
Tidak kurang dari dua bulan lagi, Naya akan melahirkan dedek kecilnya, akan bertemu dengan malaikat kecilnya.
Kini Usia kehamilan Naya sudah memasuki bulan ke tujuh, di bulan ke tujuh ini Naya ingin membuat acara syukuran kecil-kecilan. Untuk memperingati usia kehamilan calon dedek kecil, yang masih nyaman di perut sang Bundanya.
"Mas."
"Apa Yank?"
"Bolehkah Naya bikin syukuran kecil-kecilan untuk calon dedek kecil, Mas."
"Acaranya hanya mengundang anak-anak panti asuhan, dan pengajian gitu Mas."
Ujar Naya mencoba menjelaskan perihal acara ke suaminya.
"Boleh saja sayang, tapi ingat kamu tidak boleh capek-capek harus bisa menjaga dedek kecil di dalam perutnya bunda ya."
Sahut Tama yang memperingati istrinya, supaya berhati-hati.
"Ahsiap Papa."
Naya menirukan suara anak kecil, suara my twins.
"Istrinya Mas pintar nya."
Puji Tama di depan sang istri langsung.
__ADS_1
*****
"Nda, Papa nya ana agi?"
tanya My twins yang celingak-celinguk mencari sang Papa.
MEREKA baru saja melihat Papa nya mengobrol dengan Mama nya, kenapa sekarang tidak ada? kemana perginya?
Otak kecil nya terus saja berkelana kemana-mana? mencari jawaban tentang Papa nya yang tiba-tiba menghilang, tidak ada di tempat.
"Papa nya sudah pergi, katanya ada janji dengan teman nya, emang kenapa sih? hmmm."
"Ndak apa-apa Nda, hanya ingin tahu saja kog bukan ada yang lainnya Nda, kami sayang kalian."
My twins menghambur ke pelukan Bundanya, mengecup pipi kanan kiri.
*******
"Pah."
"hmm"
"Papah mah kalau di ajak bicara cuma hmm saja, apa enggak ada kata yang lain kek, bosan Mama dengernya."
Tutur Mama Nisa protes ke suaminya. Bibirnya persis seperti si kembar yang sudah mencebik kesal.
__ADS_1
"Kenapa mah? bibirnya kog begitu, apa kurang uang belanja yang Papa kasih mah."
Papa Adi menghentikan membaca koran, meletakkan diatas meja, lalu memandangi wajah istrinya.
"Bukan, bukan masalah uang Pah."
"Terus!"
"Mama kangen sama si kembar, Pah! Sudah lama kita tidak pernah datang ke rumahnya, terakhir kapan ya? Mama sampai enggak ingat terakhir kita ke sana!"
Mama Nisa berbicara merengek-rengek duplikat si kembar. Papa Adi sampai senyum-senyum sendiri melihat tingkah sang istri yang kelewatan lucu.
"Papah kog malah senyum-senyum gitu, apa ada yang lucu?"
tanya Mama Nisa yang suka salah tingkah Bila di pandanganin terus oleh suaminya.
Meskipun bukan pandangan yang pertama, tetapi pandangan seperti ini yang membuat dirinya semakin jatuh cinta dengan suaminya.
Tidak ada komentar apapun, Papa Adi langsung bergeser memeluk sang istri begitu erat . Menumpahkan rasa cintanya, meskipun usia tak muda lagi, jangan di tanyakan stamina tidak kalah sama yang muda.
Papa Adi membopong tubuh istrinya untuk di baringkan di tempat bikin mata terjaga, pandangan mata yang sayu. Papa Adi semakin yakin bahwa sang istri menginginkan yang sama dengan dirinya, perempuan yang menemani dirinya dalam perjalanan.
Tidak tahu siapa yang memulai, keduanya sudah terlepas pakaian nya. Posisinya sangat dekat, seperti tidak ada celah untuk mereka tidak untuk saling memandang penuh cinta.
Mereka menikmati perannya sebagai artis, artis yang membuat keduanya tersenyum puas, bahwa permainan yang di mainkan keduanya sungguh sangat luar biasa.
__ADS_1
Mama Nisa sampai geleng-geleng kepala nya, suaminya membuat dirinya semakin tak berdaya dengan jenid permainan yang berbeda-beda setiap kali mereka peran kan sembunyi-sembunyi di atas ranjang.