Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 51.


__ADS_3

Melanie mengedarkan pandangan nya. Merasa ada yang aneh saat mobil Agil berhenti di depan sebuah kos-kosan. Sontak Melanie menoleh ke arah Agil.


Melanie mengerinyit. "Kau mau kemana?" tanya nya.


Agil tersenyum sambil melepaskan sabuk pengaman nya. "Oh iya, maaf ... Mel, kamu gak keberatan kan kalau pindah ke kursi belakang?" kata Agil.


Melanie melihat ke arah kursi belakang. "Baiklah, aku tidak masalah. Tapi kamu mau ngapain?" tanya Melanie lagi.


Agil tidak menjawab. Dia langsung keluar dari mobil. Diikuti oleh Melanie yang juga keluar dan pindah ke kursi belakang. Di dalam mobil Melanie, memperhatikan gerak-gerik dari Agil. Pria itu tengah berdiri di depan kost-kostan tersebut. Seperti sedang menunggu seseorang.


"Beby," lirih Melanie.


Mata Melanie membulat tak percaya. Saat melihat Beby yang baru saja keluar dari salah satu pintu kamar kost di lantai dua. Dan Beby tengah berjalan menuruni satu persatu anak tangga.


"Sialan! Aku tidak tahu kalau Agil mau jemput Beby! Tau gini aku gak mau ikut sama dia," gerutu Melanie.


Sedangkan di sisi lain.


Agil tersenyum memperhatikan Beby yang berjalan menuruni anak tangga. Dengan anggun dan menawan nya seperti seorang bidadari bagi Agil.


"Agil," seru Beby.

__ADS_1


Beby langsung memeluk Agil dengan erat. "Kamu kok datang gak ngabarin aku?" kata Beby.


Agil tersenyum dan langsung merangkul Beby. "Aku kan mau kasih kejutan buat kamu," tutur Agil.


Agil sempat melirik Melanie di dalam mobil. Sudut bibir nya tertarik. Agil mendaratkan kecupan hangat di kening Beby. "Aku punya kejutan buat kamu," bisik Agil di telinga Beby.


"Benarkah?" decak Beby bersemangat.


Agil pun merangkul Beby menuju mobilnya. Beby terlihat senang dan bersemangat mendengar Agil mau memberinya kejutan. Beby juga belum tahu jika ternyata ada Melanie di dalam mobil Agil.


Setelah berada di dalam mobil. Beby terkejut mendapati Melanie yang tengah duduk memangku kedua kakinya di belakang kursi dia duduk. Keduanya terlibat saling adu tatapan tajam.


Agil masuk ke dalam mobil. Dia tersenyum tipis, menahan tawanya yang hampir meledak. Melihat raut wajah Beby yang tadinya cerah, kini di penuhi kegelapan. Agil tahu jika yang membuat Beby seperti itu pasti Melanie.


"Sayang ... kenapa menatap ku seperti itu?" kata Agil.


Agil membelai rambut panjang Beby. Wanita itu terus menekuk wajahnya. Agil hampir kelepasan tertawa. "Ini untuk mu!"


Agil meraih buket bunga matahari yang ada di kursi belakang sebelah Melanie duduk. Lalu memberikan nya kepada Beby. Beby terkejut dan tertegun dengan keindahan bunga-bunga matahari tersebut.


"Ini untuk ku?" tanya Beby.

__ADS_1


Matanya tidak bisa berhenti menatap satu persatu bunga-bunga itu.


Agil mengangguk, dan kembali mendekat pada Beby. "Aku mencintaimu, Beby," tutur Agil.


Agil pun mendaratkan kecupan hangat di kening Beby. Membuat Beby semakin tertegun, dari mana Agil tahu jika dirinya sangat menyukai bunga matahari.


Seketika terlintas sesuatu di benak Beby. Beby tersenyum miring dan melirik sekilas Melanie di belakang. "Makasih sayang," kata Beby.


Beby mendekat pada Agil dan memeluk manja kekasihnya itu. Membuat Melanie yang duduk di kursi belakang. Semakin jengah dengan keromantisan mereka.


Beby melepaskan pelukan nya. Agil menatap lekat netra mata Beby, wajah keduanya semakin dekat. Beby menutup matanya, dia merasakan ujung hidung nya bersentuhan dengan ujung hidung Agil.


"Eehmm ..." Melanie berdehem. Membuat keduanya tersentak dan sadar.


Beby kembali ke kursinya, begitu pun juga dengan Agil. Setelah memasang sabuk pengaman masing-masing. Agil langsung melajukan mobil nya menuju kampus.


Beby tersenyum lebar dengan raut wajah bahagia. Dia merasa puas sudah membuat Melanie panas. "Kau bisa melihatnya bukan, Mel? Ambil sana si bajingan Dewa, asal kau tahu Agil jauh lebih baik darinya!" batin Beby.


Melanie mendengus kesal. "Sialan, Beby dan Agil! Mereka sengaja membuatku menjadi panas! Awas saja kau, Beby. Aku pasti akan membuatmu sengsara!" batin nya.


Sambil mengemudi, Agil melirik sekilas Beby yang tengah tersenyum lebar. Dia pun ikut tersenyum. "Sangat menggemaskan ... aku semakin ingin memiliki mu, Beby!" batin Agil.

__ADS_1


__ADS_2