Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 3. LAKI-LAKI BAYARAN? YANG BENAR SAJA!


__ADS_3

Tak terasa waktu cepat berlalu. Sudah tepat tengah malam, sama seperti nama Bar ini Midnight. Daniel menumpu dagu dengan tangan nya di atas meja. Tersenyum menatap Freeya yang sedang menceritakan suatu hal padanya.


Pipinya memerah dan tatapan nya berubah sendu. Daniel tahu bahwa wanita itu sudah sangat mabuk. Tapi Daniel begitu enggan untuk meninggalkan nya. Atau dia juga sudah benar-benar mabuk.


Tangan Daniel terulur meraih pipi Freeya. Keduanya saling menatap dengan lekat. Perlahan Daniel mendekatkan wajahnya. Dalam sekejap bibir mereka pun menyatu. Freeya menutup matanya dan membuka sedikit mulutnya.


“Mau ikut denganku?” bisik Daniel dengan nafas yang terengah-engah.


Freeya menatap mata Daniel dalam-dalam dan mengangguk. Bodoh, kenapa dia bersikap seperti itu. Siapa pria ini sampai bisa membuatnya begitu percaya.


Daniel pun meraih tangan Freeya dan menggenggam nya erat. Kemudian dia memanggil Bartender itu dan membayar tagihan nya. Lalu menggandeng Freeya keluar dari Bar Midnight itu.


“Mau kemana?” tanya Daniel.


Saat Freeya melepaskan genggaman mereka dan berjalan terhuyung kearah yang berlawanan. “Mobilku disana,” jawab nya menunjuk arah mobil putih yang terparkir tidak jauh.


“Kamu sudah sangat mabuk, bahaya untuk menyetir ... ikutlah denganku,” ucap Daniel.


Mereka pun berakhir di sebuah kamar hotel mewah. Karena sama-sama pengaruh dari minuman yang mereka minum tadi. Juga dengan perasaan aneh dalam hati yang mereka rasakan.


Freeya mencengkram kuat ujung seprai, dengan air mata yang keluar dari sudut matanya. Menatap samar pria yang menindih tubuhnya sekarang ini.


“Sakit,” lirih Freeya tanpa sadar.

__ADS_1


Daniel mengusap air mata itu dan berbisik, “Maafkan aku, tapi mungkin akan sedikit sakit ... ”


Daniel mengecup lembut kening Freeya. Menenggelamkan lebih dalam lagi kepemilikan nya. Freeya mencengkram kuat bahu Daniel hingga meninggalkan bekas memar.


***


Pagi harinya.


Freeya terbangun saat alarm di ponselnya berdering, menunjukkan pukul 7 pagi. Saat tangan nya merenggang disitu lah dia terlonjak kaget. Mendapati dirinya yang berada di ranjang yang sama dengan seorang pria.


Freeya duduk dan menatap punggung lebar pria yang tengah terlelap dengan posisi tengkurap disebelahnya. Dengan takut-takut Freeya mengintip ke dalam selimutnya. Dia menghela nafas panjang sambil mengacak rambutnya.


“Freeya kamu bodoh sekali, pria ini baru saja kamu temui ... bagaimana bisa kamu menyerahkan diri kepada nya...”


Freeya beranjak dari ranjang. Kemudian berlari kecil sambil menahan perih di ************ nya, menuju pintu yang tidak jauh letaknya. Sambil meraih bajunya yang berserakan.


***


Tepat setengah jam setelah Freeya pergi. Daniel pun terbangun. Masih dengan posisi tengkurap, dia mengusap wajah nya dan mengerjap beberapa kali. Merasa bahwa kepala begitu pusing, mungkin akibat minuman semalam.


Daniel teringat akan wanita cantik semalam yang bersamanya. Bibirnya membentuk senyuman, tangan nya meraba ke arah samping. Daniel mengerutkan dahinya, dia langsung bangun dan memeriksa tempat kosong yang ada disampingnya.


“Kemana dia? Pagi-pagi seperti ini?”

__ADS_1


Daniel menyibak selimut dan beranjak dari ranjang. Meraih celana nya yang berserak di lantai lalu memakainya. Menatap ke arah kamar mandi, Daniel mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali. Lalu membukanya.


“Dia pergi begitu saja?” Raut wajah nya mengeras.


Matanya pun tertuju kepada secarik kertas yang ada di atas nakas sebelah tempat tidur.


“Maafkan aku, aku rasa tadi malam kita membuat kesalahan...”


Membaca isi kertas itu membuat dada Daniel terasa panas. Ditambah dengan sebuah cek yang tertinggal.


“Kurang ajar, bisa-bisanya wanita itu pergi meninggalkan ku seperti ini ... dia pikir aku ini laki-laki bayaran, apa?”


Daniel berdecak sambil meremas sebuah cek yang baru saja dia ambil di atas nakas. Cek dengan nominal yang tidak seberapa. Bagi Daniel uang segitu hanya seujung kuku dari kekayaan nya.


Kesal, pastinya. Daniel merasa begitu terhina, bukan seperti ini maksudnya. Tidak pernah sekalipun Daniel menganggap apa yang dia lakukan semalam adalah kesalahan. Itu semua murni karena dia memang ingin mengenal lebih dekat wanita yang dia temui semalam, bernama Freeya.


Tapi entah kenapa, pagi ini wanita itu sudah menghilang. Bahkan memberikan surat dan sebuah cek untuknya. Memang nya dia ini apa? Laki-laki bayaran? Lucu sekali.


“Kenapa aku merasa seperti aku yang sedang dirugikan?” gumam Daniel.


“Aku sudah merenggut kesucian nya? Tapi kenapa dia pergi begitu saja? Bukan kah ini situasi yang terbalik? Dimana-mana pria nya lah yang pergi dan meninggalkan cek dengan nominal fantastis ... heh, dasar wanita aneh! Aku tidak percaya aku bisa tidur dengan wanita aneh seperti dia...”


To Be Continued...

__ADS_1


__ADS_2