Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 26


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, semenjak perkataan Ibunya tentang perjodohan yang melibatkan kedua orang dewasa yang bersahabat dari kecil.


Kanaya sudah kembali seperti biasanya, yang biasanya akan murung dan tidak banyak bicara. Tetapi kali ini, Kanaya sudah kembali cerah ceria seperti hari-hari kemarin, sebelum perbincangan dengan ibunya.


Di kantin sekolah Kanaya sudah kembali seperti dulu, Maldifa dan Andina juga ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya Kanaya. Mereka bertiga makan dengan sangat lahap, sesekali di selingi pembicaraan ketiganya.


Banyak pasang mata keduanya, melihatnya iri dan kagum karena persahabatan ketiganya sangat awet, rukun, dan semoga tidak ada cobaan yang berarti untuk ketiganya, karena teman-temannya begitu mengidolakan persahabatan dari SMP.


🌹🌹🌹


Di Jakarta perusahaan Abadi Group


Reksa sedang membolak-balikkan kertas-kertas yang berada di atas mejanya, hari ini Reksa sedang memeriksa beberapa berkas yang masuk ke mejanya, sebelum di serahkan kepada Tama selaku atasannya Reksa.


Reksa sangat fokus untuk meneliti beberapa berkas yang masuk ke ruangannya, tidak menghiraukan ketukan pintu ruangannya yang berulang-ulang di ketuk.


Tanpa menunggu jawaban yang di dalam, Tama menyelonong masuk ke ruangannya Reksa. Tama ingin curhat tentang perjodohan dengan sahabat lamanya kedua orang tuanya, sebenarnya Tama ingin menolaknya, tetapi melihat harapan besar dari Mamanya membuat Tama mengurungkan niatnya.


"Woy....! dari tadi Aku ketok-ketok pintu tetapi yang punya ruangan lagi sibuk di depan laptopnya." Tutur Tama yang menepuk bahunya Reksa.


"Nganggetin saja woy!" Sahutnya Reksa dengan nada tingginya.


"Santai saja napa kali, Sa." tukasnya Tama duduk di depannya Reksa. Tama yang memperhatikan Reksa, membuatnya ada ide jahil untuk mengerjainya, tetapi Tama urungkan karena ada yang lebih penting daripada mengerjai Reksa.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Masih di perusahaan Abadi Group


"Sa, Aku mau cerita..." Tutur Tama menyenderkan kepalanya di sofa ruang tamu, ruangannya Reksa.


"Ya sudah cerita aja, Aku dengerin kok." Sahutnya Reksa tanpa menoleh ke arahnya Tama. Reksa masih fokus dengan laptopnya, tidak menghiraukan keberadaan Tama, karena ini harus di kerjakan lebih cepat, supaya Reksa tidak perlu lembur.


"Woy...! kalau Aku cerita itu yang di tatap dong wajahku, bukan laptop terus yang di tatap." Ujar Tama yang sedikit dengan nada kesalnya, dan memilih beranjak dari tempat duduknya.


"Tam, kamu mau kemana?" tanya Reksa mengangkat wajahnya, dan Tama sudah tidak ada di tempat duduknya.


Yang di panggil pun tidak menoleh sama sekali, membuat Reksa menutup laptopnya kembali. Reksa memilih menghampiri Tama di ruangannya, Reksa langsung nyelonong masuk ke ruangannya Tama.


"Sebentar lagi Aku mau nikah dengan anak sahabatnya kedua orang tuaku, Sa." Tutur Tama yang sedikit lesu.


"Apa menikah?" tanya Reksa yang sedikit kaget, rasa tidak percaya karena seorang Tama pewaris Abadi Group mau di jodohkan dengan kedua orang tuanya.


"Biasa aja keles." Jawabnya Tama santai.


Reksa nggak percaya aja, