Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 45


__ADS_3

Sang waktu berjalan sangatlah cepat, seperti jarum jam yang terus saja berputar pada porosnya, seperti itu lah kisah cinta mereka berdua yang sudah satu bulan hidup dalam satu bulan pernikahan.


Walaupun mereka menikah karena perjodohan kedua orang tuanya, bukan berarti keduanya tidak bahagia, cinta tumbuh karena terbiasa.


Witing tresno jalaran soko kulino


Tidak membutuhkan waktu lama untuk keduanya saling mencintai, perkenalan singkat, pernikahan yang di percepat, semuanya benar-benar instan.


Pada akhirnya mereka hidup bahagia, kisah cintanya tidak seperti novel-novel roman yang Kanaya baca setiap harinya. Sungguh perbedaan yang banyak antara dunia Maya, dan dunia nyata.


Beberapa hari ini Kanaya tidak enak badan, memasuki usia pernikahan satu bulan, Kanaya merasakan perubahan pada dirinya terutama bentuk tubuhnya yang lebih berisi, dan area tertentu yang membesar tidak seperti Kanaya sebelum menikah.


Meskipun badannya sedikit kurang sehat, Kanaya tetap pagi ini untuk berangkat ke sekolah.


Sarapan pagi pun seleranya hilang, padahal sang ibu memasak menu makanan kesukaannya.


Sudah tiga hari ini, Kanaya hanya memakan beberapa suap yang masuk ke dalam tubuhnya.


Selera makannya yang dulunya meningkat, tiba-tiba menghilang rasanya perut selalu kenyang. Setiap kali di kasih makanan yang sedikit banyak, perutnya pasti akan merasakan mual, dan Kanaya takut muntah juga.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, dan suaminya via telepon seluler. Kanaya sudah tiba di gerbang sekolah, suasana masih sedikit sepi hanya ada tukang kebun yang sedang bersih-bersih halaman sekolah, dan penjaga sekolah yang di tugaskan untuk menjaga keamanan di sekolahnya.


Kanaya termasuk murid yang berprestasi, ramah, dan murah senyum itu yang membuatnya bisa akrab dengan seluruh pegawai di sekolahnya, maupun teman-teman satu kelasnya, bahkan satu sekolahan.


Hari ini mata pelajaran hanya latihan ujian praktek, rencananya akan di lakukan minggu depannya. Segala persiapan sudah sekolah lakukan untuk anak didiknya dalam menghadapi ujian praktek khusus siswa-siswi kelas tiga.


🍭🍭🍭


Di Benua Eropa Tama sedikit gelisah, rasanya seperti orang sedang Masuk angin. Suhu tubuhnya sedikit demam, nafsu makan pun menurun.

__ADS_1


"Ada apa denganku? biasanya selera makanku biasa-biasa saja, kenapa beberapa hari ini selera makanku hilang? berbagai pertanyaan memenuhi isi pikirannya Tama, terutama memikirkan istrinya, dan pekerjaannya.


Hari ini rapat terakhirnya di perusahaan cabang milik Abadi Group. Berbagai persiapan sudah seluruh pegawainya lakukan, mulai membenahi yang salah, dan merevisi berkas-berkas yang masuk ke meja kerjanya Tama.


"*Persiapannya gimana udah siap belum, Sa?" tanya Tama yang sedang duduk di meja kerjanya Reksa.


"Sudah semua, Tam! semoga hari ini keputusannya deal kasihan Adik perempuan-ku yang menahan rindu dengan suaminya..." Ucap Reksa yang masih fokus memeriksa ulang berkas yang masuk.


"Adik ipar yang pengertian..." Sahutnya Tama memuji Reksa.


"Sepuluh menit lagi rapat di mulai, ayo siap-siap Tam.." Tutur Reksa yang sudah berniat untuk beranjak dari duduknya.


"Hayuk biar cepat pulang!" Sahutnya Tama yang sudah meninggalkan ruangannya Reksa. Mereka berjalan berdua saling beriringan menuju ke tempat rapat, yang tidak jauh dari ruangannya Reksa, sesekali di iringi pembicaraan ringan*.


🍭🍭🍭


Mendengar berita dari microphon yang di umumkan dari kantor guru, semuanya bersorak gembira saking bahagianya pulang sekolah lebih awal.


