
Pakaian kerja yang sopan, siapa yang melihatnya pasti akan bilang sangat elegan dan anggun meskipun memakai jilbab. Kali ini Dara memadukan padakan kemeja putih di balut dengan blazer warna hitam, rok hitam, hijab pashmina plisket jadi pilihannya untuk menemani OOTD nya kali ini.
Penampilan Dara mempesona, sangat berkelas, kelihatan banget pakaiannya dengan harga fantastis. Semua itu Dara patahkan, mungkin harga yang fantastis hanya harga ratusan ribu sudah cukup nyaman untuk dipakai.
Bagi seorang Dara harga murah tidak masalah, tergantung kitanya yang membawa diri di lingkungan. Pintar-pintarnya kita juga untuk memilih sesuai yang pas untuk badan kita. Meskipun terbilang dengan harga pasaran, tetapi bila di pakai Dara larrisa sangat berkelas seperti harga pakaian artis-artis.
Larut dalam lamunan, tidak di sangka sudah sampai tempat tujuan. Tempat yang asing bagi seorang Dara, karena ini pertama kalinya Dara menginjakkan kakinya di tempat ini.
"Mau turun apa tetap di dalam mobil?" tanya Reksa dengan aura yang tidak bersahabat, ekor matanya pun menatap kearah lain.
"Ehhh turun dong, mana mau saya di tempat begini sendirian, bisa-bisa saya di culik sama penjahat!" jawab Dara. Membayangkan di tempat asing sendirian, Dara bergidik ngeri dan merinding bulu kuduknya.
Tidak ada percakapan dari keduanya, Dara masih merapikan hijabnya mungkin sedikit berantakan, lalu turun dari mobil tuan arogan dan bersikap biasa saja.
********
__ADS_1
Sampai tempat tujuan, Dara hanya menurut mengikuti tuan arogan mengekor dari punggung belakang. Hanya hembusan nafas sedikit kecapekan, tuan arogan jalan nya seperti kereta api, susah untuk dara imbangi jalan nya.
"Pak tunggu, jalannya jangan cepat-cepat." teriaknya Dara.
"Salah sendiri jalan seperti putri duyung!" jawab Reksa dengan nada ketus. Reksa terus saja melanjutkan langkahnya, tidak memperdulikan Dara yang nampak sekali kelelahan.
"Huuuffft, sabar Ra!" ucap Dara mengelus dada nya.
Meski ada rasa dongkol di hatinya, Dara tetap bisa menahan dirinya untuk tidak mengumpat. Walaupun ingin, sebisa mungkin Dara tidak mengambil pusing dengan sikap tuan arogan yang berjalan di depannya.
Reksa yang berada di depan merasa menang angin, gadis menyebalkan ternyata tidak bisa mengimbangi langkah kakinya. Padahal dalam hati Reksa ingin mengerjai Dara, hanya saja waktunya tidak pas membuatnya merasa kasihan.
"Bisa jalan cepat enggak sih?" bentak nya Reksa.
"Iya iya tunggu!" Dara tidak kalah kesal di bentak-bentak, padahal dirinya tidak tahu salahnya dimana?
__ADS_1
******
Mereka sudah sampai tempat dimana proyek itu di bangun, dengan sigap Dara mengikuti tuan arogan dalam melihat kegiatan para pekerja yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan nya..
"Bisa enggak? enggak mengikuti saya terus?" tanya Reksa yang sudah sangat jengah dengan di kitilin terus sama cewek cantik, tidak terbiasa bekerja diikuti terus menerus.
Dukkkk
"Auuhhh.." suara jeritan Ara membuat semua orang menoleh ke arah dirinya, tak terkecuali Reksa sendiri.
"Kamu itu jalan punya mata enggak sih?" Reksa terus saja mengomel tidak jelas, masalah sepele saja berakibat perdebatan fatal.
Ara hanya terdiam sembari tangannya mengusap jidatnya. Meskipun tidak ada yang luka, hanya sedikit benjol membuat dirinya sangat malu sekali. Banyak bisik-bisik tentang dirinya, Ara berusaha untuk menulikan telinganya.
Ara kembali melanjutkan jalannya untuk berada di belakangnya, Ara bingung mau melakukan apa? Kecuali bila berada di dalam kantor, tanpa di minta pun Ara pasti akan sigap untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya.
__ADS_1