Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 114


__ADS_3

Ting Tong.....


Bunyi bel terus saja berdenging, sedangkan pemilik rumah sedang asyik memadu kasih, menikmati surga dunia yang mereka ciptakan berdua. Mereka berdua tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang bertamu, mereka malah tidak ingin saling melepaskan pelukannya yang ada mereka saling merengkuh menciptakan kehangatan bersama, berdua hanya ingin menggapai kepuasan batiniah.


Sejenak keduanya melupakan jagoannya, karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.


Moment seperti ini yang mereka harapkan sebelum mereka berdua ada Baby boys twins, buah cintanya, malaikat kecilnya.


⭐⭐⭐


Di dalam dapur Mbak Marni lari terbirit-birit, karena bunyi bel rumah majikannya terus saja saling bersahutan.


"Ting Tong...." (anggap saja itu bunyi bel) hihihi....


"Iya sebentar." teriaknya bik Marni.


Bik Marni lari tergopoh-gopoh keluar dari dapur, sedang Baby boys twins sedang asyik bermain dengan saudara kembarnya.


"Mbak Ani au ke ana? tenapa lali-lali sepelti ngejal ikus akal!" tanya Dapi mendongak keatas menatap Mbak Marni dengan tatapan mata yang serius.


"Mau buka pintu sayang, kayaknya ada orang yang mau bertamu.." jawab Mbak Marni.


"Oooo." ucap Dapi.


Ceklek...


Pintu masuk di buka oleh Mbak Marni, sedang di luar ada seorang tamu yang belum pernah mbak Marni lihat, dahinya berkerut, dan pikirannya penuh tanda tanya? siapa gerangan yang bertamu di Kala sore hari? disaat majikannya sedang bermesraan di kamarnya.


"Maaf, cari siapa Mas?" tanya mbak Marni. Ekor matanya menelisik penampilan seorang laki-laki dengan setelan jas, dan sangat rapi dengan dasi kupu-kupu nya.


"Adik ipar ada, Mbak?" Belum juga menjawab pertanyaan, malah sebaliknya tamunya sudah mengajukan pertanyaan terlebih dahulu.


"Mas ini gimana? pertanyaan Mbak Marni saja belum di jawab, kenapa mas malah bertanya sebaliknya?" tanya mbak Marni dengan sewot.


"Lagi PMS ya mbak? galak amat, atau belum dapat jatah bulanan?" goda sang tamu dengan terkekeh kecil. Sudut bibirnya mengulum senyum, seperti bentuk bulan sabit.


"Mas ini kalau bicara suka benar, Upss salah ucap Ding." Mbak Marni menutup mulutnya, takutnya bicaranya semakin melantur, dan membahas yang tidak-tidak.


"Nama mas si....'?" belum juga menyelesaikan pertanyaannya.

__ADS_1


Dari arah belakang ada suara hentakan kaki kearahnya.


"Siapa Mbak?" tanya Kanaya.


"Itu Nyah, ada tamu katanya mencari adik ipar, sedang mbak belum pernah lihat ini tamu nya, takutnya pencuri ngaku-ngaku kenal sama Nyonya, dan Tuan." Tutur Mbak Marni meremas-remas ujung kemeja nya.


"Suruh masuk aja mbak, takutnya tamu nya Mas Tama." sahut Kanaya.


Kanaya memberikan instruksi supaya tamunya di persilahkan masuk terlebih dahulu.


Kanaya mulai meninggalkan percakapan, kakinya berbelok arah melangkah ke tempat jagoannya yang sedang asyik bermain mobil truk oleng, truk yang lagi viral pada masa sekarang hihihi....


"Silahkan masuk Mas!" ucap mbak Marni membukakan pintu nya lebar-lebar, dan mempersilahkan tamu nya untuk masuk ke dalam rumah.


"Makasih Mbak." sahut tamu nya sembari mengedipkan sebelah matanya.


Melihat tamu nya yang genit, mbak Marni jadi merasa gugup, ada rasa takut, cemas, dan perasaan yang tidak nyaman.


"Ma..u minum apa mas?" tanya mbak Marni dengan perasaan gugup.


"Makasih Mbak, tidak usah saja! saya ingin melihat keponakan saya, mereka dimana mbak?" tanya sang tamu.


"Sebentar ya mas, mbak panggilan kan dulu yang punya rumah." ucap mbak Marni untuk mengalihkan pernyataan yang tidak-tidak, takutnya dirinya salah menjawab malah bikin berabe.


