Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 95


__ADS_3

Satu jam berlalu


Kanaya masih nyenyak dalam tidurnya, meskipun mulasnya sering hilang timbul, sebisa mungkin Kanaya buat istirahat bila itu memungkinkan untuk tidur sebelum berjuang mengedan melahirkan putranya.


Sesekali tangannya mengusap perutnya dengan lembut bila kontraksi itu mulai tiba, rasa nyeri membuatnya sedikit meringis untuk menahan calon putranya untuk menemukan jalan lahir.


"Mas sakit akhhh..." ringngisan Nay membuat siapa saja yang mendengar, melihatnya pasti akan merasa khawatir.


"Mana sayang yang sakit? Mas bantu usap-usap dedeknya." tanya Tama yang mukanya sudah merah padam, rasanya seperti ingin buang air besar tapi tidak bisa keluar-keluar padahal sudah berusaha.


"Mas....."


Tama sudah kelimpungan melihat pemandangan di depannya, seakan-akan dunianya runtuh seketika melihat sang isteri yang sudah berkeringat bercucuran.


Tanpa pikir panjang Tama langsung memencet tombol ke ruang perawat, satu menit kemudian dokter dan para perawat memasuki ruang bersalin.


Tanpa diperintah sang dokter mulai memeriksa kondisi pasien, mulai dari tekanan darah, pembukaan jalan lahir, dan kondisi umumnya.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, pembukaannya sudah lengkap istri bapak akan segera melahirkan." ucap sang dokter dengan seramah mungkin.

__ADS_1


"Jadi kapan istri saya akan melahirkan dok? saya tidak tega melihatnya menahan rasa sakit nya." Tama ikut menyahuti ucapan sang dokter dengan perasaan berkecamuk.


"Tidak lama Pak, kami akan menyiapkan alat-alat dan perlengkapan lainnya dulu Pak, baru istri bapak di bawa ke ruang persalinan." Sang dokter memberikan wejangan dan pengertian kepada suami pasien supaya tidak terlalu khawatir.


"Baik dok saya tunggu!"


Setelah dokter dan perawat meninggalkan kamar istrinya, Tama menghampiri sang istri menggenggam tangannya memberikan kekuatan supaya bisa rileks.


Tama mulai mengusap keringat di dahi sang istri, membelai lembut perutnya, dan membisikkan sesuatu yang menenangkan.


"Jagoannya Papa dan Bunda jangan buat bunda kesakitan, jangan buat bunda nangis! kalau adik mau cepat melihat dunia, adik harus berjuang dulu dengan Bunda! Papa akan menunggu kalian berdua." bisiknya Tama di perutnya sang istri, suaranya lirih tapi Kanaya bisa mendengarkan dengan seksama membuat Kanaya menitikan air mata, air mata kebahagiaan.


Selang sepuluh menit Kanaya sudah dibawa ke ruang persalinan, tangannya terus saja menggenggam erat tangan sang suami seperti perangko yang sudah di lem sangat lengket.


Dokter, perawat, dan bidan sudah masuk ke ruang persalinan. Sekali lagi sang dokter mengecek kembali jalan lahirnya, sebelum mulai melakukan tindakan persalinan.


Alat-alat sudah di dekatkan meja khusus, sudah di siapkan juga injeksi di selang infus sebelum di lakukan aba-aba selanjutnya. Setelah mendapatkan instruksi dari dokternya, perawat menyiapkan injeksi sesuai dengan advis dokter...


Setelah obat sudah di injeksi melalui Intravena (IV), Kanaya di baringkan, kakinya di buka lebar-lebar. Dengan nafas yang memburu Nay tidak memperdulikan bagian intinya di lihat orang lain, sekarang ini yang di pikirkan keselamatan putranya, dan juga dirinya.

__ADS_1


Semua sudah siap baru sang dokter memberikan aba-aba, untuk di lakukan tindakan persalinan normal.


"Ikutin aba-aba saya buk!"


"1 2 3 mengejan buk!"


"Akhhhh sakit Mas."


"Tahan sayang, kalau dedeknya sudah keluar pasti sakitnya langsung hilang." Tama memberikan semangat dan dukungan untuk sang istri supaya bisa membuatnya tambah semangat berjuang.


"Ayo buk! mengejan lagi harus melihat perut ya Buk, bukan lainnya biar dedeknya cepat melihat dunia."


Tiga puluh menit Kanaya berjuang untuk mengejan, suara tangis baby twins memenuhi ruang persalinan. Setelah memotong tali pusat, dan membersihkan nya, kedua baby twins berjenis kelamin laki-laki seperti hasil USG terakhirnya.


Senyum bahagia terbit dari sudut bibir keduanya, tidak henti-hentinya Tama menebarkan senyumnya, memandangi wajah jagoannya yang tengah terlelap di dalam box bayi.


..."Sampai di dulu ya, dikarenakan auuttor belum menemukan nama yang pas untuk baby twins nya guys."...


"Masih di buka Krisan untuk nama baby twins, yang agak rada-rada islami boleh, Sansekerta boleh juga.

__ADS_1


Di tunggu krisann nya guys...


__ADS_2