Tidak terkecuali Kanaya, Difa, dan Dina juga tidak kalah bahagianya dengan teman-teman lainnya dalam satu kelas.


Setelah menata buku-bukunya ke dalam tasnya, Kanaya dan dua sahabatnya keluar meninggalkan sekolahan, dan mereka akan pulang ke rumah masing-masing.


Kesehatan Kanaya yang kurang baik, membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi jalan-jalan ke mall atau taman yang tidak jauh dari pusat kota.


🍭🍭🍭


Ucapan syukur Alhamdulillah atas keberhasilan rapat, membuatnya bernafas lega, dan bisa tersenyum lebar.


Rencananya malam harinya mereka akan melakukan penerbangan untuk pulang ke tanah air.

__ADS_1


Tama sengaja tidak memberitahu sang istri tentang kepulangannya nanti malam, Tama ingin memberikan surprise kepada sang istri yang hampir dua minggu tidak bertemu, saling memeluk, saling melengkapi ranjang yang kosong.


Rapat telah usai, Tama dan Reksa membereskan mejanya tempat mereka berdua melakukan pekerjaan. Dan perusahaan cabang di serahkan kepada orang kepercayaannya kembali, seperti sebelum-sebelumnya.


Setelah mereka sampai hotel, Tama merebahkan tubuhnya sebentar diatas kasur empuknya. Menerawang langit-langit kamar hotelnya, tempat Tama istirahat, dan mengistirahatkan tubuhnya hanya di kasur ini menjadi saksi bisu perjalanan Tama ke benua Eropa.


Tidur sebentar adalah kuncinya untuk merefresh otaknya kembali, sebelum Tama kembali ke tanah air.


Beres packing barang-barang, Reksa dan Tama meninggalkan hotelnya. Mereka berdua keluar hotel dengan menggeret kopernya, dan satu tangannya untuk menerima telepon dari sang istri.


Keduanya memakai pakaian santai, dengan atas bawah berwarna hitam, dan kacamata bertengger di hidungnya. Siapa saja yang melihatnya pasti tidak menyangka, bahwa CEO Abadi Group sudah memiliki seorang istri.


Mereka berjalan beriringan dengan kesibukan masing-masing, tidak menyadari tatapan kaum hawa yang menghipnotis-nya, ada yang mengaguminya, ada pula yang ingin menjadi istrinya.


Kedua lelaki dewasa cuek saja tanpa mau menanggapi, mereka memilih fokus pada jalan di depannya, daripada nanti terjatuh kan malunya dua kali lipat.


Mereka baru saja melakukan bording, lega rasanya bisa kembali ke tanah air tercintanya, meskipun harus menunggu pesawat di ruang tunggu bandara, tidak jadi masalah yang penting bisa segera memeluk candunya yang hampir dua minggu Tama rindukan.


Setelah mendengar pemberitahuan pesawat tujuan Indonesia, keduanya beranjak dari duduknya dan menggeret kopernya untuk masuk ke dalam kabin pesawat.


Selesai mendengar pengarahan dari pramugari maskapai, pesawat sudah Take off meninggalkan bandara internasional Munich, pesawat sudah mengudara di langit benua Eropa.


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah hari, mereka berdua sudah tiba di Bandara internasional Soekarno-Hatta. Tama langsung melanjutkan perjalanan ke Solo mengunakan pesawat, sedang Reksa kembali ke apartemen-nya, dan menghandle pekerjaan di sini selama Tama masih di Solo...


Hampir satu jam melakukan penerbangan di udara, pesawat yang Tama tumpangi sudah mendarat di bandara Adi Soemarmo Solo.


Tidak membutuhkan waktu lama, Tama sudah dalam perjalanan menuju rumah mertuanya. Rencananya Tama ingin menyewa hotel untuk beberapa malam, supaya bisa menghabiskan waktu berduaan dengan sang istri tanpa ada gangguan, atau rasa perkewuh dengan mertuanya.


Baru saja turun dari mobil, berjalan ke rumah mertuanya, dan berniat untuk mengketok-ketok pintu rumah mertuanya, tetapi tidak di sadari pintunya sudah terbuka dulu dari dalam, seseorang yang membuka pintu adalah Adik iparnya.

__ADS_1


__ADS_2