
Setelah menempuh perjalanan satu jam lewat jalur udara, Tama dan Kanaya sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Ada raut kelelahan di wajah Kanaya, meskipun perjalanan hanya memakan waktu satu jam, tetapi menurutnya seperti sedang mengalami penerbangan ke luar negeri saja.
Mereka berdua sudah turun dari pesawat, berjalan tangan saling bertautan, untuk menuju pintu keluar bandara, keduanya nampak serasi seperti pasangan Romy dan Juliet.
"Capek sayang..." ucapnya Tama berbisik-bisik di telinganya Kanaya
"Enggak Mas, tapi sedikit!" sahutnya Kanaya dengan cengiran khasnya.
"Mau istirahat duduk dulu?" tanya Tama untuk memastikan jawaban sang istri.
"Enggak aja, kasihan sudah di tunggu Papa dan Mama di rumah!" jawabnya Kanaya. Kanaya tersenyum tipis, supaya suaminya tidak khawatir dengan kondisi dirinya.
"Beneran enggak mau istirahat dulu, pasti mereka akan tahu bahwa calon cucunya kecapekan." Tutur Tama.
"Iya mas, Nay enggak pa-pa!"
Mendengar jawaban sang istri mantap, mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar bandara. Meskipun langkah kaki sang istri pelan, membuat seorang Tama lebih sabar untuk mengikuti langkah Kanaya.
Berjalan lima belas menit, di pintu keluar sudah di tunggu sopir pribadinya keluarga Wiratmaja.
Senyum sumringah langsung terbit di kedua bibirnya Kanaya, tidak perlu menunggu lebih lama lagi, mereka akan segera tiba di rumahnya.
"Nunggunya lama ya, Mang?" tanya Kanaya.
__ADS_1
"Enggak neng, baru saja kok mamang sampainya." jawabnya mang Ari.
Tidak ada lagi obrolan serius diantaranya, meskipun mereka berbeda kasta, tetapi tidak membuat para pekerja di rumahnya di beda-bedakan derajatnya, baginya semua sama yang membedakan adalah Keimanan dan ketakwaanNya.
"Mari neng, pak!" mamang Ari mempersilahkan majikannya untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Makasih Mang." ucap Kanaya singkat.
Tama selama perjalanan memilih diam saja, memperhatikan jalanan ibu kota yang lalu lintasnya sangat padat. Sedangkan istrinya sudah tertidur bersandar di bahunya, nampak sekali kelelahan di wajahnya.
Tama semakin tidak tega melihat wajah Kanaya sedikit pucat, walaupun Kanaya sudah sedikit memakai makeup tipis-tipis di wajahnya.
Pasti capek ya, batinnya Tama bermonolog sendiri
Mereka sudah tiba di rumahnya, Kanaya juga belum bangun dari tidurnya, Tama menjadi tidak tega untuk membangunkan wanita yang tengah hamil mengandung anak-anaknya.
Di depan pintu rumahnya sudah di sambut kedua orang tuanya, tetapi Tama tidak punya pilihan selain membopong tubuh sang isteri untuk di bawa masuk ke rumah.
"Nay, kenapa Tam?" tanya sang ibu ada raut kekhawatiran.
"Nay hanya tidur mah, mungkin kelelahan di dalam perjalanan." jawabnya Tama.
Sang ibu pun paham dengan maksud putranya, tidak ada lagi pertanyaan yang menghalangi langkah putranya untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Setelah membaringkan Kanaya di tempat tidurnya, Tama memilih membersihkan tubuhnya supaya lebih segar sebelum turun menemui orang tuanya.
Cukup lima menit untuk membersihkan tubuhnya, Tama sudah bersiap untuk turun ke bawah. Sedangkan di bawah orang tuanya sudah menunggunya di ruang tamu, tidak ada lagi raut kekhawatiran yang ada raut kebahagiaan, kepulangan putra dan menantunya sangat di tunggu nya.
"Apa kabar Pah, Mah?" tanya Tama menghampiri keduanya, Tama mengecup punggung tangan orang tuanya bergantian.
"Kami baik sayang." ucap sang Mama.
Mereka larut dalam obrolan serius, dan diselingi dengan bercanda. Tama merindukan momen seperti ini, bisa kumpul kembali dengan orang tuanya, dan juga istrinya, juga calon anaknya.
Nikmati mana lagi yang kau dustakan
Sebenarnya Tama sangat manja dengan sang Mama, pembawaannya yang sedikit galak, di karenakan tumbuh brewok di sekitar wajahnya, membuatnya siapa saja yang melihatnya pasti akan serem, dan takut.
Tampangnya sangat garang, tetapi hatinya lembut, lembut selembut kapas. Kapas Bila terkena sedikit air, pasti akan berubah bentuk dan manfaatnya, begitulah Tama bila kehidupan pribadinya di usik orang lain pasti Tama akan mengamuk.
Selepas melepas rasa rindu dengan keluarganya, Tama kembali lagi naik ke kamarnya.
Tama melihat sang isteri sedang tertidur pulas, membuat hatinya menghangat, melihat pemandangan yang sangat ia rindukan. Rasanya tidak sabar malaikatnya lahir ke dunia, pasti kamar ini akan sangat ramai, dengan suara tangisan keduanya.
#Selamat berbuka puasa, berbukalah dengan yang manis-manis.
#Selamat berlebaran esok hari
__ADS_1
#