Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 27


__ADS_3

Satu minggu setelah acara lamaran, Kanaya seperti biasanya melakukan aktivitas masuk sekolah karena tinggal tiga bulan lagi Kanaya akan lulus sekolah.


Masalah mau melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi ibu rumah tangga, semuanya perlu di bicarakan dulu kepada suaminya, toh sebentar lagi Kanaya akan menikah mengikuti suaminya ke Jakarta.


Di ruang kelas suasananya begitu sepi, pagi ini Kanaya berangkat sekolah kepagian, karena alam diatas nakasnya sudah menunjukkan siang, ternyata oh ternyata jam di sekolah beda sekali dengan jam yang ada di kamarnya.


Kanaya celingak-celinguk mencari keberadaan temen-teman satu kelasnya, tetapi yang ada hanya bangku dan kursi kosong.


Kanaya mendudukkan pantatnya, tiba-tiba terdengar suara aneh di dalam kelasnya yang membuat Kanaya bergidik ngeri.


"Jangan-jangan di kelas ini ada setannya." batinnya Kanaya.


Kanaya berniat beranjak dari duduknya, ada suara langkah kaki yang mulai masuk ke dalam kelas. Niatnya keluar kelas Kanaya urungkan, karena sudah ada teman yang mulai berdatangan ke kelas.


"Lega rasanya." guman Kanaya mengelus dadanya.


"Kamu kenapa, Nay?" tanya Maldifa Yang baru saja masuk ke dalam kelasnya.

__ADS_1


"Nggak pa-pa, Dif." Jawabnya.


"Dina mana, Dif?" tanya Kanaya untuk mengalihkan pembicaraan.


"Belum datang kayaknya, Nay." Jawabnya.


"Tumben kamu sudah di kelas, Nay?" tanya Difa yang penuh rasa curiga.


"Tadi Aku kepagian, gara-gara jam bekerku yang tidak berfungsi." Jawabnya Kanaya dengan wajah lesunya.


"Seharusnya tadi Aku percaya sama ibu, kalau percaya sama ibu pasti kejadian Aku tidak terdampar di kelas seperti ini. Rasanya ingin ngamuk, tetapi sama siapa? pokoknya hari ini Aku sebel banget, gara-gara itu jam Aku bangun tidur terlalu pagi."


"Hai Nay, hai Dif...." Sapa Andina menghampiri keduanya yang sepertinya sedang mengobrol..


"Kenapa Nay mukanya kok di tekuk gitu seperti tidak di kasih uang jajan saja?" tanya Andina yang tidak ada basa-basinya.


"Lagi malas saja!" Jawabnya Kanaya seenaknya.

__ADS_1


"Tumben, biasanya juga ceria." Kata Dina yang sudah duduk di sebelahnya Kanaya, mereka menopangkan dagunya saling melirik satu dengan yang lainnya.


***


Di Jakarta..


Setelah acara lamarannya di terima pihak dari keluarga calon istrinya, Tama dibuat uring-uringan karena acara pernikahan di percepat satu bulan kemudian.


"Ahh rasanya kepala mau pecah saja memikirkan pernikahan, dan perusahaannya yang sedikit lagi ada masalah." guman Tama menjambak rambutnya sendiri. Tama berusaha mengontrol emosinya yang tiba-tiba ingin meledak, masalah perusahaan belum selesai, di tambah kabar pernikahannya yang tinggal satu bulan lagi.


"Di perusahaannya, Tama sedang memimpin rapat pemegang saham, karena hari ini rapat terakhirnya untuk memutuskan para investor yang menanamkan sahamnya di perusahaannya."


Rapat kali ini perdebatan sangat sengit, karena banyak yang meragukan kemampuan Tama, yang notabenenya anak pewaris Abadi Group, merupakan putra dari Adi Wiratmaja dan Annisa Wiratmaja.


Setelah perdebatan yang alot, akhirnya rapat sukses sesuai kesepakatan. Para investor menanamkan sahamnya di perusahaan Abadi Group yang di pimpin oleh Wiratama Wiratmaja.


"Satu minggu berada di Inggris, Tama kembali ke tanah air! karena perusahaan cabangnya sudah stabil, maka Tama memutuskan untuk pulang ke Indonesia lebih awal dari jadwalnya dua minggu ke depan."

__ADS_1


Malam ini mereka berdua melakukan penerbangan dari Inggris menuju tanah air, penerbangan yang memakan waktu yang tidak sebentar , membuat keduanya tertidur sangat nyenyak di dalam pesawat.


Tahu-tahu mereka berdua sudah sampai Indonesia, sampai di bangunkan oleh pramugari.


__ADS_2