Mbak Marni berjalan meninggalkan ruang tamu, menghampiri Nyonya muda nya bukan ide yang buruk.


Berulang-ulang mbak Marni menarik nafasnya melalui hidung, dan mengeluarkan Lewat mulutnya.


"Maaf Nyah, ada tamu katanya mencari yang punya rumah ini, dia laki-laki penampilannya rapi, wajahnya ganteng pisan, Nyah." Tutur Mbak Marni menjelaskan ciri-ciri orang yang sedang bertamu, dan mencari majikannya.


"Iya mbak, minta tolong jagain anak-anak mereka sedang bermain diatas sofa, takutnya mereka jatuh bila tidak ada yang mengawasinya." Ujar Kanaya sebelum meninggalkan putranya bermain berdua, ada rasa takut bila keduanya terjatuh.


"Iya Nyah." jawab Mbak Marni.


⭐⭐⭐⭐


Setelah mendapatkan laporan dari pengasuh putranya, dan orang yang membantu dirinya untuk mengerjakan rumah.


Tiba-tiba perasaannya sedikit tidak enak, laki-laki? jas? penampilan rapi?

__ADS_1


Berbagai pertanyaan memenuhi otaknya, siapa kah dia?


Kanaya sudah berada di depan kamarnya, tanpa mengetuk pintu kamar, Kanaya langsung masuk ke dalam menghiraukan kamarnya yang sedikit acak-acakan, dan barang-barang berserakan di lantai.


Mengingat kejadian barusan, membuat pipinya merah merona, perasaan menghangat bila mengingat perlakuan suaminya yang sangat lembut, dan memanjakan dirinya sampai ke ubun-ubun.


"Lagi mikirin apa, hmmm?" bisiknya Tama tepat di daun telinga istrinya.


Ada geleyer aneh yang di rasakan Kanaya, tetapi pelukan ini sangat menghangat kan tubuhnya.


Kanaya menikmati momen seperti ini, memejamkan matanya, menikmati keromantisan dua insan manusia yang saling mendamba, melupakan sejenak bahwa dirinya ada tamu di bawah sedang mencari pemilik rumah.


"Mas..." sapa Kanaya menepuk pelan pipi suaminya.


"Kenapa hmm?" tanya balik Tama.


"Di bawah sedang ada tamu, katanya mbak Marni sedang mencari pemilik rumah." ucap Kanaya memberitahu suaminya.


Mendengar ucapan istrinya, Tama melepas pelukan hangatnya, wajahnya mendongak untuk menatap manik mata istrinya, tidak ada kebohongan yang ada tatapan penuh cinta di matanya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Mereka berdua sudah menuruni anak tangga, tangannya saling menggenggam, tatapan matanya penuh cinta.


Melangkah ke depan untuk menemui tamu, sebelum tamunya menunggu sangat lama bukan hal yang susah.


Tamu adalah raja


"Maaf cari siapa ya mas?" tanya Kanaya dengan nada penuh kelembutan.


"Mau cari seseorang yang bernama Kanaya Bhakti, mbak bisa panggilkan beliau, bilang saja ada saudara jauh yang ingin ketemu gitu ya , mbak." Tutur sang tamu.


Mendengar jawaban tamu nya membuat dirinya terperanjat kaget, mencari dirinya? lantas siapa? saya pribadi tidak kenal dia, siapa? Kanaya terus saja bertanya-tanya dalam benak nya, karena sebelumnya Kanaya tidak pernah punya masa lalu yang patut untuk di kenang.


"Mencari istriku, siapa? apakah masa lalunya? atau jangan-jangan orang yang mengaku-ngaku punya hubungan dengan istrinya?" batinnya Tama terus saja berperang, bibirnya rasanya Kelu untuk menjawab pertanyaan tamu nya. Sedang sang tamu masih saja berdiri membelakangi dirinya.


Rasa kesal, dongkol menjadi satu, tetapi Tama berusaha untuk menahannya supaya tidak menimbulkan percikan api yang membuat dirinya jadi bumerang.


Eng ing eng, gayu tebak siapa yang sedang bertamu? mantan Kanaya? atau orang-orang yang pura-pura baik, tetapi ingin menghancurkan dirinya.

__ADS_1


Yuk tebak, kasih bintang, vote, like, komentarnya hihihi.


__ADS_2