Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 43.


__ADS_3

Cklek!


Pintu ruangan kerjanya terbuka, saat dia sedang melakukan panggilan video dengan Beby. Manik mata Agil melirik ke arah pintu. Lalu ia kembali menatap Beby, dan memutus panggilan mereka.


Seorang wanita cantik yang memakai gaun berwarna hitam berjalan dengan anggun nya. Tubuhnya yang molek terlihat begitu indah sangat pas dengan gaun yang ia kenakan.


"Dia sedang berbicara dengan siapa?" tanya wanita cantik itu dalam hatinya. Melihat Agil yang tidak seperti biasanya melakukan panggilan video dengan seseorang.


"Kau sudah siap?" Wanita cantik itu mendekati Agil yang masih duduk di kursi kerjanya. Dia melemparkan senyuman manis, sedangkan Agil hanya memasang wajah datar. Dia malah membuang muka ke arah lain, seakan enggan untuk menatap wajah wanita itu.


"Apa yang kau lakukan disini?" ucap Agil terkesan dingin.


"Tentu saja untuk menjemputmu, kita pergi bersama ke acara makan malam keluarga ini," sahut wanita itu. Dia sedikit gugup menjawab perkataan Agil yang sepertinya tidak suka dengan kedatangan nya.


"Aku bisa pergi sendiri!" Agil beranjak dari kursinya, hendak meraih jas yang di taruh nya di atas sofa. Namun wanita itu dengan cepat mengambilnya dan menyerahkan kepada Agil.


"Bagaimana pun kita ini keluarga," ucap wanita itu. Agil merampas jasnya.


"Keluarga? Aku tidak pernah menganggap mu sebagai keluarga ku, bahkan aku tidak pernah menganggap mu ada! Jadi berhenti sok perduli padaku, itu sangat memuakkan ku!" tegas Agil memakai jasnya.


Dia pun hendak meninggalkan ruangan nya itu. Karena kesesakan yang disebabkan oleh kehadiran wanita itu, membuat nya tidak sanggup untuk berlama-lama disana.


"Agil, aku mohon!" Tiba-tiba saja wanita itu langsung berlari dan memeluk Agil dari belakang. Langkah Agil terhenti, dia terdiam. Lalu melepaskan dengan kasar tangan wanita itu dari perutnya.


"Amanda, tetap lah pada batasan mu!" bentak Agil membalikan badan nya. Wanita bernama Amanda Larasati itu meneteskan air matanya di hadapan Agil.

__ADS_1


"Agil, kau masih marah padaku? Karena aku menikahi ayahmu dan menjadi ibu tiri mu? Plis, maafkan aku! Sekarang ayahmu sudah tidak ada, kita bisa kembali bersama, memulai nya dari awal lagi, Agil!" tutur Amanda di tengah tangisan nya. Dia memegangi kedua tangan Agil dengan erat.


Agil merasakan dadanya yang serasa terbakar dengan amarah. Mendengar perkataan wanita tidak tahu diri di hadapan nya itu. Agil menghempaskan dengan kuat tangan Amanda. Membuat Amanda tersentak.


"Menjijikan, cuihh!" Agil meludah ke sembarang arah. Amanda semakin ingin menangis, perlakuan Agil begitu membuat hatinya sakit.


"Sekali perempuan matre, tetaplah matre! Dulu waktu kita berpacaran, kurang apa aku yang selalu memberikan semua yang kau minta. Tapi apa? Kau mengkhianati ku, bukan dengan orang lain! Tapi dengan ayahku sendiri, kau menikahinya karena kekayaan kan! Lalu, sekarang apa? Ayahku sudah meninggal, kau minta kembali dengan seenaknya padaku? Hahaha, kau pikir aku ini bodoh apa? Dasar tidak tahu malu!" pungkas Agil tanpa berperasaan.


🌺🌺🌺


Singkat cerita.


Amanda Larasati, adalah wanita yang dua tahun lalu pernah menjadi dambaan hati Ragilio Ganendra. Keduanya saling mencintai, mereka menjalani hubungan sekitar dua tahun lamanya. Bahkan mereka juga sudah menentukan tanggal pernikahan. Tapi, suatu hari Agil mendapati Amanda yang tengah menggoda ayahnya.


Dan saat itu Agil tidak pernah mempercayai wanita lagi. Bahkan dia sangat membenci wanita matre yang mendekatinya karena kekayaan keluarganya. Dia menjadi liar dan bringas, tidak ada hasrat untuk menjalani kehidupan yang baik.


Setiap malam dia selalu pergi ke bar untuk mabuk-mabukan dan bahkan tidur dengan wanita setiap malam nya. Berlanjut seperti itu sampai dia berumur dua puluh lima tahun. Ayahnya yang marah karena kelakuan nya yang tidak jelas seperti itu. Terkena serangan jantung, dan meninggal dunia lima bulan yang lalu.


Saat itu Agil begitu terpukul. Selama dua bulan dia tidak makan dan tidur dengan teratur. Ada perasaan menyesal yang dia rasakan. Meskipun dia benci karena ayahnya sudah menikahi sang kekasih. Tapi Agil juga tidak bisa memungkiri, jika dirinya juga sangat menyayangi ayahnya itu. Sejak ibunya meninggal waktu dia berumur sepuluh tahun, sang ayah lah yang menjaga dan merawatnya.


🌺🌺🌺


"Agil, aku mohon maafkan aku! Berikan aku kesempatan sekali lagi, hiks hiks." Amanda kembali memeluk Agil. Dia menangis di dada Agil.


Agil yang jengah melihat tingkah Amanda, berusaha mendorong tubuh wanita itu. Hingga, dia tersentak kebelakang Agil tidak perduli jika dia terjatuh.

__ADS_1


Bruk!


Amanda menabrak Bagas yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. Dengan sigap Bagas meraih tubuh Amanda agar tidak terjatuh ke lantai.


"Nyonya, apa kau baik-baik saja?" tanya Bagas.


Amanda terkejut, dia menatap wajah Bagas yang sangat dekat dengan nya. Lalu melepaskan diri dari Bagas. " Aku baik-baik saja," ucapnya.


"Sebaiknya kita pergi sekarang, semua keluarga pasti sudah menunggu." Amanda merapikan pakaian dan mengusap air mata diwajahnya menggunakan tisu. Dia pun segera keluar dari ruangan itu.


Sedangkan Agil masih tidak bergerak dari tempatnya. Bagas berjalan mendekati Agil. Menepuk bahunya pelan. "Ayo..."


"Kau saja duluan, aku mau naik mobil sendiri!"


"Hei, tidak bisa begitu. Ayolah, jangan seperti anak kecil!" Bagas tergelak dan menarik tangan Agil. Membawa pria itu keluar dari ruangan nya. Menyusul Amanda yang sudah duduk rapi di dalam mobil. Dengan perasaan malas Agil masuk dan duduk disebelah Amanda. Bagas melirik ke arah kaca sepion tengah, kemudian mulai menancap gas ke tempat acara makan malam diselenggarakan.


🌺🌺🌺


Ragilio Ganendra.



Beby Moelinda Endrawira.


__ADS_1


__ADS_2