Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 116


__ADS_3

Setelah keadaan kondusif, mereka memutuskan melanjutkan obrolan di ruang tamu. Di ruang tamu sudah ada Dana, dan Dapi yang anteng bermain dengan Om nya, mereka berdua bergelayut manja di lengan Om Sa.


"Ita itu Lindu Om tahu!" ucap Dapi dengan bibirnya mengerucut lucu.


Siapa yang melihatnya pasti akan terkekeh, dan tergemas .


"Sama Om juga rindu banget sama kalian berdua, makin pintar dan membuat Om semakin kangen dengan keponakan Om yang paling tampan ini!" sahut Reksa yang mencubit pipi chuby keponakannya.


"Om mah sukanya ubit-ubit pipi Api, ental hanteng nya hiyang lho Om." Ujar Dapi dengan pipi nampak menggembung seperti sedang makan permen.


"Halah-halah keponakan Om, masih ganteng, masih ganteng an Om ding haha...." Reksa tertawa terbahak-bahak, Reksa sangat suka membuat dua keponakannya ngamb, bagi nya itu adalah hiburan tersendiri untuknya.


Setelah mereka sedikit bercanda, bercerita, tiba saatnya Om Reksa dan dua kembar sedang bermain kuda-kudaan.


Om Reksa kali ini yang menjadi kuda bagi si kembar, banyak tawa, canda tercipta diantara mereka bersama.

__ADS_1


Mereka bertiga bermain nampak sangat happy sekali, Dana dan Dapi mereka bergantian naik keatas panggung nya Om Reksa.


Tama dan Kanaya yang menyaksikan putranya bisa tertawa lepas, membuatnya ikut bahagia melihat malaikat kecilnya bisa bermain dengan Om kesayangannya.


Meskipun mereka tidak tinggal satu atap, tetapi kedekatan antara keduanya patut diacungi jempol.


Waktu semakin malam, dua putranya juga sudah mengantuk, Om Reksa pun juga sudah pamit pulang. Tinggallah mereka berempat sedang berada di ruang keluarga, Dana dan Dapi berkali-kali sudah menguap, kepalanya pun sudah bergelayut manja dengan sang Bunda.


**********


Setelah si kembar tertidur di kamarnya, tinggal Tama dan Kanaya. Mereka sedang bersandar di dasboard tempat tidur nya, Kanaya nampak nyaman sekali berada di dada bidang sang suami.


"Iya, tidak menyangka mereka sudah makin besar mungkin saatnya mereka punya adik baru, siapa tahu nanti di kasih anak-anak perempuan yang lucu sebagai teman Bundanya." sahut Tama ingin menggoda sang istri, siapa tahu dari hasil bercandaan harapan nya terkabul untuk memiliki anak perempuan nan lucu, dan cantik.


"Apa mas punya adik?" tanya Kanaya yang sok mendengar perkataan sang suami, tiba-tiba suaminya membahas anak perempuan, sedangkan dirinya saja masih ngilu membayangkan hamil dan melahirkan.

__ADS_1


"Iya sayang, sudah siap hamil lagi kah?" Tama melempar pertanyaan ke sang istri, alisnya terangkat naik turun untuk menggoda sang istri, menggoda sang istri adalah hobi barunya makanya Tama suka melihat ekspresi wajah istrinya.


"Hamil saja sendiri!" ucap Kanaya membalikkan badannya membelakangi tubuh sang suami.


Kanaya terus saja komat-kamit, ngedumel berkat pertanyaan suaminya yang kelewatan mengemaskan, dan menyebalkan membuatnya mau tidak mau ingin menjambak-jambak rambut suaminya.


"Bunda, maaf tadi bercanda tetapi kalau siap hamil lagi, aku siap kok bikin Bunda enak sampai merem-melek ." Ujar Tama.


"Bo do amat!" sahut Kanaya dengan sewot.


Tidak ada lagi kata yang terucap diantara keduanya, mereka berdua sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.


Tama berniat untuk meminta maaf duluan, tetapi di urungkan mendengar suara dengkuran halus sang istri yang sudah bermimpi indah di pulau kapuk.


***Nb: Terimakasih atas dukungannya yang sudah suka sama cerita-cerita recehku, berkat kalian semua othor punya penghasilan setiap bulannya.

__ADS_1


Bisa berkorban tahun ini, ada rasa bangga tersendiri bisa menghasilkan meskipun masih banyak kekurangan.


Selamat hari raya idul adha***


__ADS_2