Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 119


__ADS_3

Di kamar utama sepasang suami isteri yang sudah halal tengah memadu kasih, Tama dan Kanaya sedang mengapai puncak, puncak dimana membuat mereka berdua melayang-layang ke angkasa ke langit tertinggi yaitu puncak Nirwana.


Untuk malam ini mereka berdua aman tanpa gangguan putranya, beberapa ronde pun sudah mereka peran kan sangat baik, tanpa memikirkan kedua putranya yang biasanya keduanya biang rusuh.


Dengan kekuatan, kesabaran, dan kelembutan Tama memerankan peran nya sangat sempurna, membuat sang isteri tersenyum puas karena suaminya sangat pintar membuat dirinya menjadi wanita terbahagia malam ini.


Pukul 3pagi baru keduanya menyudahi permainan nya, nampak sekali raut kebahagiaan tercipta di binar matanya yang memancarkan sinarnya.


"Terimakasih isteri ku, kekasih halal ku." ucap Tama menciumi seluruh wajah sang istri, dan terakhir mencium keningnya lama.


"Mas iiihhhh geli tahu!" protesnya Kanaya karena di cium-cium wajahnya dengan semangat pemuda '45.


"Mas gemes lihat pipi merah merona, pengennya di cium-cium terus." Tutur Tama yang tidak mau kalah dengan protes sang isteri.


Perkataan sang suami membuat wajah memunculkan semburat merah di wajah Kanaya, rasa malu, dan rasa bahagia bercampur menjadi satu.


"Udah ah mas bikin malu." Kanaya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Siapa saja pasti malu, malu karena di goda sang suami dengan gombalan recehnya.


"Wkkkkwkkkk hahahaha...." Tama tertawa puas, puas bisa menggoda sang istri dengan pipinya memerah seperti tomat.

__ADS_1


Kanaya langsung membalikkan badannya untuk membelakangi sang suami, hatinya pasti kesel karena suaminya mulai menertawakan dirinya.


"Baru saja di kasih enak, terus di ketawain begitu ngeselin banget jadi laki-laki." Kanaya menggerutu di balik selimutnya, dan batinnya pun bertambah kesel dengan sikap tengil sang suami.


💜💜💜💜💜💜💜


Keesokan paginya mereka berdua terbangun dengan tidur yang tidak Saling memeluk, Kanaya lebih memilih memeluk guling, sedang suaminya tidur dengan posisi telentang tanpa selimut menutupi tubuhnya.


Kanaya terbangun terlebih dahulu sebelum sang suami bangun, berjalan ke arah kamar sang anak-anak adalah tujuannya untuk melihat anak-anaknya sudah bangun apa belum?


Kreetttt


Pintu kamar putranya terbuka pelan, tidak ingin Kanaya mengganggu tidur nyenyak nya, dengan sangat pelan Kanaya mulai masuk ke dalam kamarnya.


"Anak-anak Bunda.." bisiknya Kanaya mencium pipi keduanya bergantian.


Kanaya membenarkan selimut putranya, dan meninggalkan kamarnya untuk menutup kembali pintunya.


💜💜💜💜💜


Kanaya sudah di dalam dapur, seperti kebiasaan setiap paginya Nay selalu memasak untuk menu sarapan suami, dan anak-anak nya sebelum memulai aktivitas lainnya.

__ADS_1


"Mau masak apa mbak?" tanya nay sembari berjalan ke arah mbak Marni yang sedang merebus air untuk minum Dana Dapi.


Biasanya setiap bangun tidur pasti keduanya selalu minta minum susu, maka nya sebelum keduanya bangun mbak Marni sudah merebusnya.


"Masak air non Nay." jawab Mbak Marni.


"Di lanjut mbak."


Kanaya berjalan kearah kulkas untuk mengambil keperluan untuk membuat sarapan, nasi goreng dan telur mata sapi menjadi menu sarapan keluarganya.


Dengan gesit Nay mengolah nasi goreng, dan telur dadar. Cukup waktu 30menit sarapan nya sudah matang, sudah tersaji diatas meja makan. Sedang para pekerja di rumahnya yang masak si mbak, karena satu rumah pasti mempunyai selera makan yang berbeda.


Nay masak secukupnya, cukup untuk suami, dirinya, dan anak-anak.


***Othor mau lanjut cerita tentang perjuangan bulan Juni-juli, membuat othor lebih menghargai lagi apa itu kesehatan.


Hari ke-3 kakakku di rawat, Alhamdulillah ada progres yang bagus saturasi oksigen naik 92-95, nafsu makan membaik.


Yang pernah merasakan keluarganya terpapar covid 19, pasti tahu rasanya seperti apa? antara sedih, dag dig dug, dan masih banyak lagi yang othor dan keluarga rasakan.


Di jauhi masyarakat itu pasti, tetapi Untung ada keluarga yang masih mau main ke rumah, dan memberikan suportt serta dukungannya.

__ADS_1


Bener kata pepatah, keluarga adalah tempat untuk Kita pulang, tempat untuk kita berbagi suka dan duka. Tempat segalanya, teman belum tentu ada untuk kita, sama halnya dengan tetangga tak selamanya disaat kita susah mau datang untuk mengulurkan tangannya***.


__ADS_2