Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 21


__ADS_3

Sudah satu minggu Wiratama Wiratmaja ada perjalanan bisnis ke Solo Jawa Tengah. Sudah satu minggu juga Tama mendiamkan dirinya di salah satu hotel bintang lima di Solo.


Pulang dari meeting hujan deras mengguyur kota Solo yang terkenal dengan masakan teamlo khas Solo. Tama terjebak macet di salah satu Mall terbesar di Di Solo, Tama memperhatikan hujan tidak kunjung reda, padahal ingin rasanya segara mandi dan istirahat di atas kasur yang empuk.


Tama berkali-kali melihat arloji di tangannya, detik, menit, bahkan sudah satu jam hujan tidak berhenti meninggalkan rintik-rintik hujan di kaca jendela.


Tama memilih menelepon sopir pribadinya untuk segera minta di jemput di mall xxx, lima belas menit kemudian Tama sudah berada di dalam mobilnya.


"Jalan mang ke hotel XXX."


"Baik Pak!"


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, habis turun hujan terjadi beberapa genangan air di jalan, suasana jalannya sepi danjuga sangat licin. Sopirnya begitu hati-hati dalam membawa mobil, takut majikannya kena lecet atau terluka sedikitpun bisa di gantung secara hidup-hidup.


Rasa lelah menyelimuti perasaan Tama, lelah pekerjaan dan lelah hati juga, berusaha untuk memejamkan kedua matanya tetapi rasanya sulit terpejam.


Sampai di basement Hotel, Tama di bukakan pintu mobil oleh sopirnya, tidak lupa juga Tama mengucapkan terimakasih dan langsung melenggang pergi untuk naik lift ke kamarnya.


Ada guratan lelah, badannya susah untuk di kompromi, rasanya ingin sekali pulang ke Jakarta mendapatkan pelukan hangat Mamanya, membuat rasa lelahnya langsung sedikit hilang, tetapi jarak yang terpisah jauh antara Jakarta dan Solo berjarak berkilo-kilo meter.


Setelah memasukkan kartu ID CART-nya, pintu kamarnya terbuka. Tama memasuki kamarnya dengan langkah kakinya gontai, tidak bersemangat, jalan pun terasa berat walaupun cuma beberapa langkah saja sudah ada di depan kedua matanya.


Tidak butuh lama berada di dalam kamar mandi, Tama sudah keluar dengan wajah lebih fresh dan segar, memakai celana boxer dan kaos polos adalah pilihan yang tepat.


Tama mendial nomer telpon bagian Foodcourt, selesai mandi rasanya Tama ingin minum dan makan dengan yang hangat-hangat.


"Hallo Miss, saya Wiratama Wiratmaja kamar nomor XXX, mau pesan makanan khas Solo dan minuman juga Miss tetapi yang hangat ya." Tutur Tama panjang kali lebar, biar tidak berkali-kali memesan makanan.


"Ada lagi yang di pesan, Pak?" tanyanya Miss Foodcourt.

__ADS_1


"Sementara itu dulu Miss, nanti kalau ada lagi saya pesan kembali."


"Baik Pak, di tunggu kami siapkan dulu pesannya."


Tok!.....Tok!.....


"Masuk..."


"Ini pak makanan yang bapak pesan." Miss pramusaji meletakkan menu makanan, dan berserta minuman hangatnya.


"Makasih Miss."


"Sama-sama Pak." Sahutnya tersenyum tipis dan menundukkan kepalanya.


"Dari aroma masakannya rasanya enak, hmmm yummi."


****


Flashback


Sejak pukul dua siang hujan mengguyur kota Solo, yang biasanya jarang turun hujan, hari ini hujannya begitu deras, dengan intensitas hujan lebat.


Biasanya jam Dua siang Kanaya sudah keluar dari kelas, tetapi hari ini berbeda, di kelas Kanaya khusus kelas tiga ada kelas tambahan untuk menghadapi ujian Nasional tinggal menghitung bulan lagi.


Jam empat sore, hujan berangsur-angsur mulai reda meninggalkan rintik-rintik hujan kecil. Cuaca juga masih mendung, hujan pun kembali turun walaupun intensitas lebih ringan.


"Huffttt, gimana pulangnya? hujannya tidak mau berhenti sama sekali." guman Kanaya di dalam kelasnya.


Jam pulang sekolah pun hujan hanya rintik-rintik kecil, akhirnya Kanaya nekat mengendarai motornya, tidak lupa juga memakai jaket dan helmnya.

__ADS_1


Kanaya menerobos hujan kecil, tidak memakai jas hujan hanya jaket yang melindungi tubuhnya.


Di perjalanan hujan kembali sedikit deras, Kanaya nekat dengan alasan nanti sampai rumah ke sorean. Badannya Kanaya sudah menggigil kedinginan, bibirnya sedikit pucat, hujan terus saja mengguyur tubuhnya.


Tiga puluh menit perjalanan, Kanaya sudah sampai rumah dengan pakaiannya basah kuyup.


"Nay, Nay Kalau kamu sakit gimana?" Tutur Ibunya yang sedikit khawatir.


"Nay, Nggak pa-pa, Buk." Sahutnya Kanaya.


Ibunya memberikan handuk, dan tangan Ibunya mengambil tas ransel di punggung Anaknya. Kanaya langsung masuk ke kamarnya, dan mandi air hangat yang telah di sediakan Ibunya.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Kanaya keluar kamar untuk menghampiri Ibunya, karena pulang sekolah tadi Kanaya tidak sempat untuk Salim tangan ke ibunya.


Selesai makan Kanaya langsung masuk kamar, sudah meminum obat masuk angin. berharap sedikit lebih baik.


Flashback Off


Kanaya matanya susah untuk terpejam, rasanya hidungnya tambah mampet, untuk bangun saja kepalanya terasa pusing berputar-putar.


"Uhhh sakit itu nggak enak." guman Kanaya di tengah tiduran.


Tok!... Tok!...


"Nay, sudah tidur?"


"Belum Buk."


Ibunya masuk, membalurkan minyak kayu putih di seluruh tubuhnya Kanaya, mulai dari punggung, perut, ceruk lehernya dan terakhir kepala, dan hidungnya. Berkat belain lembut Ibunya Kanaya mulai memejamkan matanya, dengan badannya sedikit hangat.

__ADS_1


"Selamat malam, Nay! mimpi indah." Ibunya mengecup kening Kanaya. Ibunya meninggalkan kamar putrinya, dan menutupnya kembali.


__ADS_2