
Di dalam toilet.
Setelah selesai buang air, Agil mencuci tangan nya di wastafel. Tiba-tiba sudut bibirnya tertarik, ketika suara pintu toilet terbuka. Suara langkah high heels yang terdengar berjalan mendekatinya.
“Salah satu tikus got nya datang,” gumam Agil dalam hati sambil terkekeh pelan.
Agil membalikkan badan nya dan bersandar dipinggiran wastafel. Menatap Melanie yang berdiri dengan pose menggoda. Sangat ketahuan dari sorot mata sayu nya, dan kancing dress yang dia kenakan terbuka dua.
“Apakah karena dia, kamu menolak perjodohan kita.” Melanie mendekat dan menempelkan pahanya di pada Agil.
“Siapa maksudmu? Moe?” tanya Agil.
“Siapa lagi jika bukan dirinya.” Melanie semakin mendekat, dia berbisik dengan suara serak di telinga Agil.
Agil menyeringai di belakang Melanie sambil menutup matanya. “Wanita murahan,” gumam nya dalam hati.
Melanie sengaja menghembuskan nafasnya di tengkuk leher Agil. Berusaha membuatnya tergoda dan teransang.
__ADS_1
“Kamu tidak tahu siapa dia, jika kamu sudah tahu
... aku yakin pasti kamu akan jijik padanya,” ucap Melanie lagi.
Tangan Agil menggenggam kuat ujung wastafel. Mendengar Melanie menghina Beby, darahnya seakan mendidih.
“Ayolah, tidak akan ada masa depan mu dengan nya ... dia hanya akan membuat keluarga mu malu.” Melanie melingkarkan tangan nya di leher Agil.
Agil tertawa pelan, menundukkan kepala dan memijit dagunya. “Benarkah?”
Dengan gerakan cepat Melanie meraih dagu Agil dan langsung mencium bibir Agil secara tiba-tiba. Dengan penuh hasrat Melanie mulai ******* dan menggigit kecil bibir juga lidahnya. Sedangkan Agil hanya diam tak membalas sama sekali. Tatapan nya berubah dingin.
“Dia telah menjual perawan nya kepada pria asing ... Beby, itu gila harta, di matanya itu hanya ada uang, uang, dan uang. Sekarang pun entah dia sudah tidur dengan berapa pria,” ucap Melanie.
Agil menarik nafas dalam-dalam, mencoba untuk tenang. Ia pun membalikan tubuhnya, dan mencuci tangan serta bibirnya. Sekilas dia melihat Melanie yang nampak gusar dari pantulan kaca wastafel.
“Agil ... plis, aku mohon. Terima perjodohan kita, aku janji aku akan menjadi wanita seperti yang kamu mau.” Melanie memeluk Agil dari belakang.
__ADS_1
“Sungguh tidak tahu malu,” batin Agil.
Agil membalikkan badan nya dan memegangi lengan Melanie. “Kamu yakin mau menjadi wanita seperti yang aku mau?”
Melanie berbinar seraya mengangguk dengan penuh harap. Tapi, seketika harapan itu sirna. Wajahnya berubah masam, ketika Agil berkata, “Kalau begitu bisa kah kamu menjadi lebih buruk dari Beby?”
Melanie tercengang dan tidak bisa berkata-kata. “Ma-maksudmu?”
“Jadilah lebih buruk dari Beby, seperti yang kamu katakan tadi. Menjual keperawanan mu dan tidur oleh pria-pria manapun,” ucap Agil lagi dengan seringaian liciknya.
“Kenapa?” Agil mengelus wajah Melanie yang pucat.
“Kamu gak bisa, yah? Kenapa? Apa karena kamu sebelumnya memang wanita murahan seperti itu?”Agil melangkah semakin dekat pada Melanie.
Melanie menelan salivanya yang sekeras batu. Saat Agil menatap nya tajam dan dingin. Hatinya terasa sangat terhina akan kata-kata Melanie.
“Apa kamu pernah melihat pria yang sudah membeli perawan nya?” tanya Agil dengan seringaian. Membuat bulu kuduk Melanie seketika berdiri.
__ADS_1
“A-aku tidak tahu ... tapi sepertinya pria itu adalah om-om girang yang mencari kepuasan di luar, dan sepertinya juga Beby masih berhubungan dengan nya.” Melanie terbata-bata menjawab pertanyaan Agil.