Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 113


__ADS_3

Sepeninggalnya Tama dari ruangan nya, Reksa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah adik ipar nya yang menirukan suara keponakannya. Tidak habis pikir sifat yang dulu kaku, perfeksionis, dan tidak tersentuh, sekarang bisa berubah 180 derajat Celsius. Sifatnya sekarang lebih hangat, dan murah senyum kepada seluruh pegawai di kantor.


"Perubahan sangat signifikan"


Tok.... Tok....


Ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunan nya, Reksa merapikan penampilan nya, dan membenahi beberapa benda berserakan diatas meja.


"Masuk." jawab Reksa dari dalam.


Reksa pura-pura sibuk membaca berkas diatas meja.


"Permisi pak..." Tutur pegawai administrasi keuangan di kantor.


"Silahkan duduk!" sahut Reksa .


Reksa mempersilahkan pegawai nya untuk duduk, di tempat duduk yang telah di sediakan berada di depannya.


"Ada apa?" tanya Reksa.


"Begini pak, bulan ini ada beberapa keuangan yang tidak sinkron dengan pembukuan, tolong di cek laporan yang saya buat dengan data grafik perusahaan Pak!" Ujar Maya pegawai administrasi keuangan.


Maya menyodorkan sebuah berkas kepada sekertaris pak Tama, Maya sedikit takut-takut dirinya kena amukan sekertaris nya karena datanya tidak relevan.

__ADS_1


"Nanti saya periksa." sahut Reksa.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi untuk kembali bekerja." Pamitnya Maya kepada Reksa, pria yang menurutnya berkharismatik, baik, dan berwibawa.


"Silahkan!" Reksa menimpali.


Setelah pegawainya keluar Reksa mulai memeriksa berkas yang baru saja di dapat dari Maya. Belum selesai membaca sampai tuntas, tiba-tiba dahinya berkerut, dan tercengang dengan hasil keuntungan perusahaan yang sedikit turun, padahal permintaan banyak.


Reksa membolak-balik kan halaman kertas nya, Lagi-lagi Reksa hanya mampu memijat pelipisnya yang tiba-tiba terserang rasa pusing.


🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓


Baru saja memparkirkan mobilnya di halaman, terdengar suara jagoannya sedang berebut mainan. Tama menyunggingkan senyumnya, senyum yang hanya bisa di lihat bersama keluarga, dan orang-orang terdekat....


"Alaikum alam Papa.." jawab dua kembar Dana Dapi.


Mereka berdua langsung menghentikan rebutan mainan nya, setelah mendengar suara salam dari luar.


Mereka langsung paham, tiba-tiba keduanya mengambil tangan Papa nya. Mereka melakukan takzim seperti di ajarkan sang Bunda, karena setiap harinya Bundanya selalu mencium tangan Papa nya.


"Bunda mana sayang?" tanya Tama. ekor matanya celingukan mencari keberadaan istrinya, biasanya akan menyambutnya dengan seutas senyum tipis nya, tetapi kali ini berbeda tidak ada senyum tipis nya.


"Nda agi andi Pa!" jawab kembar kompakan.

__ADS_1


"Oke boys!"


"Papa mandi dulu ya, Abang sama Adik mainnya di lanjut lagi, habis Papa mandi baru kita main bertiga oke boys!" Ujar Tama mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi putranya.


"Iap bos Papa!" keduanya memberikan hormat ala tentara.


***********


Tiba di kamarnya, kedua matanya langsung membelalakkan sempurna melihat pemandangan di depannya. Istrinya sedang berlegok-legok dengan handuk melilit di tubuhnya, Nay sedang sibuk memilih pakaian gantinya di ruang yang khusus untuk di letakkan pakaian ganti untuk sehari-hari.


Tanpa ba-bi-bu Tama langsung menyerang tubuh istrinya, memeluknya erat dari belakang, dan menciumi leher jenjang sang isteri.


"Mas eugh...." Nay mengerang kegelian merasakan sentuhan lembut suaminya.


Mendengar suara sang istri membuatnya memacu adrenalin, adrenalin nya sangat tinggi melalang buana kemana-mana, pikirannya hanya satu ingin segera masuk ke inti sang istri yang sudah sangat siap untuk di masukin.


Sepasang suami istri sedang bertukar keringat, mereka memelankan ritme, dan memacu gerakan untuk dengan ritme sangat cepat, sampai tubuh sang isteri terlonjak-lonjak keatas.


Keringat mereka berdua bercucuran membasahi tubuhnya, nampak sekali kedua sepasang suami isteri berbahagia bisa menyalurkan hasrat yang beberapa hari ini tidak tersalurkan.


Semenjak punya jagoan, waktu untuk berduaan sangat berkurang, apalagi untuk menyalurkan kebutuhan batiniah sangat susah untuk mencuri waktu.


Mereka berdua baru saja mencapai puncak nirwana, puncak yang membuat keduanya melayang-layang ke langit ketujuh. Senyum kepuasan terpatri di bibir keduanya, nampak jelas ada aura kebahagiaan yang mereka miliki. Rasa cinta yang semakin tinggi membuatnya, dua insan manusia yang saling mencintai, memiliki merengkuh dalam hidup bahagia.

__ADS_1


__ADS_2