
Satu minggu berada di rumah sakit, Naya terus saja merengek ingin pulang dengan alasan kangen dengan si kembar. Semenjak putri kecilnya terlahir ke dunia, baru sekali si kembar di bawa ke rumah sakit, bukan tanpa alasan Ken melarangnya, itu semua di lakukan untuk kesehatan si kembar, menurut nya di rumah sakit tempatnya tidak higienis.
"Mas kita pulang hari ini ya, Naya juga sudah sehat untuk gendong Putri kecil kita, Mas." Ucap Naya merengek minta pulang.
"Tidak boleh! kamu belum sehat betul, nunggu beberapa hari lagi sampai kamu di bolehkan pulang oleh dokter nya, Aku takut nanti kalau di rumah kamu kenapa-kenapa gimana, Bun?"
Tutur Tama dengan kekhawatiran tingkat dewwa, rasa cemas yang berlebihan.
"Aku itu enggak sakit berat, aku hanya lahiran! lihat aku sudah bisa jalan sambil gendong dedek "
Naya sangat kekeh ingin pulang hari ini, menurutnya badannya juga sudah sangat sehat, tidak ada hal yang perlu di khawatirkan lagi ada ibu juga yang mau membantu merawat putrinya.
"Tapi Bun?"
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya harus pulang hari ini kasihan si kembar Mas bila harus berlama-lama di sini!"
Naya selalu kekeh pada pendiriannya, tidak ingin membuat si kembar cemburu dengan adik kecilnya. Naya sangat kurang sekali memperhatikan si kembar, semenjak dirinya berada di rumah sakit. Untung ada Mama Nisa yang menjaga my twins di rumah, Alhamdulillah banget mereka tidak rewel walaupun sesekali menangis mencari dirinya.
Setelah visite dokter untuk Naya sendiri, dan putri kecilnya, dokter pun juga sudah membolehkan pulang. Akhirnya dengan berat hati Tama mengikuti kemauan istrinya, dengan atas rekomendasi dokter yang merawat istri dan putrinya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, sesudah Tama menyelesaikan urusan tagihan rumah sakit. Mereka langsung di perbolehkan pulang, ada ibu Melati yang menggendong cucunya, ada Naya yang duduk di kursi roda dan di dorong Tama suaminya.
******
Wellcome Baby girl
Ada tulisan terpampang di pintu masuk, semua itu ulah si kembar ingin menyambut adik kecilnya yang akan pulang hari ini. Kepulangan adik kecilnya, Bunda, Papa dan nenek sangat di nantikan si kembar. Sampai-sampai si kembar menunggu di ruang tamu, bila sudah tiba di rumahnya, si kembar ingin orang pertama yang membukakan pintu untuk adiknya.
Klekkk.....
Pintu depan sudah di buka dari luar, membuat my twins sendiri terkejut karena pintu sudah di buka langsung dari luar.
"Yeeeaaaahhhh adik Puyang, adik kecil Puyang..." seru my twins girang dengan bahagia. Tubuh montok nya berputar-putar, dan meliuk-liuk sempurna seperti penyanyi dangdut.
"Nda, Ita lindu sama Nda."
My twins memeluk mesra Bundanya, tidak ingin melepas pelukan wanita yang melahirkan nya, sudah satu minggu tak bertemu.
"Bunda juga rindu dengan Mas."
__ADS_1
Naya membalas pelukan hangat si kembar, dan memeluknya sangat erat.
"Dedeknya mana Nda?"
tanya my twins, ekor matanya mendongak menatap manik mata Bundanya ingin minta penjelasan yang sang Bunda.
"Dedek di gendong nenek, Mas."
"Nenek Ati?"
"Iya sayang..."
Mereka langsung melepaskan pelukan dari Bundanya, dan beralih langsung ke tempat sang nenek yang sudah duduk dengan senyuman.
"Cup Cup Cup Cup..."
my twins menghadiahi ciuman untuk adik kecilnya, tangan kecilnya mengelus-elus pipi montok adiknya.
"Wellcome adik kecil, mas sayang adik."
__ADS_1
My twins mengecup jari-jari adiknya, sang adik pun langsung merespon baik ucapan mas nya....