Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 2. MENGEMBALIKAN DANIEL YANG DULU.


__ADS_3

Freeya menuangkan wine kedalam dua gelas tersebut lalu menyodorkan nya kepada Daniel.


“Namaku Freeya, maaf sudah mengambil minuman mu tadi...”


Daniel menoleh dan menatap wajah Freeya serta tangan wanita itu yang tengah mengambang didepan nya.


“Kenapa aku sangat familiar dengan wajah wanita aneh ini,” gumam Daniel di dalam hatinya.


“Hei, apa kamu mendengarkan ku?” Freeya mengibas udara didepan wajah Daniel.


Sontak Daniel pun tersadar dari lamunan nya. Dia meraih tangan Freeya dan menjabatnya. “Aku mendengar mu ... aku Daniel,” ucap nya.


Freeya tertegun saat Daniel menjabat tangan nya. Rasanya begitu dingin, tangan besar yang lembut, tapi sayang sepertinya tidak ada kehangatan yang menyentuh tangan tersebut.


“Dia terlihat dewasa, apa dia sudah beristri dan memilki anak? Bisa gawat lah urusan nya, kalau ada yang lihat ... aku tidak mau nanti ada yang salah paham,” gumam Freeya dalam hati.


“Tangan nya lembut dan hangat, dia juga sangat cantik ... Daniel, ada apa dengan mu, sadarlah!” Berusaha menyadarkan dirinya sendiri.


Daniel, melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Freeya. Dengan wajah dingin nya, Daniel berusaha tersenyum.

__ADS_1


“Cheers..”


Keduanya saling mengangkat gelas dan minum bersamaan. Daniel tidak sadar bahwa dia sudah tersenyum. Ketika melihat reaksi Freeya saat baru habis meneguk minuman. Ekspresi nya yang lucu berhasil membuat seorang Daniel, tidak sadar akan dirinya sendiri.


“Jadi, Tuan Daniel ... apa yang kamu lalukan ditempat ini malam-malam dan hanya sendiri? Dimana kekasihmu?” tanya Freeya.


Freeya menumpu kepala nya dengan tangan diatas meja, sambil menatap ke arah Daniel. Entah kenapa pria didepan nya itu nampak bersinar, dan jujur saja senyuman diwajahnya membuat Freeya susah untuk berpaling.


Daniel menggelengkan kepalanya dan kembali meneguk isi gelasnya. “Aku tidak memiliki kekasih...”


Freeya mengerinyit, sontak ia tersentak dan langsung bangun dari sandaran nya. Dia menatap Daniel yang terkejut melihat dirinya seperti itu.


“Kau tidak memiliki kekasih? Itu berarti kau memiliki istri ... Aaaahh, Freeya apa yang sedang kau lakukan? Pergi dari sini adalah keputusan yang tepat, jika tidak ingin di sebut pelakor...” Freeya memijit keningnya dan menggerutu.


Ia pun meraih tas miliknya dan beranjak dari tempat duduk. Daniel terkekeh pelan melihat tingkah Freeya. Wanita itu selalu bisa membuatnya tersenyum tanpa sadar.


“Kau mau kemana?” Daniel meraih tangan Freeya.


“Maafkan aku, Tuan Daniel ... mungkin kita memang hanya sekedar minum bersama. Tapi tetap saja aku tidak mau jika ada yang salah paham diantara kita, aku pergi dulu,” jelas Freeya cemas seraya melepaskan tangannya dari Daniel.

__ADS_1


Daniel kembali meraih tangan Freeya. Membuat wanita itu terhuyung dan terjatuh kedalam pelukan nya. Pandangan mereka bertemu, lekat dan lama. Freeya menatap netra indah milik Daniel, begitu pun sebaliknya.


“Pria ini, ada apa dengan ku? Kenapa aku merasa ada yang aneh dalam diriku?” batin Freeya.


“Freeya, nama yang indah ... cantik seperti wajahnya, entah kenapa aku merasa tidak ingin dia pergi?” batin Daniel.


Daniel meraih pinggul ramping Freeya, mengangkatnya dan mendudukkan nya di kembali ke kursi. Freeya menelan salivanya saat Daniel menyentuh pinggulnya. Dia semakin berdebar dan gugup.


Daniel menyentuh pipi Freeya yang terasa panas dan memerah. Mengusapnya sambil tersenyum. “Aku tidak punya kekasih atau pun istri seperti yang kamu pikirkan...”


“Hmm, i-iya...” Freeya semakin gugup ketika wajahnya dan Daniel sangat dekat.


Freeya tidak bisa berpaling dari Daniel. Pria itu memiliki ketertarikan sendiri yang membuat Freeya tertegun.


“Ada yang salah dengan ku, seperti nya aku benar-benar tertarik dengan wanita ini...”


Daniel menatap lekat wajah cantik Freeya. Sendu dan membuat perasaan nya teduh. Sempat terbesit dibenaknya, darimana datangnya wanita bak bidadari ini. Hanya dalam beberapa menit saja dia bisa merubah seorang Daniel. Rasanya seperti Daniel yang dulu kembali, yang mudah tersenyum dan sangat ramah.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2