
Kedua orang tuanya Kanaya sudah kembali ke Solo sejak satu minggu yang lalu, Kanaya juga sudah terbiasa jauh dengan orang tuanya, meskipun terkadang kangen dengan kampung halaman, tetapi sebisa mungkin Kanaya menahannya demi mengikuti sang suami.
Kehidupan rumah tangga Kanaya semakin hari semakin bertambah bahagia, berulang-ulang Kanaya sangat bersyukur mempunyai mertua yang menyayanginya, dan suami yang sangat mencintainya.
Seperti pagi ini mereka sedang sarapan bersama, rencananya Kanaya dan Tama akan memeriksakan kandungannya sebelum berangkat ke kantor.
Tama berencana akan ke kantor siang hari, setelah menemani sang istri untuk periksa kehamilan.
"Ma, Tama dan Kanaya berangkat dulu ya." Ucap Tama mencium pipi kanan kiri bergantian.
"Duluan ya pa!" ucap Tama kembali sembari mengecup punggung tangan papanya.
"Iya hati-hati jaga baik-baik cucu Mama, penerus Wiratmaja." sahut mamanya Tama memberikan sedikit wejangan.
"Siap Nyonya besar." ucap Tama sikap siap, dan memberikan hormat dengan mamanya, dan papanya.
"Kami duluan pa, ma!" pamit Kanaya yang menyeret tangan suaminya, untuk meninggalkan ruang makan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB, rencananya mereka berdua akan bertemu dengan sang dokternya pukul 09.00 WIB.
"Ayo mas nanti keburu terlambat.." ucapnya sedikit tidak sabaran, tangannya terus saja menggenggam tangan sang suami. Rasanya seperti durian runtuh, air sangat khawatir bila terjadi apa-apa dengan kandungannya.
"Iya sayang, sabar dikit ya.." Ucap Tama mengelus puncak kepala istrinya yang tertutup dengan balutan hijabnya, sesekali menciumi keningnya.
__ADS_1
Setelah di tenangkan sang suami, Kanaya memilih diam saja memperhatikan jalanan yang sedikit macet.
⭐⭐⭐
Setelah memprakirakan mobilnya, mereka berdua turun dengan tangan yang saling bertautan. Sesekali mereka melempar senyum, tidak segan-segan Tama mengusap-usap puncak hijab sang istri.
Selesai melalui prosedur, dan proses pendaftaran ulang. Mereka sudah duduk di ruang tunggu pasien, ada perasaan cemas, takut bila kandungannya kenapa-kenapa,
maklum sebagai calon orang tua baru membuatnya sedikit deg-degan menanti sang buah hati.
Tidak berselang lama namanya di panggil, mereka berdua sudah duduk di tempat duduk yang di sediakan ruangannya.
"Ada keluhan apa, buk?" tanya sang dokter.
"Itu hal yang biasa yang di alami ibu hamil, buk! ibu jangan khawatir ada suami yang selalu siaga untuk ibu." sahutnya sang dokter memberikan wejangan untuk calon ibu baru.
"Mungkin ada yang bapak tanyakan?" tanya sang dokter sedikit tersenyum tipis.
"Hmmm itu dok, boleh nggak dok suami nengokin dedeknya.." ucap Tama menggaruk tengkuknya.
"Mas, apa-apaan sih nanyain yang begituan, Kanaya malu." sahut Kanaya mencubit pinggang, dan perut sang suami.
"Ahhh aaaauu..." Ringkasan Tama akibat cubitan maut sang istri, membuatnya mengadu kesakitan.
__ADS_1
"Sang dokter pun menanggapi dengan senyuman tipis."
"Hal yang biasa buk, yang di tanyakan para suami pasti ujung-ujungnya kasur." Tutur sang dokter tentang masa lalunya yang selalu minta duluan.
Setelah melakukan serangkaian acara pemeriksaan, meliputi pemeriksaan secara umum, dan melakukan USG sengaja mereka untuk di cetak. Sebagai bentuk kenang-kenangan si kecil, sebagai bentuk kasih sayang keduanya kelak si kecil dewasa nanti.
Mendapatkan wejangan banyak hal, Kanaya hanya tertunduk malu-malu sedang Tama hanya senyum-senyum sendiri, mereka keluar dari ruangan tersenyum menunjukkan bunar bahagia di kedua matanya Tama.
Rasanya ingin pergi ke kutub Utara, supaya tidak mendengar pertanyaan suaminya yang menanyakan ke hal-hal yang lebih intim, batinnya Kanaya.
"Mas iiihhhh, malu-maluin.." ucap Kanaya yang sudah menyandarkan kepalanya di ruang tunggu sembari menunggu vitamin di depan apotek.
"Enggak pa-pa yank, tapi mas suka lho!" sahutnya Tama menaikkan turunkan alisnya.
Mendengar jawaban sang suami, Kanaya memilih terdiam menikmati usapan lembut di kepalanya yang tertutup hijab.
*Duh kog bikin ngantuk ya, batinnya Kanaya memilih menikmati dekapan hangat sang suami.
Dear readers setia
Selamat menunaikan ibadah puasa
Hari ke-7
__ADS_1
Semoga segala kebaikan kita di terima sama Allah SWT*.