
Kanaya masih berada di kamarnya, sedang mengasihi baby twins, nampak keduanya sangat tenang dan anteng seusai minum langsung dari sumbernya.
"Sayangnya Bunda..." ucap Kanaya mendarat kan satu kecupan di pipi putranya bergantian. Usianya masih 35 hari, tapi nampak sekali tumbuh subur seperti usia baby 2 bulan.
"Embul mbul nya Bunda..." Nay terus saja memandangi wajah putranya yang berparas sangat tampan, duplikat Papa nya mulai dari hidung, warna rambut , bola matanya, wajahnya duplikat banget.
"Padahal Bunda yang mengandung 9 bulan, membawa kemana-mana, kenapa tidak ada yang mirip dengan Bunda, hmmm?" Nay tertawa geli aksi protesnya di depan putranya, padahal putranya sedang tertidur nyenyak, dan tidak tahu makna ucapan Bundanya.
"Berarti Bunda kalian sangat mencintai Papa dong, jelas sekali kalian sangat mirip Papa banget versi masih baby." Tama ikut menyahuti ucapan sang isteri, Nay yang protes dengan dirinya sendiri yang tidak ada mirip-mirip nya dengan Bundanya.
"Apaan sih pa, enggak lucu ahhh!" Ujar Nay dengan wajah yang cemberut .
"Siapa juga yang cintanya kebangetan, Nay mah biasa saja, kebetulan saja anak-anak mirip dengan Papa nya." Ujar Nay tidak mau kalah di depan sang suami, mengakui bahwa dirinya sangat mencintai sang suami, padahal kenyataannya Nay mencintai nya.
Mereka terus saja beradu argumen, keduanya tidak ada yang mau mengalah.
Mereka tetap pada pendiriannya, karena sejatinya mereka berdua saling mencintai, tetapi sulit untuk mereka ungkapkan di depan pasangan nya.
**************
Pagi menjelang siang, acara di kediaman keluarga Wiratmaja sudah banyak orang berdatangan, mulai dari kerabat dekat, saudara, teman, dan keluarga besar dari Solo pun turut hadir.
Mereka sengaja datang jauh-jauh dari Solo untuk menjenguk keponakannya yang terlahir kembar.
Tamu undangan juga sudah mulai datang silih berganti, mulai teman kantor, kolega bisnisnya juga turut mengikuti jalannya acara Aqiqah keturunan Wiratmaja.
__ADS_1
Sedang di kamarnya Nay masih sibuk mengurus si kecil, tidak biasanya pagi ini sedikit rewel.
Ganti pakaian saja harus berdua, bila Nay sendiri pasti tidak akan bisa karena gerakannya mulai sedikit aktif.
"Cup cup... kesayangan Bunda..." Nay mengecup kening, pipi putranya bergantian dan memang ku nya. Putra satu nya di pangkuan Papa nya.
Mereka sangat anteng bila berada di pangkuan , Bunda dan papa nya.
************
Tama dan Nay turun dari tangga secara bersamaan, mereka bagian satu-satu menggendong putranya.
Kedua putranya sangat anteng, mungkin karena nyaman kali ya berada di pangkuan orang tuanya.
Dekapan erat sang bunda, menjadi obat mujarab bagi putra mereka.
Pembacaan ayat suci Al-Quran, dan doa-doa untuk kedua putranya sangat merdu di dengarkan.
Banyak yang ikut terhanyut dalam buaian suara merdu yang melafalkan ayat suci Al-Quran, dan beserta doa-doa yang di panjatkan kehadirat Allah SWT.
Setelah pemotongan rambut bagi kedua putranya sebagai tanda syarat nya aqiqah, sudah di laksanakan dengan baik.
Nampak nyaman sekali putranya, di kelilingi banyak orang, tidak ada suara tangis, mereka terus saja bermimpi indah tidak menghiraukan ramai nya orang-orang yang berada di sekitarnya.
Beberapa jam sudah berlalu, tiba akhir acara adalah pembagian tanda mata untuk tamu undangan, dan bingkisan untuk anak-anak panti asuhan tersenyum.
__ADS_1
Alhamdulillah serangkaian acara walimatul aqiqah telah terlaksana dengan baik, pengenalan nama, wajah kedua putranya sudah Tama dan Nay lakukan, sebagai orang tua mereka ingin yang terbaik untuk putranya, jagoannya, belahan jiwanya.
Ucapan syukur tidak terhingga untuk mereka lakukan, karena acara berjalan sesuai dengan rencana yang telah terselenggara dengan baik.
Sanak saudara masih bercengkrama di ruang tamu, masih ada baby twins di tengah-tengah mereka, kedua putranya menjadi rebutan sanak saudaranya.
Nay dan Tama hanya menanggapi nya dengan senyuman, melihat saudara-saudara nya yang sangat menyayangi kedua putranya, membuatnya sangat berbangga bahagia.
"Terimakasih sayang, memberikan anugerah terindah untuk keluarga besar Wiratmaja, Aku mencintai mu selalu!" ucap nya Tama dengan setulus hati. Mendekap erat tubuh sang isteri, mumpung kedua putranya ada yang menjaganya.
"Sama-sama sayang ku, cinta ku, imam ku, Papa nya anak-anak Kita." sahutnya Nay memberikan kecupan manis di pipi sang suami, dan mengecup bibirnya singkat.
Mereka berdua larut dalam luapan kebahagiaan, menyalurkan rasa cinta yang sama-sama besarnya, membuat keduanya saling mendekap erat tubuh yang saling memeluk.
Perkenalkan nama Kami onti uncle online. Putranya Papa Tama, dan putranya Bunda Kanaya.
ABISATYA PRADANA WIRATMAJA
ABIWARA PRANADIPA WIRATMAJA
Panggil saja nama Kami,
DANA untuk Abang.
__ADS_1
DIPA untuk sang Adik.