Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 179


__ADS_3

Si kecil Esha duduk anteng diatas meja, bibirnya senyum-senyum kecil melihat sang Bunda yang sedang membuat sarapan. Sudut bibirnya terus saja mengembangkan senyumnya, kala melihat sang Bunda cekatan mengolah bahan makanan.


"Nda tantik sedang macak."


Ucap si kecil Esha tertawa-tawa sambil bertepuk tangan.


"Iya dong Bundanya mas Atya, mas Ara dan juga Bundanya dedek Esha." Sahutnya Naya dengan mengucapkan kata Bunda. Bunda di sematkan untuk dirinya, untuk seorang ibu dengan tiga putra-putrinya.


"Hihihihihi Nda tantik."


puji si kecil Esha.


"Dik Esha juga tantik sepelti Bunda."


puji Naya juga untuk si kecil Esha.


"Hore... hore.. Ita tama-tama tantik."


seru Esha yang bahagia.


Kedua ibu dan anak masih asyik mengobrol, Naya sembari memasak, si kecil Esha seperti mandor menunggui sang Bunda untuk menyelesaikan masakannya.


*****


Di kamar my twins sudah sangat rapi, meskipun beberapa menit yang lalu terjadi kegaduhan. Keduanya sudah rapi dengan seragam sekolahnya, tak tinggal diam saja atau di suruh Papa atau Bunda untuk ke bawah.


Dengan inisiatif sendiri mereka siap untuk menuruni tangga untuk sarapan pagi bersama. Sarapan yang mereka lakukan setiap harinya, sebelum memulai aktivitas sehari-hari nya.


Tas ransel di punggungnya melekat di punggung keduanya, mereka sudah menuruni anak tangga sampai tangga terakhir, di titik terakhirnya.

__ADS_1


****


Selesai memasak sarapan untuk anak-anak dan suaminya, Naya kembali naik ke atas kamarnya untuk memandikan putrinya terlebih dahulu sebelum mereka melanjutkan sarapan pagi bersama.


"Nda ingin ail nya, ampai-ampai aku ke hinginan Nda."


Tutur si kecil Esha yang merapatkan handuknya, pinggul nya bergoyang-goyang sangat lucu, membuat Naya tertawa untuk segera mencubit bokong nya.


"Buruan pakai baju nya, nanti keburu di tinggal sarapan, nanti nangis seperti kemarin.." Ujar Naya untuk mengejar putrinya yang tingkah kaki kecilnya seperti ulat bulu.


"Atu nya Nda angis, hanya apa ya? ahh pucing Elca ndak tahu." sambar nya si kecil Esha yang mempunyai kosakata baru, tidak ingin masalah kemarin nangis di ungkit-ungkit kan atu nya jadi malu.


"Iya-iya ndak nangis, tapi apa ya?"


Naya pura-pura berfikir untuk mencari jawaban atas pertanyaan putrinya.


"Tapi apa Nda?"


"Enggak jadi, dedek cantik seperti Princess."


jawab Naya berusaha mengalihkan perhatian, supaya Putri kecilnya tak bertanya yang macam-macam.


"Maacih Nda tantik." Ucap dedek Esha.


"Dedek Elca memang tantik dali lahil, seperti Nda nya Elca tong." Ucap si kecil Esha dengan bangganya di puji sang Bunda, dengan gaya centilnya Esha memutar-mutar tubuhnya.


******


Di meja makan sudah ada Tama dan My twins. Ketiganya sudah menempati duduknya di tempat masing-masing, Tama duduk paling depan ada my twins dengan gayanya menopang dagunya diatas meja makan yang kosong.

__ADS_1


"Nda mana ya."


Ucap mas Ara menunggu kedatangan Bundanya.


Tak Tak Tak....


"Papa, dedek Elca tantik katanya Nda." Tutur Esha yang beringsut turun dari gendongan Bundanya.


"Iya-iya dedek Esha paling cantik seperti Bunda.." sahut Tama dengan merentangkan kedua tangannya.


"Hap... hap.." Tama berhasil menangkap putri kecilnya yang sudah beranjak besar, dan talenta nya yang centil membuat orang-orang dewasa tersenyum manis dengan tingkah laku si cantik Princess Elsa.


"Jelek gitu di bilang tantik, pasti ada masalah dengan pengelihatan kali." cibir mas Ara yang menjelek-jelekkan adiknya, padahal hari kecilnya memuji kecantikan adiknya yang tiada duanya.


"Papa mas Ala nya akal, cuka malahin dedek Elca Papa.." Adu si kecil Esha dengan merapatkan tangannya di leher sang Papa...


"Nantinya mas Ara nya di jewer sama Papa, dedek duduk dulu dengan anteng ya, Papa sarapan dulu, oke sayang."


"Oce Papa."


"Uuuhhh tukang ngadu."


"Mas nya Pah."


Perdebatan sengit antara si kecil Esha dan mas Ara berlanjut sampai mereka menyelesaikan sarapannya.


Jangan lupa mampir cerita lama, mimim update lagi. semoga suka.


Masa lalu adalah kenangan dan pelajaran, masa depan kita yang menentukan.

__ADS_1



__ADS_2