Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 167


__ADS_3

Di kamar my twins sedang ada keributan kecil, mereka tidak mau di mandikan sang nenek atau Oma nya. Mereka saling kejar mengejar seperti cerita dalam sinetron, tak khayal kedua generasi tua tertawa terbahak-bahak melihat cucu-cucunya yang sulit di tangkap, mereka persis seperti belut.


"Ayo kejal Ita Oma, nenek.."


Ucap si kembar yang sudah ngos-ngosan, mereka menghentikan larinya karena merasa diatas angin.


"Capek, boyok nenek enggak kuat!"


Ibu Melati memegangi pinggangnya yang nyeri, terasa sangat pegal-pegal sekali.


"Sama dong Oma juga tidak kuat, bukan begitu Bu Melati?"


Oma Nisa pun juga menimpali ucapan besannya, emang bener pinggang rasanya sangat nyeri.


"Betul Bu Nisa."


Ibu Melati mengacungkan jari jempolnya, keduanya memberikan kode lewat kedipan matanya.


"Uhhh payah Oma sama nenek, ndak kuat kejal Ita ya."


Ejek my twins merasa menang diatas angin, jari jempol pun di buat terbalik. Sungguh si kembar sangat gemesin, meskipun terkadang suka usil.


Kedua wanita paruh baya saling melirik, mereka sedang menyiapkan strategi khusus untuk menangkap si kembar yang seperti belut.


Satu, dua ti..ga keduanya beranjak untuk menangkap my twins yang sedikit lengah, My twins sendiri tidak menyadari perempuan paruh baya berada di kamarnya ternyata tengah merencanakan siasatnya.


"Haahahaha kalian kena dech!"


Mereka langsung menangkap satu-persatu dan memeluknya dari arah belakang.


******

__ADS_1


Di meja makan my twins sudah duduk anteng di bangku nya masing-masing, mereka nampak diam saja sembari menopang dagunya. Ekor matanya melirik ke sudut ruangan, sepi, tidak ada orang yang datang ke tempat makan.


"Kemana meleka ya bang?"


tanya mas Ara.


"Mungkin belum bangun kali, dik."


jawabnya Mas Atya.


"Hmm."


Hampir 5menit akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah keluar dari kamarnya, mengingat peristiwa pagi tadi yang endingnya dirinya harus kalah sama perempuan paruh baya yang kece-kece yang berjalan kearahnya.


"Nenek.."


panggil Mas Atya.


"Oma.. "


Si kembar langsung menghambur ke pelukan perempuan paruh baya, mereka langsung melingkar tangan nya di ceruk leher keduanya.


"Cup, cucu Oma yang tampan."


"Cup, cucu nenek yang ganteng."


Keduanya langsung menghadiahi ciuman bertubi-tubi di wajahnya si kembar, sampai my twins kegelian sendiri akibat ulah nenek, dan Oma nya yang langsung menyerbunya tanpa henti.


******


Di kamar utama, kedua pasangan suami isteri baru saja keluar dari kamar mandi. Mereka baru saja mandi bersama, dan tentunya mandi plus-plus.

__ADS_1


Semenjak usia kandungan istrinya memasuki 7bulan, istrinya semakin seksi, cantik, di bagian tertentu sungguh sangat menggoda. Mana bisa Tama menahan pesona istrinya? tubuhnya makin berisi, membuat Tama langsung On tiap kali berdekatan dengan sang istri.


"Kamu makin seksi, goyangan nya sungguh aduhai." bisiknya Tama tepat di ceruk leher Naya. Bulu Roma Naya langsung berdiri mendapatkan sentuhan bibirnya suaminya, yang membuat sensasi yang berbeda.


"Jauh-jauh mas, jangan mulai dech nanti kita seharian mandi terus, apa kata orang tua kita mas? pasti mereka akan menggoda ku."


Ujar Naya menjauhi terpaan jambang suaminya.


"Wkkkkwkkkk... enggak bisa nolak kan sayang, pesona suami mu ini. Gini-gini suamimu bikin kamu menjerit kan nama ku kan tiap kali kita main kuda-kudaan."


Ucapan suaminya yang absurd membuat pipi nya Naya bersemu merah, dengan membayangkan kegiatan barusan di kamar mandi, membuat Naya malu-malu tapi mau.


"Ahhh mas jangan mulai dech gombal nya."


sahut Naya yang pura-pura tidak mendengar suaminya tentang main kuda-kudaan."


"Blusshhh, kenapa pipinya Bunda merah seperti tomat?"


"Hmmm, anu?"


Bibirnya Naya tercekat untuk membalas ucapan suaminya, suaranya hanya mampu di ucapkan di dalam hatinya.


"Auuhhh akkhh.."


Tutur Naya yang merasakan tendangan si kecil di dalam perut.


'


"Kenapa Bun?"


tanya Tama penuh rasa kekhawatiran.

__ADS_1


"Dedek nya nendang mas, mungkin si kecil tahu bahwa Papa nya suka main kuda-kudaan nengokin dedek."


jawab Naya asal, tetapi mengundang tawa untuk Tama.


__ADS_2