan tadi Beby udah bilang kalau dia kenal sama Agil!" cibir Nina.
Melanie langsung menoleh ke arah Nina dengan tajam. Dia berdecak kesal, tapi tiba-tiba saja tangan nya di tarik oleh Dewa.
"Apa yang kamu lakukan? Sejak kapan kamu dan Agil menjadi dekat? Hingga kamu menyapanya seperti itu!" bisik Dewa.
__ADS_1
Dewa nampak berapi-api melihat Melanie yang menyapa Agil. Seakan tidak memperdulikan ada Dewa di sebelah nya.