Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 42


__ADS_3

Kanaya sedikit terusik dengan tidurnya, seperti ada beban berat menimpa perutnya, rasanya susah untuk di gerakan. Ada yang berbeda perasaan suaminya pulang ke Solo, tetapi semuanya seperti mimpi, jika ini mimpi jangan bangunkan Kanaya biarkan mimpi ini menjadi pengobat rinduku untuk suami tercinta.


Dirasa seperti sedang bermimpi, Kanaya memilih memejamkan kedua matanya kembali, meskipun sedikit terusik tetapi tidak membuat Kanaya untuk membuka matanya untuk melihat beban di perutnya.


Semakin ke sini, semakin pula Kanaya menenggelamkan wajahnya ke dada bidangnya Tama. Suara dengkuran halus menandakan bahwa sepasang suami isteri sedang terlelap dalam tidurnya.


🍭🍭🍭


Matahari tenggelam meninggalkan senja yang indah, dua insan yang saling mencintai tengah terlelap dalam dekapan mesra. Kanaya tidak menyadari bahwa yang Dia peluk bukan mimpi belaka, melainkan nyata apa adanya.


"Nnngghhhh..." Kanaya terusik dengan suara adzan Maghrib berkumandang dengan sangat merdunya.


Kanaya mulai menggeliat tubuhnya, dan menyesuaikan cahaya gelap gulita kamarnya. Berusaha untuk bangkit dari tidurnya, tetapi ada beban di perutnya seperti kayu. Tangannya tidak tinggal diam mencari ponselnya, atau lampu saklar diatas nakasnya, nihil tidak ketemu.


Tangannya tidak sengaja menyenggol lengan, tetapi siapa? apa jangan-jangan ada setan ya di kamar ini? Penglihatannya sudah di buka lebar-lebar, yang ada hanya bayangan hitam yang ada di memori kepalanya.


Ahhh ada setan...." teriaknya sangat keras. sehingga Tama kaget, dan malah mengeratkan pelukannya. Teriaknya Kanaya sampai telinganya Tama yang sedang tertidur lelap, dan sedikit terusik.


Tama langsung membukam bibir istrinya dengan punggung tangannya, takutnya kedua mertuanya ke kamarnya, dan membuatnya mati kutu karena niatnya untuk membuat surprise ke istri malah Tama sendiri yang kerepotan menghadapi ketakutan Kanaya.

__ADS_1


Tama mulai menyalakan lampu di ponselnya, dengan posisi Tama masih memeluknya sangat erat.


"*Ina Mas Tama, Nay..." ucap Tama yang tidak mengalihkan tatapannya. Keempat matanya beradu pandangan, mereka menyelami makna terdalam di lubuk hatinya.


'"Iihhh Mas mah gitu, nggak lucu..." Sahutnya Kanaya dengan bibirnya yang sudah mengerucut beberapa centi meter.


"Cup..." ini untuk istri Mas yang cantik.


"Cup..." ini untuk yang tersayang, kesayangan Mas*..


Kanaya sudah dibuat merah merona oleh sang suami, rasanya sangat malu sekali, terus saja menundukkan kepalanya tanpa mau menatapnya.


🍭🍭🍭


"Nay, bangun sudah adzan..." Tutur sang ibu dari luar kamarnya.


"Iya Bu, Nay sudah bangun..." teriaknya Kanaya dari dalam kamarnya.


"*Ya sudah cepat turun, ajak Nak Tama juga..." Ucap Ibunya dari luar.

__ADS_1


"Nggih Bu, siap laksanakan..." Sahutnya Kanaya*..


Tanpa ada pertanyaan ke suaminya, Kanaya sudah beranjak dari kasurnya untuk membersihkan tubuhnya sebelum melaksanakan perintah-Nya yangESA.


Tama mengikuti dari belakang, seperti sang anak mengekor ke ibunya, akhirnya mereka mandi bersama tanpa melakukan menyirami tanaman yang satu minggu tidak di rawatnya.


Setelah mandi, keduanya baru saja menjalankan perintah-Nya. Selesai mengucapkan salam, Kanaya mengecup punggung tangan sang suami, dan sebaliknya Tama mengecup kening sang istri.


🍭🍭🍭


Keduanya sudah keluar kamar, mereka sudah bergabung dengan keluarganya di ruang makan. Kebetulan Reksa sedang pulang ke Solo juga, karena pekerjaan yang padat sudah di selesaikan sebelumnya.


Satu keluarga sedang menikmati kebersamaan, jarang-jarang kak Reksa pulang ke rumah Solo. Adiknya Kanaya sangat menempel banget dengan Kakak iparnya Tama, setiap kali kakak ipar ke rumah pasti sering di kasih uang jajan lebih, itu yang membuat sang adik mudah akrab dengan kakak ipar.


Reksa yang biasanya jarang bicara, malam ini dia begitu cerewet menceritakan kelakuan atasannya waktu masih sekolah dulu, yang sekarang ini sudah menjadi Adik iparnya secara Syah menurut hukum, dan agama.


Autthor Up sedikit dulu


Di maklumi ya

__ADS_1


Selamat malam Minggu


__ADS_2