
Sore hari nya. Kelas telah selesai, Beby pun bersiap untuk pulang. Dia merapikan barang-barang nya yang ada di atas meja dan memasukan nya ke dalam tas.
“Walaupun aku baru saja mengetahui kebenaran jika aku bukan anak kandung ayah, tapi kenapa aku merasa baik-baik saja sekarang? Apakah karena memang selama ini ayah selalu bersikap dingin padaku? Jadi aku tidak terlalu kaget, meskipun hati kecil ku masih sedikit sakit.” Pikirnya dalam hati.
Gerakan nya terhenti dia menatap kosong sisa barang yang belum dia masukan ke dalam tas. Pikiran nya melayang begitu saja.
“Aku tidak membenci ayah, tapi aku membenci diriku sendiri yang tidak berguna. Selama ini aku tidak membantu atau membanggakan ayah, aku malah sesuka hati memfoya-foyakan uang untuk barang tidak berharga. Maafkan aku ayah, suatu saat nanti Beby akan membalas jasa ayah yang membesarkan Beby sampai sekarang ini.”
Diluar kelas, ketika Beby berjalan menyusuri lorong. Tiba-tiba saja, dia ditarik paksa oleh seseorang. Belum sempat dia menghindar dan berusaha melepaskan diri.
BRUK!
Punggungnya terhempas ke dinding di samping ruang lab. Beby menahan sakit, tubuhnya dikunci hingga tidak bisa bergerak.
“Apa-apaan kau ini!” hardiknya dengan tatapan muak.
“Aku hanya ingin bicara denganmu, Beby,” ucap orang itu yang sudah menarik paksa Beby. Tentu saja itu adalah Dewa.
“Brengsek!” Beby menggigit bibir bawahnya, merasa geram dengan Dewa.
“Kenapa kau begitu kasar padaku? Aku ini pacarmu!”
__ADS_1
"Hei! Ingat, kau bukan siapa-siapa ku sekarang! Sejak kau memilih jalang itu dari pada aku, kita sudah tidak punya hubungan apapun!" Beby melotot murka. "Lepaskan ku!"
Saat dirinya hendak pergi, lagi-lagi Dewa menarik tubuhnya. Beby terhempas kembali ke dinding. "Kau ini sudah gila ... mmmhhh."
Dewa membungkam mulut Beby dengan mulutnya. Beby memukul-mukul dada Dewa untuk melepaskan nya. Dia pun mendorong kuat tubuh Dewa, pria itu melepaskan ciuman nya.
"Dasar brengsek!" Beby menatap tajam Dewa sambil mengelap bibirnya. "Menjijikan, cuihhh!" Lalu dia meludah ke sembarang arah.
"Kenapa? Apa kau tidak suka dengan ciuman ku? Dulu kau sangat menyukainya? Apakah karena kau sudah terbiasa dengan om-om girang mu itu, hingga tidak memiliki nafsu padaku?"
PLAK!
"Berhenti mengganggu ku, pergi sana jalang mu itu pasti sudah mencarimu!"
Lagi-lagi dengan cepat Dewa menghimpit tubuh Beby di dinding. Membuat Beby merasa risih dia mencoba mendorong kembali tubuh Dewa.
"Aku sangat mencintaimu, Beby!" Dewa menciumi tengkuk leher Beby. Membuat Beby menggelinjang.
"Lepaskan aku!"
"Kenapa? Bukan kah kau sudah pernah melakukan nya? Dulu kau menolak ku karena kau belum pernah melakukan nya. Dan sekarang kau sudah bukan perawan lagi Beby, ayo bermainlah sebentar denganku!"
__ADS_1
Tangan Dewa mengelus paha Beby dari balik rok nya. "Akkh ... lepaskan aku!" Beby berusaha keras untuk menahan tangan Dewa yang terus bergerak.
"Kau sangat keterlaluan, lepaskan aku!"
"Sebentar saja ... ayolah, Beby!" Dewa kembali mencium leher Beby.
Bugh!
Seorang pria dengan cepat menarik tubuh Dewa dari Beby. Lalu melayangkan kepalan tangan nya di wajah Dewa. Hingga ia tersungkur di tanah, dengan hidung yang berdarah.
"Bagas!" Beby sangat terkejut dengan kedatangan Bagas. Pria itu kembali ingin menendang Dewa. Tapi dengan cepat Beby langsung menahan nya.
"Sudah cukup, kau bisa kena masalah jika memukul nya lagi! Bagas, berhenti!" Beby memegangi tangan Bagas. Pria itu menatap ke arah Beby.
"Kau tidak apa-apa?" tanya nya. Beby mengangguk.
"Dasar pria brengsek! Taunya hanya melecehkan wanita! Awas yah, jika aku melihatmu mengganggu Beby lagi!" Bagas menunjuk Dewa dengan kasar dan mengancam nya.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang!" ajak Bagas. Beby kembali mengangguk dia merapikan rambutnya. Namun sebelum pergi, dia menoleh sekilas ke arah Dewa yang masih duduk di tanah.
"Brengsek!" Beby berucap tanpa suara, sambil mengacungkan jari tangah nya pada Dewa. Tapi pria itu malah menyeringai, Beby semakin jengah dan tidak suka.
__ADS_1