
Sesampainya di resort, ia langsung disambut oleh Nina. Wanita berkaca mata itu tengah duduk dengan kaki yang terus bergetar. Sejak Beby pergi dari siang, dia begitu cemas karena tidak tahu harus mencari Beby kemana.
“Beby, kamu dari mana saja?” Nina berlari ke arah Beby, ketika ia baru saja memasuki lobby.
“Hanya mencari udara segar, dimana Agil?” tanya Beby.
“Agil, mmhh ... Beby, sebaiknya kita bicara di kamar saja,” jawab Nina gugup.
Beby menatap Nina dengan skeptis, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. “Katakan sekarang, Nina,” tegas nya kembali.
“Beby, a-aku...” Nina semakin bingung ia berbicara dengan terbata. Membuat Beby semakin kesal.
“Nina, jika kamu masih mau berteman denganku ... maka katakan sekarang dimana Agil dan Bagas?”
Beby menatap lekat wajah Nina, membuat wanita itu semakin gugup. “Ok ... sekarang kita bukan teman lagi,” ucap Beby.
Ia berjalan pergi meninggalkan Nina yang terpaku. Nina pun segera mengejar Beby, dan menarik tangan nya. “Beby, tunggu ... baiklah, aku akan katakan padamu,”ucap Nina.
“Katakan sekarang!”
__ADS_1
“Jadi waktu aku sama Bagas tadi siang diperjalanan pulang ke resort. Bagas menerima panggilan, dan dia bilang padaku ‘aku harus menemui Agil, ada hal yang sangat penting’ jadi aku tanya hal penting apa. Terus dia bilang soal Amanda, tapi aku tidak tahu apa yang dia maksud.”
“Lalu? Dimana Agil sekarang?” tanya Beby.
“Agil dan Bagas pulang ke Indonesia sekitar setengah jam yang lalu,” jawab Nina.
“APA? KENAPA TIDAK ADA YANG MEMBERITAHUKU?” pekik Beby marah.
Daniel pun datang dan menepuk bahu nya dari belakang. “Beby? Ada apa?”
Ia menoleh dengan wajah yang merah padam. “Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang hal sepenting ini?” ucap Beby.
“Hal penting apa?” Daniel bingung harus menjawab apa. Dia sudah berjanji kepada Agil untuk tidak memberitahukan Beby masalah Amanda.
“Maafkan aku, Daniel,” ucap Nina merasa bersalah.
“Jawab aku, Daniel?” Beby kembali mendesak Daniel.
“Ok ... jadi tadi Agil meminta tolong padaku untuk menjemputmu, karena dia harus segera mengambil keberangkatan ke Indonesia. Amanda berada dirumah Nenek Diana, dan sekarang Nenek Diana dalam keadaan marah besar.”
__ADS_1
“Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana ini?” Beby mengusap wajah dan menyibak rambutnya kebelakang. Ia sangat bingung harus melakukan apa.
“Beby, kamu tenang yah ... Agil pasti sudah memiliki rencana, kau tidak perlu khawatir,” ucap Daniel, mencoba untuk menenangkan Beby.
“Bagaimana aku bisa tenang? Disaat seperti ini.”
“Lalu kamu mau apa? Hanya Agil yang bisa meredakan amarah Nenek Diana.”
“Tidak ... ini semua terjadi karena aku, pasti wanita itu sudah menghasut Nenek Diana. Aku harus bisa mempertahankan posisiku, aku tidak akan menyerah terhadap Agil ... Daniel, apa kau mau membantu ku sekali lagi?” Beby meraih tangan Daniel dan menggenggam nya erat.
Daniel tidak tega melihat Beby yang frustasi. Terlebih ketika wanita itu menatapnya dengan memelas. “Baiklah, apapun itu aku pasti akan membantumu,” jawab Daniel.
“Bawa aku pulang sekarang juga.” Beby mengangguk dan menatap Penuh harapan kepada Daniel.
Dengan banyaknya pertimbangan, akhirnya Daniel mengangguk. Menyetujui permintaan Beby. Tanpa sadar Beby langsung memeluk Daniel.
“Makasih, Daniel. Kamu adalah pria yang sangat baik, entah apa jadinya aku tanpamu,” ucap Beby.
“Beby, aku juga ikut dengan mu,” sanggah Nina yang meraih tangan Beby.
__ADS_1
“Bersiaplah kalian berdua, aku akan mengurusnya ... lima belas menit lagi, kita bertemu di lobby,” ucap Daniel seraya pergi meninggalkan kedua wanita itu.
Dia langsung menghubungi asisten pribadinya. Meminta nya untuk menyiapkan Jet Pribadi. Malam itu ia membawa Beby dan juga Nina naik Jet Pribadi miliknya untuk menyusul Agil pulang ke Indonesia.