Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 9. Benar-benar wanita yang aneh, berisik, dan tidak bisa diam.


__ADS_3

Seketika Daniel malah tertawa. “Dasar wanita aneh.”


“Maaf aku tidak tertarik dengan suami orang,” ucap Freeya dengan nada sombong.


Daniel kembali menarik tangan Freeya. “Aku memang tidak memiliki seorang istri,” ucap nya.


Freeya terdiam dan menatap lekat wajah Daniel. “Astaga, Tuan Daniel. Berapa kali aku bilang aku tidak tertarik dengan mu, jadi sudah cukup berbohong nya ... itu tidak lucu.”


Daniel menggigit bibir bawahnya dan mengacak rambutnya. Gemas dengan wanita yang ada di depan nya itu. Mulutnya yang terus meracau dan tidak mau di kalah. Ingin rasanya dia menyumbat mulut wanita itu dengan sesuatu, agar diam sejenak.


“Dia sangat berisik dan tidak mau diam, huft!” batin Daniel frustasi.


“Aku tidak berbohong, dan tidak sedang melucu ... aku serius!” Daniel mendekatkan wajahnya dan menatap lekat mata Freeya.


“Yah, tetap saja ... aku tidak tertarik padamu, jadi berhenti menggangguku.” Freeya tidak perduli entah itu kebohongan lagi atau kejujuran. Yang dia pikirkan sekarang adalah agar dia terlepas dari pria tersebut.


“Harus berapa kali aku katakan padamu, huft...” Daniel menarik nafas panjang. “Aku tidak sedang mengganggumu atau pun menggoda mu ... jadi berhenti narsis!”


Freeya menatap tajam Daniel dan tertawa sumbang. “Narsis? Kamu bilang aku narsis, kenapa sih ada pria menyebalkan seperti mu!”

__ADS_1


“Kamu memang narsis,” ucap Daniel menyeringai lalu berbalik membelakangi Freeya.


Freeya pun menjambak rambut belakang Daniel. Namun belum sempat dia meraih rambut Daniel. Sepatunya terpeleset, dan dia malah menarik kerah kemeja bagian belakangnya.


“Hei! Gila yah ... apa kamu mau membunuhku!” Daniel menggerutu dan berbalik dengan cepat.


“Maaf-maaf aku tidak sengaja, tadi kakiku terpeleset dan hampir terjatuh,” jelas Freeya.


Mereka tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan pertengkaran tidak wajar mereka.


“Ayah...”


Sontak mata Daniel menuju ke arah sumber suara. Di ambang pintu menuju tempat mereka sekarang berada. Berdiri seorang gadis kecil memakai dress pink selutut, yang tak lain adalah Ratu. Dengan wajah cemberutnya dia melihat sang ayah bersama dengan seorang wanita.


Freeya ikut menatap Ratu, lalu menatap Daniel kembali. “Dua anak? Oh my god, ya tuhan ... maafkan aku yang sudah berbuat dosa, karena sudah membuat suami orang dan ayah dari dua anak mengejar ku. Tolong maafkan dosa-dosa hamba mu ini...”


“Hei, jangan sembarang bicara kamu! Dasar aneh!” Daniel menyikut tangan Freeya.


“Apaan sih? Memang benar kok,” sahut Freeya tidak terima disikut.

__ADS_1


Daniel geleng-geleng kepala dengan kelakuan Freeya. Dia pun berjalan menghampiri Ratu. “Ratu, kamu tunggu ayah di ruangan Kaisar...”


Ratu pun mengangguk dan pergi. Namun sebelum nya dia melemparkan tatapan sinis nya kepada Freeya. Freeya yang melihatnya sangat terkejut. “Huh, tentu saja dia sinis padaku ... dia pasti merasa aku sudah menggoda ayahnya.”


Daniel berbalik badan dan berjalan mendekati Freeya. “Kamu! Jika sekali lagi kamu berkata bahwa aku mengejar-ngejar dirimu, akan aku pastikan bahwa tidak akan ada pria lain dihidupmu kedepannya hanya akan ada aku saja!” ancam Daniel.


“Terserah, itu memang benar kok,” sahut Freeya dengan meninggikan dadanya seakan menantang.


“Lupakan aku, dan jadilah ayah yang baik...” Freeya berlalu seraya menepuk-nepuk pundak Daniel.


Daniel terkekeh dan geleng-geleng kepala. “Dasar wanita aneh!”


Freeya menghentikan langkah nya dan menoleh. Begitu pula dengan Daniel yang menghentikan langkah nya di belakang Freeya.


“Apa lagi?” tanya Daniel.


“Kamu, bukan kah aku bilang berhenti mengikuti ku, aku itu tidak tertarik dengan mu,” jawab Freeya.


Daniel pun menghela nafas dan berjalan melewati Freeya. “Aku mau ke ruangan Kaisar, dasar wanita aneh!”

__ADS_1


Freeya menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. “Isshh, dasar pria yang menyebalkan!”


To be continued...


__ADS_2