
Satu tahun kemudian....
Perasaan baru kemarin Kanaya hamil, merasakan melahirkan. Tidak terasa Usia putra kembarnya genap tiga tahun, di dalam usia tiga tahun ini keduanya sudah merengek ingin masuk sekolah. Bukan Nay pelit dan lain sebagainya, hanya saja usia yang masih tiga tahun membuat Nay sedikit khawatir takut putranya bosan.
"Nda, Ita au sekolah kayak teman-teman! boyeh ya Nda?" Kedua putranya mengekspresikan gaya lucunya, matanya mengerjap-ngerjap menggemaskan.
"Kalian masih tiga tahun belum waktunya untuk sekolah, nunggu satu tahun lagi ya sayang.."Nay berusaha nego dari putra kembarnya, bukan karena apa putranya masih terlalu dini untuk bersekolah.
"Ndak au, au nya sekolah cekalang!" Putra kembarnya kekeh pada pendiriannya, sekolah dan sekolah.
Mendengar jawaban putranya Nay hanya mampu menghela nafasnya, membuangnya pelan sembari tangannya memijat-mijat pelipisnya yang sedikit kepalanya terasa pusing.
"Kita tunggu Papa pulang kerja dulu, nanti kita bicara sama Papa kalau kalian berdua kekeh ingin sekolah, mengerti sayang!" Tutur Kanaya memberikan opsi terakhirnya, Nay ingin merundingkan masalah anak-anak setelah suaminya pulang dari kantor.
"Mengelti Nda!" teriaknya kedua putranya serempak. Mereka tersenyum manis menampilkan deretan giginya yang putih,bersih dan rapi tanpa cela sedikitpun.
Akhirnya Nay bisa bernafas lega, putranya mau bersabar, mengerti sampai menunggu Papa nya pulang kerja. Rasa khawatir itu masih ada, karena bangku sekolah bukan hanya bermain saja, tetapi harus ada belajarnya juga.
Seperti hari-hari sebelumnya, kebiasaan rutinitas Nay yang tidak bisa di tinggalkan adalah menjaga anak-anaknya, menemaninya bermain, dan masih banyak segudang aktivitas yang mereka lakukan bertiga dengan anak-anak sebelum sang suami pulang mencari nafkah untuk dirinya dan anak-anak....
💜💜💜💜💜💜💜
Di perusahaan Abadi Group, tengah ramai membicarakan seorang gadis cantik berjilbab. Banyak karyawan berbondong-bondong untuk mengintip apa yang akan di lakukan gadis berjilbab itu, penampilan yang modis, tas yang di tenteng nya sangat mahal... Bener-bener wanita berkelas, mempunyai selera tinggi dalam hal fashion yang di pakai nya.
"Maaf mbak, saya klien dari pemilik perusahaan ini, bisakah saya bertemu dengan pemiliknya?" tanya gadis berjilbab kepada resepsionis dengan gaya berbicara sangat anggun.
__ADS_1
"Dari perusahaan apa mbak? saya sampaikan kepada sekretarisnya pak Tama dulu mbak!" Sekretarisnya balik bertanya.
"Permata Group mbak."
"Baik mbak, silahkan duduk di tunggu dulu saya akan konfirmasi pada sekretarisnya pak Tama."
Tut.... Tut.... Sambungan telepon ke meja pak Reksa tidak di angkat, tetapi mbak Anna selaku bagian resepsionis berusaha menghubungi nya kembali. Panggilan ke lima baru di angkat pak Reksa, Reksa yang baru saja dari ruangan Big bos sedikit kecapekan karena sedikit pusing membahas kerjasama dengan perusahaan baru.
"Ada apa, An?"tanya Reksa pelan.
"Di bawah ada tamu gadis berjilbab pak, katanya dari perusahaan Permata Group Pak, ingin bertemu dengan Pak Tama." jawabnya mbak Anna.
Siapa gerangan, wanita berhijab seperti nya pernah kenal, tetapi dimana? Reksa sibuk dengan perang batinnya.
"Ohhh, silahkan suruh ke lantai XXX ya, An mumpung pak Tama sedang tidak sibuk." Ujar Reksa sedikit gugup karena sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Tok ... Tok...
"Tamunya sudah menunggu di luar Pak!"
"Makasih ya, An."
Reksa sedikit merapikan pakaiannya, di rasakan sedikit lebih baik Reksa berjalan keluar pintu ruangan nya. Dengan senyum kecil, sedikit bersenandung Reksa berjalan membuka pintu langsung membelalakkan matanya, ternyata kliennya seorang perempuan.
"Selamat siang, mau bertemu dengan siapa kah?" tanya Reksa sedikit sopan, tidak mau gegabah untuk masuk ke ruangan Pak Tama...
__ADS_1
"Saya perwakilan dari Permata Group Pak, ingin bertemu dengan Ceo perusahaan Abadi Group." jawab wanita berhijab menundukkan pandangannya.
"Kamu!"
"Kamu!"
Kedua pasang mata yang saling bersitatap terkejut bukan main, ternyata diia wanita yang berada di pesta malam itu.
Keduanya saling melengos, tatapan keduanya sangat tajam seperti kucing dan tikus yang menatap nya dengan sinis.
Kedua orang dewasa terdiam meresapi perasaan yang tak biasa, bukan karena rasa suka, sayang, atau cinta hanya saja keduanya masih syok pertemuan kedua yang tidak terduga semoga akan berakhir dengan indah...
"Ehemm..." Suara deheman Tama membuat dua orang dewasa yang pernah saling bertemu sebelumnya, sedikit terkejut karena ada orang lain diantara mereka.
"Kog tamunya tidak di suruh masuk, Sa." Ucap Tama tersenyum penuh arti.
Sepertinya mereka berdua ada sesuatu
"Ehem..." deheman kedua kalinya baru di respon Reksa, tidak enak berlama-lama di luar takutnya menimbulkan gosip yang tidak-tidak di kantor.
Sadar Sa, ini tempat kerja harus bisa profesional, jangan sampai adik ipar curiga dengan gerak-gerik yang tak biasa dirinya tunjukkan
❤Alhamdulillah sesuai apa yang di katakan dokter yang merawat, hari ke tujuh Kaka othor yang di rawat di bangsal isolasi, di perbolehkan pulang. tepat pukul 18.00 Kaka othor tiba di rumah dengan di antar temen nakes dari rumah sakit. Tetap ya harus mematuhi prokes, harus melakukan isoman di rumah❤
❤Terimakasih teruntuk temen-teman yang mendoakan Kaka othor, dokter yang merawat, teman-teman nakes yang tidak pernah ada kata lelah untuk memberikan perawatan terbaik untuk pasiennya❤
__ADS_1
❤Semangat untuk pejuang negatif, percayalah kalau kita yakin pasti ada jalan untuk kesembuhan, tidak ada yang tidak mungkin kalau kita ikhtiar, kita harus selalu berfikir positif, dan berbaik sangka dengan tim medis dan Allah❤