
Seminggu lagi HPL nya istrinya Kanaya, kalau tidak ada halangan atau rintangan satu minggu lagi akan ada anggota baru di tengah-tengah keluarganya. Satu minggu lagi akan terdengar suara tangis, suara riuh keramaian menyambut kelahiran baby twins.
Segala persiapan sudah meraka lakukan, Ibu Kanaya juga sudah tiba di Jakarta kemarin sore. Bukan tanpa alasan sang ibu hadir, semua di lakukan untuk menemani putrinya melahirkan, dan saking bahagianya sang ibu meninggalkan suami dan anaknya di rumah.
Rencananya setelah Kanaya melahirkan sang bapak dan adiknya akan berkunjung ke Jakarta. Berhubung kemarin hasil sawahnya belum musim panen, dan putranya sedang ujian kenaikan kelas. Mau tidak mau sang bapak harus mengalah dahulu, demi sawah dan putranya.
***********************
Kanaya tengah bersiap karena pagi ini keduanya akan memeriksa kandungannya, padahal satu minggu lagi sudah memasuki HPL. Namanya juga Wiratama Wiratmaja seorang CEO Abadi Group, perusahaan yang memiliki anak cabang dimana-mana, siapa juga yang tidak kenal dengan beliau putra dari pasangan Adi Wiratmaja dan Anissa Wiratmaja.
"Mas sudah belum? mau berangkat jam berapa?" tanya Kanaya yang sedang duduk di depan meja rias. Nay melihat pantulan suaminya lewat kaca yang berada di depannya, terlihat jelas sang suami sedang membenahi pakaiannya, dan menata ulang rambutnya.
"Sebentar lagi sayang." jawabnya Tama meletakkan kembali sisir di tangannya. Tama berjalan kearah sang istri yang sedang memoleskan bedak di wajahnya, dan memberikan pewarna merah di bibirnya biar kelihatan segar.
"Istri mas kok makin cantik sih? sekarang sudah pintar dandan, siapa yang mengajari istri mas ini!" Tama sudah memeluk sang istri dari belakang, menghirup aroma wangi tubuhnya merupakan kebiasaan barunya.
"Ahhh mas mah suka gombal!" sahutnya Kanaya membalikkan badannya untuk menghadap ke wajah suaminya.
"Bener mas enggak bohong kok, istrinya mas tambah cantik membuat mas semakin-makin cinta banget." Tama kembali memuji sang istri, memberikan pelukan hangat, dan kecupan singkat di pipi.
Mereka larut dalam pelukan, tidak menyadari bahwa jam akan terus berputar, jarum jam akan terus bergerak. Seperti halnya waktu tidak akan kembali, meskipun sudah berulang-ulang kali kita ingin mengulang waktu yang telah terbuang.
********************
Mereka berdua sudah sampai rumah sakit, rasanya sangat membuncah bahagia karena tidak dalam waktu lama ini mereka akan menimang bayi, dan mereka akan bergadang semalaman.
__ADS_1
Setelah menutup pintu mobilnya, kedua pasangan suami istri bergandengan tangan menuju meja resepsionis untuk menanyakan perihal dokter yang memeriksa nya.
Skip....
Mereka sudah sampai di bangku depan sang dokter, mereka sangat antusias mendengar detak jantungnya, melihat pemandangan baby twins yang sudah masuk ke posisinya.
Banyak wejangan yang di berikan sang dokter, mulai mengatasi kontraksi palsu, mulas, dan keluhan lainnya yang dialami wanita yang akan melahirkan.
"Jangan lupa banyak gerak ya, buk? karena sudah mendekati hari persalinan, jadi harus banyak gerak yang ringan-ringan supaya persalinan lancar." Ucap sang dokter memberikan wejangan panjang lebar kepada calon orang tua baru.
"Siap dong! sebagai suami saya akan terus mengingatkan , dan menasehatinya supaya bisa banyak gerak." sahutnya Tama memberikan hormat seperti upacara militer yang di lakukan bawahan dengan atasan.
