Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 143


__ADS_3

Kanaya yang sedang tertidur nyenyak pun terbangun mendengar suara keributan di luar..... Nay beranjak turun dari tempat tidur, melihat pemandangan di sebelahnya membuat nya mengulum senyum malaikat kecilnya masih pulas dalam tidurnya.


Klek....


"Mas.."


"Ada mas kog ada suara ribut-ribut di luar?"


tanya Nay yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual nya dari tempat ternyaman.


"Ada mamah mau ngajak my twins jalan-jalan..."


jawabnya Tama menghirup aroma wangi khas sabun mandi.


Tama terus saja mengendus-endus bau badan isterinya, wangi sabun menyeruak di indera penciuman nya.


Wangi ini yang membuatnya sangat menenangkan, membuat seorang Tama betah berlama-lama menempel ke sang isteri.


"Geli mas..."


Nay berusaha menjauh dari dekapan suaminya, rasanya sangat menggelitik membuatnya tidak bisa menahan aliran sengatan listrik.


Nay berusaha untuk menolak sentuhan suaminya, memberontak untuk menghindari hal yang tidak diinginkan ke hak yang lebih lanjut...


Nay hanya pasrah tenaga nya tidak seimbang dengan tenaga suaminya, pasrah adalah jalan terbaik toh dirinya juga menikmati geleyer aneh di tubuhnya.


"Mas ber..henti.... ad...a my twins..."


Nay berusaha mengingat jangan sampai kejadian seperti ini sampai my twins tahu perbuatan orang tuanya.


Tama tidak menggubris perkataan istrinya, tetap melanjutkan kesenangan nya yang membuat keduanya melayang-layang ke pulau nirwana.


Tok! Tok...


"Nay, ini Mama..."


"Iya Mah..."


"Mas sudah di luar ada Mama, enggak enak sama Mama di buat menunggu kita menyelesaikan permainan ini."


Tutur Nay mencoba bernegosiasi dengan suaminya.


Perkataan istrinya bagaikan hipnotis untuk dirinya, Tama sudah melepaskan tautan nya...


Ada kebanggaan tersendiri, hasil karyanya tidak pernah mengecewakan seperti tanda merah tepat di bukit kembar sang istri.


Nay langsung membenahi penampilannya yang sedikit berantakan, hijab pun sudah Nay rapikan sebelum berjalan membuka kan pintu untuk sang Mama mertua.

__ADS_1


Kreeiiit...


"Assalamualaikum Mah.."


Nay langsung mencium punggung tangan mertuanya, sebagai bentuk takzim terhadap mertua.


"Waalaikumsalam sayang.."


"Gimana dedek kecilnya, enggak rewel kan?"


tanya Mama Nisa untuk memastikan kondisi menantunya.


"Alhamdulillah enggak Mah.."


"Masuk Mah.."


Mama Nisa langsung berbinar seketika melihat cucunya menggeliat tubuhnya, menurut Mama Nisa itu lucu, sangat-sangat gemesin.


"Cucunya Oma, udah bangun Sayang..."


Mama Nisa mendekati ke ranjang.


"My twins mengangguk, tersenyum tipis.."


Tubuhnya menggeliat lucu, ekor matanya melihat sekeliling di kamarnya.


"Lucunya cucunya Oma..."


Mama Nisa memberikan kecupan manis di keningnya mereka.


Setelah mereka berbincang di tempat tidur, lalu Nay memandikan my twins, setelahnya Mama langsung mengajak my twins untuk pergi jalan-jalan ke Villa untuk berlibur tipis-tipis.


Kini tinggal lah Nay dan Tama, mereka baru saja selesai mengantar my twins ke tempat mobil mamah nya.


Mereka sangat antusias mendengar kata jalan-jalan, karena my twins hobi banget pergi jalan-jalan seperti yang di lakukan sekarang ini.


Kini tinggal mereka di kamar, para pekerja rumahnya pun libur karena bertepatan hari minggu. Setiap satu minggu sekali, mereka memberikan liburan untuk para pekerjanya untuk berkumpul keluarga di rumah.


"Sayang..."


"Apa?"


"Lanjut yuk yang tadi!"


"Yang mana Mas?"


"Yang tadi lho waktu kita di kamar..."

__ADS_1


"Tidur maksudnya mas ya?"


"Tama menggeleng.."


Bibirnya cemberut seperti tidak kasih uang jajan, wajahnya di tekuk ke bawah bahwa Tama sedang merajuk.


Nay mengerutkan keningnya, Nay bener tidak tahu maksud suaminya yang bertele-tele seperti sekarang ini.


Bagi nya di kamar itu banyak yang di lakukan, secara gamblang Nay tidak paham apa mau sang suami.


"Sayang..."


"Mas kenapa sih? tingkah nya aneh.."


Nay bingung menghadapi suaminya pagi ini yang kelewatan manja nya dengan my twins.


"Mau itu!"


tunjuk Tama tepat mengarah ke bagian terlarang .


Tama langsung menggeret tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamarnya, Nay hanya mengikuti langkah kaki suaminya.


Sedikit terseok-seok Nay berusaha mengimbangi jalan suaminya.


"Mas ini kenapa sih?"


"Duduk!"


Nay mengikuti titah suaminya, tanpa mau membantah lagi perkataan suaminya.


Menurutnya pasrah lebih baik, daripada membantah pasti akan membuat nya berdebat tidak ada titik terang.


Tama mulai menyibak pakaian yang di pakai istrinya, gerakan nya sangat pelan seperti benda porselen yang takut pecah.


Tangannya Tama mengelus-elus, mengusap-usap lembut perut sang isteri yang belum nampak menonjol.


Nay sangat menikmati momen seperti ini, tanpa Nay duga. Sang suami mulai melancarkan aksinya, tangan nya pun tidak tinggal diam terus saja menelusuri tubuh istrinya yang menurutnya sangat menggoda.


"Akkhh."


Suara ******* memenuhi kamar utama yang kedap suara, mereka hanyut dalam permainan yang memabukkan.


Mereka sama-sama ingin mencapai puncak nirwana, puncak yang akan membuat keduanya senyum penuh kebahagiaan.


Mampir Kaka-kaka semua, di cerita baru othor bentuk cerita chat story.


Di tunggu mampirnya dan krisann nya readers semua...

__ADS_1



__ADS_2