
Mereka berdua masih saja merengkuh manis madunya cinta, Tama seakan tidak puas menikmati hidangan lezat yang ada di depannya.. Bagaikan gayung bersambut, Nay sangat-sangat lebih agresif, semakin berani menunjukkan irama permainan dan Nay pun lebih banyak mendominasi ketimbang suaminya yang kali ini memilih pasrah berada di bawah sang istri.
"Uhhhh istriku gemesin, makin cinta deh, makin-makin terlove.." batinnya Tama kegirangan mendapatkan mainan baru, mainan yang menyenangkan untuk pusaka di balik celananya.
"Massss iiikhhh lihat Nay terus sih, kan Nay jadi malu mah Mas..."
Nay merajuk dengan gaya di buat seimut mungkin, kelopak matanya mengedip-ngedipkan lucu.
"Memangnya enggak boleh liatin isteri mas ya, apa mas harus bayar biar bisa puas memandangi wajah istriku yang cantik..." Ujarnya Tama di buat sesedih mungkin, supaya sang isteri luluh dengan wajahnya yang suram.
"Iiihhh kog mas malah bicara gitu, kan Nay istrinya mas, mas bebas mau ngapa-ngapain Nay kog, gratis ndak perlu bayar asal jatah bulanan aktif seperti air mengalir haha.haha...." Nay tertawa puas melihat sang suami dengan tatapan matanya yang tak berkedip.
"Termasuk yang ini, ini, ini dan juga ini..." Tama menunjuk satu-satu kesayangannya, candunya, dan hal yang membuat nya klepek-klepek sampai lemas.
"Iyo dong mas, gratis spesial hanya untuk suamiku tercinta..." Nay semakin menantang, membusungkan dua bukitnya yang semakin berisi.
"Udah berani menggoda ya.."
"Sama suami sendiri kan enggak dosa hehehe..."
__ADS_1
Wiratama semakin gemas dengan sikap istrinya yang semakin berani menggodanya, agresif, dan sangat pintar memuaskan suami diatas ranjangnya.
Dengan gaya bibirnya di gigit membuat Tama kepanasan, naf su nya semakin meronta-ronta untuk segera di tuntaskan. Tama kali ini memimpin permainan, semangat menaikkan turunkan tubuhnya membuatnya merem melek tertantang untuk semakin ganas memainkan peran nya sebagai aktor profesional.
*******
Berkali-kali Tama mengulum senyum bila mengingat permainan keduanya diatas ranjang kamarnya. Sungguh hatinya bahagia sang istri banyak berubah, semakin berani untuk memimpin permainan.
Semenjak sang istri di nyatakan hamil yang kedua, hormon nya sering berubah-ubah sesuai dengan moodnya. Ada yang membuat seorang Tama bertambah bahagia, istrinya setiap hari mengajaknya untuk menengok dedek kecil.
Suami mana yang mampu menolak bila pawang nya yang minta, dengan senang hati Tama akan meladeni keinginan sang istri dengan suka rela.
"Papa..."
"Nda mana?"
"Masih mandi.."
Akhirnya Tama melanjutkan menemani si kembar bermain sebentar, sebelum mereka mulai tertidur pulas kembali. My twins sangat bersemangat dalam permainan kali ini, mereka pun tidak mau di panggil Abang, Kaka, mau nya di panggil Mas padahal kemarin-kemarim maunya di panggil Abang..
__ADS_1
Kenapa berubah? yang tahu jawabannya adalah twins boy sendiri.
"Minum susu dulu tayang-tayangnya Bunda..." ujarnya Kanaya dari arah pintu dapur. Tangannya memegang dua botol susu, siap untuk di berikan twins boys.
"Oke Nda.." twins boys sudah rebahan di paha Papanya, tangannya terus saja memegang tangan sang Papa, terkadang memegang benda yang bisa di pegang nya.
Tidak sampai 30menit minuman nya sudah tandas, tinggal botol-botol yang sudah berjatuhan dari bibir twins boys.
"Udah Nda, maacih Nda..."
ucapan tulus my twins malaikatnya membuatnya tersentuh, terharu, perkataan kecil tetapi sangat bermakna meskipun hanya sekedar ucapan terimakasih.
"Sama-sama jagoannya Bunda..."
Kanaya membalas ucapan my twins tidak kalah bahagianya, sentuhan lembut membelai rambut si kembar, dan terakhir mengecup keningnya tulus dan lama.
"Malaikat-malaikat kecil Bunda..."
"Kesayangan Papa, Bunda dan semua keluarga besar Opa Oma, Kakek Nenek, kita semua sayang kalian.." Mereka berempat berpelukan kayak tokoh kartun yang sering di tonton si Kembar teletubbies, berpelukan ala-ala Teletubbies.
__ADS_1
Bila ada kesempatan, waktu juga insyaallah double Up. Jangan lupa kasih tanda cinta kalian untuk othor ya...
Selamat hari Jum'at.