
Keesokan harinya mereka berdua bangun kesiangan, Kanaya begitu mesra memeluk suaminya seperti magnet yang tidak mau lepas. Tama juga tidak kalah eratnya membalas pelukan istrinya, di tambah lagi mereka berdua sampai mengulang beberapa ronde dalam membobol gawang istrinya.
Mereka berdua hanyut dalam kemesraan, yang berada di rumahnya hanya ngontrak, keduanya tidak memperdulikan orang lain yang ada kemesraan ini janganlah cepat berlalu.
Berhubung pagi ini hari minggu, Kanaya semakin menyelusupkan wajahnya di ketiak suaminya. Sebelum hari Senin mendatang, mereka akan menjalani kehidupan masing-masing Karena Tama harus kembali ke Jakarta, sedangkan Kanaya harus meneruskan sekolahnya di Solo.
***
Tok!.....Tok!....
"Nay, sudah siang di tunggu untuk sarapan..." teriaknya Ibunya Kanaya.
"Satu, dua, tiga dan selanjutnya tidak ada jawaban, akhirnya Ibunya undur diri, dan meninggalkan kamar putrinya memilih sarapan tanpa Kanaya dan Tama."
"*Sepertinya sebentar lagi akan ada suara tangisan anak kecil..." batinnya ibu Kanaya. Ibu Melati tersenyum tipis membayangkan saja sudah membuatnya bahagia.
Ibu* Melati berjalan meninggalkan kamar Putrinya, mereka sarapan bertiga, terjadi keheningan di meja makan hanya suara dentingan sendok garpu mengema di meja makan.
Bapaknya juga tidak menayangkan kenapa Kanaya dan menantunya tidak ikut sarapan? Bapaknya juga tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga putrinya, mungkin putrinya ingin berduaan dengan Tama untuk mengakrabkan dirinya sebelum mereka berdua menjalani hubungan LDR.
__ADS_1
***
Di dalam kamarnya yang berukuran 4x4 meter, dua pengantin baru masih tertidur lelap, mereka melupakan bahwa matahari sudah meninggi meninggalkan sarapannya, sekarang waktu sudah memasuki hampir jam makan siang keduanya baru terbangun dari tidur panjangnya.
"*Euuuugggghhhhh....'" Kanaya menggeliat tubuhnya dari dekapan mesra suaminya. Kedua matanya terbuka lebar, matanya langsung melotot ke arahnya Tama, dan tatapan matanya yang seperti yang membunuh siap menerkam mangsanya.
"Kenapa Mas peluk-peluk Aku?" tanya Kanaya dengan tatapan tajam*.
Mendengar suara istrinya yang sepertinya tidak menyadari perbuatannya semalam, membuat Tama garuk-garuk kepala dan bingung harus jawab dengan ap? Semalam istrinya begitu menikmati permainannya, dan tidak sadar bahwa keduanya masih posisi tanpa sehelai benangpun.
"Apa kamu nggak ingat semalam?" tanya Tama Menaik turunkan alisnya dengan mengedip-ngedipkan sebelah matanya.
Kanaya berniat untuk bangun dari tidurnya, tetapi rasanya ada yang berbeda dengan tubuhnya yang berasa sangat dingin. Kanaya menyibak selimutnya ternyata tidak memakai pakaian.
"Aakkhhh...." teriaknya Kanaya. Tama langsung membekap mulutnya Kanaya dengan punggung tangannya, dan menggunakan bahasa isyarat supaya tidak berteriak.
Kanaya yang tahu maksud suaminya langsung memilih bungkam, dan meminta penjelasan suaminya.
Setelah kondisi lebih kondusif, Tama mulai perlahan menjelaskan tentang peristiwa semalam, dari Tama yang meminta haknya, dan Kanaya pun juga menyetujuinya. Maka terjadilah permainan bola yang membobol gawang lawan.
__ADS_1
Kanaya yang mengingat perlakuan lembut suaminya, pipinya langsung bersemu merah, dan ada rasa malu di dirinya. Semalam dirinya membalas perlakuan suaminya, dan menikmati setiap sentuhan yang suaminya mainkan. Sehingga membuat Kanaya mabuk kepayang, dan rasanya sulit untuk di ungkapkan, begitu sangat manis dan memabukkan.
"Sudah ingat? semalam juga mendesah-desah aaakkkhh Mas..." Tuturnya Tama untuk menggoda istrinya.
"Iiihhh Mas mah...." Sahutnya Kanaya mencubit pinggang suaminya.
"Auuuhhh sakit sayang...." Ucap Tama yang pura-pura kesakitan.
"Rasain jadi suami mesum banget..." Ujar Kanaya.
***
Kanaya berniat untuk berjalan ke arah kamar mandi, belum juga melangkah sudah mengadu kesakitan. Inti tubuh bawahnya rasanya sakit, ngilu buat berjalan saja sangat susah, apalagi untuk bergerak seperti di massuki benda tumpul.
"Sakit...."
"Kanaya menjawabnya dengan anggukan kepala..."
Tanpa persetujuan, Tama membopong tubuh Kanaya masuk ke dalam kamar mandi, dan mendudukkan tubuhnya di bathub. Awalnya saling menyabuni, lama kelamaan mereka tidak bisa menahan tidak untuk di tuntaskan. Sampainya di kamar mandi mereka berdua mengulang kegiatan semalam, Kanaya juga tidak bisa menolak pesona suaminya yang menurutnya sangat tampan berkali-kali lipat.
__ADS_1