Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Season 2 : 37. Dua anak menggemaskan.


__ADS_3

Setelah mendaftarkan pernikahan mereka. Daniel membawa Freeya untuk melakukan sesi foto menggunakan gaun pengantin. Sebagai tanda bukti bahwa mereka sudah menikah. Disepanjang perjalanan pulang ke rumah Daniel. Tanpa sadar Freeya terlelap dengan nyaman, sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri Daniel.


Daniel tidak menghiraukan nya. Dia sibuk dengan ponselnya. Mengetik sebuah pesan kepada seseorang, yang tak lain adalah Agil. Dia mengirimkan semua foto mereka berdua untuk dilihat oleh Beby dan juga keluarganya.


“Baguslah, aku percaya kamu akan menepati janjimu, Daniel. Terima kasih banyak, aku titipkan Freeya padamu.” Begitulah isi pesan yang dibalas oleh Beby menggunakan kontak Agil.


Seutas senyuman terbentuk di bibir Daniel. Dia menengok wajah Freeya yang sendu ketika tertidur di bahunya. Tanpa sadar dia mendekat dan mendaratkan kecupan hangat di kening Freeya. Asisten Dion ikut tersenyum diam-diam, melihat sikap Tuan nya.


Sesampainya dirumah. Daniel membangunkan Freeya dengan pelan. Dia mengusap lembut pipi Freeya menggunakan jari nya. Membuat wanita itu menggeliat merasakan sesuatu di pipinya. Freeya pun terbangun, matanya mengerjap beberapa kali. Sambil mengucek matanya dia menoleh ke kiri dan kanan.


Freeya terkejut saat menoleh ke kiri, wajah mereka berdua begitu dekat. Sampai-sampai batang hidung nya mengenai dagu Daniel. Freeya sontak memundurkan wajahnya dan gelagapan tidak karuan.


“Ma- maaf...”


“Kenapa? Apa kamu merasa pusing?” tanya Daniel melihat wajah pucat Freeya.


“Tidak, aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah.”

__ADS_1


“Kalau begitu biar ku gendong.”


Freeya melotot. “Apa yang kamu lakukan, Daniel lepaskan aku.”


Daniel tersenyum tipis. Dia tidak memperdulikan teriakan Freeya dan tetap menggendongnya keluar dari mobil. Freeya terus memberontak agar Daniel mau menurunkan nya.


“Daniel, apa kamu sudah gila. Bagaimana jika ada anak-anak yang melihatnya. Turunkan aku sekarang, atau aku-”


“Aku apa? Katanya lelah, biarkan aku menggendong mu ke kamar,” sahut Daniel disertai dengan tawanya.


Daniel tersenyum tipis sambil meraih tubuh Freeya, menggendong nya ala bridal. Dia berjalan dengan tegap tanpa memperlihatkan beban yang dia angkat. Freeya terus memberontak meminta Daniel untuk menurunkan nya. Tapi Daniel tetap tidak tahu menahu.


Langkah Daniel terhenti ketika berada di tengah tangga naik ke lantai dua. Dia menoleh ke arah bawah. Melihat Ratu dan Kaisar, yang menatap mereka berdua dengan tatapan aneh.


“Daniel, lepaskan aku...” Freeya berbisik sambil mencubit perut Daniel.


“Sakit!” geram Daniel berbisik dengan penekanan.

__ADS_1


Freeya memutar bola matanya sambil menyikut perut suaminya. “Makanya turunkan aku!”


Daniel pun menurunkan Freeya perlahan. Daniel merapikan kemeja nya yang sedikit kusut. Lalu dia berlalu begitu saja menaiki tangga tanpa mengatakan satu kata pun pada kedua anak nya.


Ratu mendengus kesal dengan sikap sang ayah. Tapi tidak dengan Kaisar yang acuh tak acuh, mau bagaimana sikap ayahnya itu.


Freeya menatap kesal kepergian Daniel. Lalu dia berbalik menatap Ratu dan Kaisar dengan senyuman yang mengembang. Dia pun menuruni beberapa anak tangga menghampiri kedua anak yang sekarang juga menjadi anak-anak nya.


“Anak-anak, kalian sudah makan malam? Ayo makan malam bersama,” ucap Freeya berusaha membujuk.


“Kita berdua sudah makan tadi. Jujur jika menunggu kalian pulang, kami bisa mati kelaparan,” jawab Ratu dengan jutek dan tangan yang dilipat didepan dada.


“hehe, baiklah kami minta maaf. Jangan marah ya,” bujuk Freeya kembali sambil mengusap pucuk kepala Ratu.


“Aku mengantuk, Ratu ayo kita kembali ke kamar.”


Kaisar meraih tangan Ratu dan menggandeng nya menaiki tangga. Meninggalkan Freeya yang masih mematung menatap kepergian mereka.

__ADS_1


“Dia jutek sekali, tapi aku sangat gemas dengan tingkah dua anak itu,” gumam Freeya tertawa kecil.


To be continued...


__ADS_2