
Banyak hal yang di lalui Kanaya dengan seorang diri, dan kini bersama keluarganya di kampung halamannya. Semenjak Kanaya pulang ke Solo, Kanaya belum kembali lagi ke Jakarta, bukan tidak ingin hanya saja di sana Kanaya hanya mengingat suaminya, bisa-bisa membahayakan kandungannya.
Meskipun belum ada kabar tentang keberadaan suaminya, sebagai seorang istri Kanaya selalu tidak henti-hentinya mengirimkan doa untuk suami tercinta. Berharap hari esok masih ada asa, masih ada kesempatan untuk bertemu kembali, entah itu kapan? tetapi sangat berharap suaminya akan pulang.
Senja di langit Solo, Kanaya sedang menikmati sore harinya dengan memandangi senja. Dengan harapan setinggi-tingginya Kanaya berdoa di bawah langit senja, semoga doanya terkabul sama alam semesta, dan menyampaikan rasa rindunya.
"Nay, lagi apa? kog sore-sore duduk sendirian, adikmu mana?" tanya ibu Kanaya. Sang ibu berjalan menghampirinya, dengan senyuman tipis seorang ibu terhadap anaknya.
"Nay, lagi mandangin indahnya senja buk! soal Rudi Nay nggak tau dari tadi juga Nay duduk sendirian." jawabnya Kanaya berusaha tersenyum. Berusaha menutupi kegundahan hatinya, tentang belahan jiwanya yang belum pulang-pulang.
"Kamu bisa aja, Nay! yang penting kamu bahagia, ibu juga bahagia." ucap sang ibu menimpali ucapan putrinya, meskipun masih ada kesedihan di kedua matanya, tetapi putrinya berusaha untuk menutupinya.
Ibu sangat paham kamu, Nay. Sekuat-kuatnya kamu menutupi kesedihannya, naluri seorang ibu tidak akan bisa berbohong
"Hehehe, ibu iiihhhh!"
"Kamu nggak pa-pa kan, ibu tinggal sendiri soale ibu mau menyiapkan makan malam." Tutur sang ibu dengan segala kelembutannya.
__ADS_1
"Nay nggak pa-pa, buk!" sahutnya Kanaya dengan seutas senyum tipis.
Setelah kepergian sang ibu, Kanaya kembali memandangi langit senja yang akan berubah warna menjadi petang. Itulah senja keindahannya tidak akan terlupakan, meskipun hanya sekedip mata.
⭐⭐⭐
Di Jakarta Reksa sedang di sibukkan dengan tugas kantor, semenjak Tama belum ada kabar, Reksa lah yang membantu pak Adi selaku ayahnya Tama, untuk menghandle perusahaannya.
Pagi ini kesibukannya sangat terasa, pagi ini akan diadakan rapat dadakan petinggi perusahaannya. Terpaksa pak Adi berkantor kembali, setelah sekian lamanya lebih memilih menikmati masa tuanya dengan sang istri di rumah, meskipun sesekali pak Adi mengunjungi kantornya, bila itu mengharuskan dirinya hadir.
"Belum pak, nomornya belum bisa di hubungi." sahutnya Reksa sembari menyiapkan berkas-berkasnya yang akan di buat rapat pagi ini.
"Kemana anak itu? susah sekali untuk di temukan!" Ucap pak Adi dengan frustasi. Tangannya memijat pelipisnya, mungkin sedikit bisa meredakan rasa pening di kepalanya.
"Sabar pak, ini ujian semoga kita bisa lebih bersabar lagi menghadapi semua ini dengan ikhlas." Reksa menimpali ucapan pak Adi dengan sedikit memberikan dukungan, dan berharap badai akan segera berlalu.
Tidak ada lagi pembahasan mengenai putranya, mereka berdua sibuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Sudah dua jam di ruang rapat, akhirnya rapat berjalan dengan lancar, sesuai harapan pak Adi dan Reksa.
Banyak pegawai yang bergantung pada Perusahaan Abadi Group, mau tidak mau pak Adi harus bisa menyakinkan para investor kembali menanamkan saham di peeusahaannya, berharap investor tidak hengkang dari perusahaannya.
Nasib pegawai ada di tangannya, berat rasanya memikul beban tanggung jawab perusahaan kembali. Tetapi pak Adi bisa apa? bila semua sudah menjadi suratan takdir menghilangnya Tama, putra tunggalnya, pewaris perusahaan Abadi Group.
Berharap putranya cepat pulang, cepat bisa mengambil alih perusahaannya kembali seperti sediakala. Dan menikmati masa tua bersama anak, dan cucu dengan suka cita. Kebahagiaan sesungguhnya adalah bisa berkumpul dengan keluarga, terutama anak, istri dan calon cucu-cucunya kelak.
Maaf sedikit dulu.
Tunai sudah janji bakti, berbahagialah dalam keabadian untuk menjaga laut Indonesia.
Turut berduka cita atas tragedi KRI Nanggala 402, semoga keluarga yang ditinggalkan di berikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.
Mari kita mendoakan seluruh 53 awak kapal yang gugur dalam menjalankan tugas negara, semoga surga tempatnya. Aamiin.
#Al-fatihah
__ADS_1