"Hahahaha ..., terjadi gelak tawa di antara ketiganya." Mereka merasa terhibur dengan guyonan receh Wiratama Wiratmaja seorang CEO yang terkenal dingin dengan orang lain. Tetapi sangat hangat bila sedang di luar kantor, contohnya mereka sedang berada rumah sakit seperti saat ini.
**********
"Mas nya tampan seperti artis Korea, mau dong di jadikan yang kedua maupun ketiga..." suara ibu-ibu yang riuh, dan mereka saling berbisik-bisik.
"Lihat Bu, wajahnya mirip sekali dengan Lee Yong Dae, itu lho artis Korea yang tampan nya tidak ketulungan." ucap ibu satunya yang memakai pakaian berwarna merah.
"Wah bener sekali Bu, pasti istrinya sangat bersyukur mendapatkan suaminya tampan seperti ini!" ucap sang ibu satunya ikut menimpali pertanyaan para ibu-ibu yang sedang mengantri obat di apotek.
Tama yang menjadi bahan pembicaraan hanya terdiam saja, hanya menjadi pendengar yang baik tidak ingin menanggapi suara burung-burung yang berseliweran di telinganya.
Di tempat duduk yang tidak jauh dari Tama berdiri, Nay sedikit menahan kekesalan mendengar para ibu-ibu sedang mengangumi suaminya. Rasanya ingin menjambak-jambak rambutnya, tetapi Nay tahan karena tidak ingin menimbulkan keributan di ruang tunggu apotek rumah sakit.
__ADS_1
Di dalam perjalanan pulang mereka saling terdiam, Nay lebih asyik memperhatikan jalanan yang kendaraannya berlalu lalang lewat jendela, sedang Tama memilih fokus mengemudikan mobilnya yang sedikit agak ada kemacetan.
Suara musik di dalam mobil mengalun merdu menemani perjalanan mereka berdua menuju singgasana rumah tercinta, meskipun ada keheningan antara keduanya tetap saja mereka dengan mode diamnya sampai keduanya sampai rumah.
Tama turun lebih dahulu, lalu memutar tubuhnya untuk membantu membuka pintu mobil untuk sang istri. Nay menyambut uluran tangan sang suami, walaupun saling diam Nay tidak ingin menaruh curiga dengan orang rumah terutama mertuanya.
💚💚💚💚💚💚💚
Setelah membersihkan tubuhnya, Nay memilih bergabung dengan para pekerja di rumahnya yang sedang berada di taman belakang, kebetulan mertuanya juga sedang di belakang sedang menikmati udara sore yang sangat segar.
Bunga yang mulai bermekaran indah menambah keindahan di taman belakang, warna-warni bunga memberikan kesan yang apik untuk mata memandang.
"Sore Pah, mah...." Sapa Kanaya .
"Sore juga sayang, gimana periksa nya?" tanya Mama mertuanya.
"Alhamdulillah semuanya baik, sehat, dan insyaallah bisa melahirkan normal mah, Nay bahagia mendengarnya." seru Kanaya menceritakan perkembangan kedua calon baby twins, dan sangat takjub dengan CiptaanNya.
"Syukurlah Mama ikut senang." sahutnya mama mertua dengan mengusap lembut perut menantunya, yang bersarang calon cucunya.
Tidak jauh dari tempat mereka bersenda gurau, ada Tama yang memperlihatkan dari jauh ikut tersenyum bahagia. Melihat pemandangan yang indah di depannya, istri dan Mama nya sangat akur, menyayangi istrinya seperti anak sendiri.
Nay menoleh ke belakang, tidak sengaja mata keduanya sedang beradu pandang membuat keduanya jadi salah tingkah terutama Kanaya. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang dengan ritme lebih cepat, dan hatinya bergemuruh untuk meredakan debaran di hatinya.
#Kehilangan itu berat, semuanya milik Allah dan akan kembali kepada Nya.
__ADS_1
Sekuat apapun kita menggenggam, bila Allah sudah berkehendak pasti akan terlepas begitu saja.