Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 44


__ADS_3

***Happy reading


Selamat membaca cerita autthor yang sedikit gaje, jangan lupa like, dan votenya di tunggu selalu***.


Sudah dua minggu ini suaminya tidak pulang ke Solo, bukan berarti sedang marahan atau sedang bertengkar. Murni suaminya tidak pulang untuk menemuinya, karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. ada rasa rindu yang menggunung di lubuk hatinya, tetapi Kanaya berusaha untuk menahannya, karea.


Menangisi pun percuma, suaminya tidak akan pulang dengan cepat seperti harapannya, karena suaminya sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dengan kakaknya Reksa.


Kanaya sedang menggulingkan tubuhnya kanan-kiri, mencari posisi yang nyaman adalah harapannya, karena Kanaya ingin menutup kedua matanya tetapi susah untuk terpejam.


Bayangan suaminya menari-nari di kepalanya, masa indah terkenang sangat indah di pelupuk matanya, terbayang jelas senyum mengukir indah lesung pipi diwajahnya sang suami, itu yang membuat Kanaya jatuh bangun mencintai suaminya.


Menikmati kenangan bersama sang suami membuat Kanaya senyum-senyum sendiri, membayangkan saja sudah membuatnya .


Tiba-tiba ponselnya berdering membuyarkan lamunannya, yang sedang menikmati posisi ternyaman-nya di kamar penuh dengan cinta bareng suaminya.


Uuuhhh ganggu saja


Tangannya terulur untuk mengambil ponselnya yang di letakkan di atas nakas kamarnya, rasanya menyebalkan keasikan sedikit terusik dengan suara ponsel yang berdering terus-menerus.


Wajah yang menyebalkan tergantikan dengan senyum yang lebar, di layar ponselnya tertera nama sang suami. Tidak butuh waktu lama, Kanaya buru-buru mengangkat panggilan Tama suaminya.

__ADS_1


Wajah Tama langsung terekspos dengan jelas, meskipun di sana waktunya sudah malam, tetapi wajahnya Kanaya langsung berbinar-binar melihat sang suami yang nampak Tampan dengan kaos putih, dan celana boxer yang hanya menutupi area tertentu suaminya.


Seksinya suamiku


Kanaya terbengong-bengong mendengar suara Tama yang mendayu-dayu sangat indah, seperti seorang ibu yang menyanyikan lagu penghantar tidur untuk Anaknya.


🍭🍭🍭


Tama sedikit menghela nafasnya, dan menarik nafasnya berulang-ulang. Sesungguhnya rindu ini berat, karena ini perjalanan pertamanya setelah berstatus menjadi seorang suami. Dua minggu tidak di Cass baterainya sudah lowbat, yang di ingatnya hanyalah pulang ke tanah air bertemu dengan sang istri.


Tama sudah bertekad untuk segera menyelesaikan pekerjaannya, yang rencananya akan di luar negeri sepuluh harian tetapi Tama memutuskan untuk mempercepat kepulangannya, dan segera untuk pekerjaan di sini demi cinta seorang CEO dengan adik sahabatnya sendiri hehehe.


Tama sudah kembali ke hotelnya, Reksa pun juga sama. Mereka tidak satu kamar, terpisah hanya dinding kamar yang menjadi penghalang keduanya.


Rasa kantuknya mengalahkan rasa rindunya dengan sang istri nan jauh di Indonesia. Rasa rindu membuncah di lubuk hatinya, membuatnya sulit untuk memejamkan kedua matanya.


Tama memutuskan untuk menghubungi sang istri, meskipun perbedaan waktu yang berbeda jauh. Di tempatnya sudah larut malam, sedang di tempat istrinya mungkin masih siang, akhirnya memutuskan untuk meneleponnya karena rindu yang tak bisa di sembunyikan semenjak pagi.


"Assalamu'alaikum Sayang...." Sapa Tama dengan wajahnya yang sumringah.


"Walaikumsalam, Mas lagi apa? udah makan belum?" tanya Kanaya beruntun. Kanaya tidak sabar untuk mengetahui kabar maupun kondisi sang suami.

__ADS_1


"Aduuuhh istri Mas yang cantik ini, kalau tanya satu-satu dong, Mas sampai bingung mau jawab yang mana dulu?"


"Hehehe Mas mah nggak pulang-pulang, seperti bang Toyib..." Sahutnya Kanaya.


Mereka bercerita banyak, tentang keseharian mereka selama tinggal terpisah, dan tidak saling bertemu. Biasanya setiap weekand suaminya pulang, tetapi sekarang ini malah bekerja karena ada perjalanan bisnis ke luar negeri di Eropa.


🍭🍭🍭


Setelah menghubungi sang istri, rasanya begitu lebih tenang, dan rasa rindu sedikit terobati meskipun hanya melalui layar ponselnya itu sudah bisa mengobati rasa segudang rindunya kepada sang istri yang berada di Solo.


Kanaya juga tidak kalah bahagianya mendapatkan telepon dari sang suami, sedikit rasa itu terobati, meskipun hanya melalui video call singkat.


"Sweet dream sayang...." Kanaya mengecup galeri foto suaminya yang berada di ponselnya, berharap rasanya tersampaikan.


Kanaya bisa istirahat dengan damai, dan tidurnya lebih nyenyak karena pujaan hatinya seperti Ada sepasang tangan kekar milik suaminya seperti sedang memeluknya dari belakang.


Sedikit nggak apa-apa ya? yang penting autthor bisa Up hehehe.


Jangan lupa untuk mampir ke berada autthor ya, ada cerita autthor lainnya lho.


Tinggalkan jejak like, komentar, Rate-nya, dan votenya biar author semangat dalam Up setiap hari.

__ADS_1


Terimakasih untuk yang terkasih, yang sudah meninggalkan jejak komentar, like, vote, Rate-nya di cerita autthor .


__ADS_2