Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 66.


__ADS_3

Agil baru saja kembali ke kamarnya, yang dia pesan bersama dengan Beby. Kamar yang bersebelahan dengan kamar Bagas dan Nina di kiri dan kanan.


Cklek.


Perlahan dia membuka pintu kamar itu dengan perlahan. Lalu menutupnya kembali. Agil mengerutkan dahinya, karena tidak menemukan Beby di dalam kamarnya.


“Moe,” panggil Agil.


“Moe, apa kamu dikamar mandi?” Agil mengetuk pintu kamar mandi.


“Agil ... kamu kah itu?” teriak Beby dari dalam kamar mandi.


Mendengar itu Agil tersenyum, ternyata kekasihnya ada di dalam kamar mandi. Dia pun segera menjatuhkan diri di atas tempat tidur. Ranjang king size yang terlihat sangat mahal.


Agil mengedarkan pandangan nya menyapu sekeliling dari kamar tersebut. Ada tv, lemari es, sofa dan mejanya, lalu alat treadmill. Sedangkan di dekat balkon, ada kursi rotan kayu dan jendela kaca yang begitu besar, bagikan sebuah dinding. Menampakan jelas keindahan kota Paris, apalagi Agil sengaja mencari pemandangan yang langsung mengarah ke Menara Eiffel.


Agil menoleh dan beranjak dari rebahan nya. Ketika suara pintu kamar mandi terbuka sedikit. Kepala Beby pun muncul, mengintip ke dalam kamar. Agil tersenyum dan geleng-geleng kepala.


“Apa yang kamu lakukan? Seperti tikus yang mengendap-endap.”


“Ish ... kamu ini!”


“Bisa kah kamu mengambilkan handuk dan baju yang aku taruh di atas sofa ... aku lupa membawanya,” pinta Beby.


Agil menyeringai miring, dengan alis yang naik sebelah. “Aku tidak mau.”


“Agil, ayolah plis ... ambilkan.” Beby memohon dengan memasang senyuman manisnya.


“Aku tidak dengar,” sahut Agil yang berpura-pura tidak mendengar. Dia pun kembali berbaring di atas ranjang. Lalu menutup mata menggunakan lengan kanan nya.


“Agil ... sayang, bisakah kamu ambil kan handuk dan bajuku itu?”


Agil membuka matanya satu lalu melirik Beby yang sedang tersenyum. Wanita itu berkata lembut dan sangat manis. Terlebih kata 'Sayang' yang keluar dari mulut Beby. Membuat Agil hampir melayang.


“Baiklah,”-Agil beranjak dan memberikan Beby handuk dan totebag yang ada di atas meja hias-“ini ... ambilah. Lain kali jangan ceroboh.”


“Baiklah, sayangku yang tampan,” ucap Beby.


“Dasar tukang gombal,” ucap Agil tertawa.


“Aku kan belajarnya juga dari kamu.” Beby menjulurkan lidahnya lalu kembali masuk kedalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi. Beby mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Lalu membuka totebag yang Agil berikan. Beby mengerinyit, itu bukan baju miliknya. Ia pun mengeluarkan isi dari totebag tersebut.

__ADS_1


Sebuah gaun hitam selutut dengan motif mawar, serta sepatu high heels, lengkap dengan pakaian dalam nya. Beby memutar gaun tersebut, mengecek mereknya. Mata Beby membulat, melihat merek gaun itu langsung dari desainer terkenal di Paris.


“Ini harganya sangat mahal, bahkan pakaian dalam nya pun sangat mahal ... hahaha.” Beby tertawa memegangi pakaian dalam tersebut. Dia punya satu set yang seperti itu dirumah ayahnya. Waktu dia berlibur ke Paris Beby membelinya di tempat yang sama, tentu saja dengan harga yang sangat mahal. Dia tidak menyangka akan memiliki nya satu set lagi. Itu pun pemberian dari seorang pria.


“Baiklah, karena dia yang membelikan nya ... aku akan mengenakan nya malam ini, uncch...gaun yang sangat cantik.”


Beby pun mengenakan pakaian yang sudah Agil belikan itu. Dia merias wajah senatural mungkin dan membiarkan rambutnya terurai. Kemudian dia keluar dari dalam kamar mandi.


Sudut bibir Beby tertarik sedikit, melihat Agil yang tengah berdiri di balkon kamar. Menatap ke arah kota yang begitu indah. Dengan langkah anggun mengenakan high heels, dia mendekati Agil.


“Kamu sedang memikirkan apa?” Beby melingkarkan tangannya di perut Agil.


Agil tersenyum dan mengelus tangan Beby yang melingkar diperutnya. “Aku tidak sedang memikirkan apapun,” jawab Agil.


Beby melepaskan pelukan nya, kemudian dia mundur selangkah. Membiarkan Agil membalik badan dan menatap nya. “Bagaimana penampilan ku?”


Agil menatap takjub wanita cantik yang ada dihadapan nya itu. Tidak salah dia memilih gaun tersebut untuk Beby. “Kamu sangat cantik, Moe,” ucap Agil.


“Bohong ... aku tahu desainer yang membuat gaun ini jauh lebih cantik dariku, dan kamu baru saja menemuinya kan," ucap Beby manyun.


“Apa kamu cemburu?” Agil mendekat dan memeluk Beby dengan erat. Memberikan kecupan hangat di pucuk kepalanya.


“Tentu saja aku cemburu ... setiap wanita yang bertemu denganmu pasti terpana dengan karisma mu.”


“Hahaha ... kamu terlalu memujiku, Moe.”


Beby mendongak menatap wajah Agil yang sangat dekat. “Senyum itu, gingsul itu, lesung pipi itu, mata itu, hidung itu ... semua adalah milikku.”


“Lalu, aku harus bagaimana agar kamu tidak marah,” ucap Agil. Ia mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir Beby. Namun Beby malah memalingkan wajahnya.


“Oh ayolah, Moe ... satu kali saja, aku sudah menunggunya sejak sebelum kita berangkat tadi,” rengek Agil dengan manja.


“Cih ... jangan bertingkah seperti anak kecil!” Beby membalikkan badan dan menyilang tangan di depan dadanya.


“Ada satu syarat,” ucap Beby.


Agil berbinar dia langsung membalikkan tubuh Beby kembali menatap dirinya. “Apa itu?”


“Kamu harus berekspresi seperti ini,” ucap Beby sambil mengerucutkan bibirnya dan menjulingkan matanya. Terlihat sangat konyol, Agil mengerutkan keningnya. Ia menahan tawanya.


“Aku tidak bisa seperti itu, Moe ... kamu sangat lucu,” ucap Agil mencubit pipi Beby.


“Awwh, sakit tau! Jangan sentuh-sentuh aku!” gerutu Beby menepis tangan Agil.

__ADS_1


“Ayo cepat lakukan! Mau kiss apa gak? Kamu harus berekspresi seperti itu didepan wanita,”ucap Beby lagi.


“Apa?”-Agil tertawa-“itu sangat konyol, Moe.”


“Yasudah, kalau tidak mau.” Beby berbalik hendak meninggalkan Agil.


“Baiklah ... ok, aku akan mencobanya.”


Beby melipat bibirnya kedalam, menahan tawanya. “Seperti ini?”ucap Agil mencoba memperagakan yang dilakukan Beby tadi.


Akhirnya tawa Beby pecah, Ia mencubit bibir Agil dan langsung mengecup bibir itu. Agil terkejut dibuatnya. “Kenapa kamu tertawa?”


“Bagaimana para wanita akan kabur, jika wajah mu begitu imut jadinya ... mereka pasti akan bereaksi seperti ku, mengejar mu dan langsung menerkam mu, hahaha,” ucap Beby.


“Ayo lakukan lagi!”


“Apa? Enggak aku gak mau, Moe.” Agil menolaknya. Beby pun memasang wajah sedih.


“Ok baiklah, terakhir yah ini,” ucap Agil seraya menghela nafasnya. Beby tersenyum puas. Agil pun kembali memperagakan ekspresi konyol itu.


Cklik!


Agil membuka matanya ketika mendengar suara tangkapan kamera. Ia melihat Beby yang tengah memegang ponsel dengan kamera yang menghadap dirinya.


“Moe, kamu sedang mengerjai ku yah,” ucap Agil mencoba meraih ponsel Beby.


Dengan lincah Beby menghindar. “Hahaha, dasar ganteng-ganteng kok mau dikerjain ... hahaha!” Beby terus tertawa sambil berlarian masuk ke dalam kamar.


“Awas kamu yah, baiklah ini dia orang konyol yang kamu bilang ganteng.” Agil memeluk Beby dan mengekspresikan wajah konyol lagi.


Beby semakin tergelak. “Aku akan mencium mu dengan ekspresi seperti ini,” ucap Agil mendekatkan wajahnya.


“Hahaha ... Agil hentikan, kau sangat lucu, aku tidak bisa berhenti tertawa.” Beby menahan tubuh Agil agar tidak semakin dekat. Namun tenaga Agil lebih kuat darinya.


Akhirnya Agil dengan wajah konyolnya berhasil mencium bibir Beby. Agil melepaskan ciuman nya dan mundur kebelakang. Ia tertawa dan tersenyum puas sudah mengerjai Beby balik.


“Agil, lipstik ku berantakan,” ucap Beby mengelap pipinya yang terkena lipstik. Ia berjalan ke arah meja rias.


“Hahaha,”-Agil terus tertawa-“rasakan ... itu sih sudah berani mengerjai ku.”


“Cih ... lihat wajahmu juga berantakan, penuh lipstik dimana-mana,” ucap Beby seraya menarik Agil untuk ikut bercermin.


“Biarkan ... yang penting aku puas sudah mencium mu,” ucap Agil. Pria itu pun segera membuka kemejanya, dan masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Beby yang terus menggerutu sambil memperbaiki riasan nya.

__ADS_1


TBC.


...🌺Ayo vote dong, biar lebih semangat lagi🌺...


__ADS_2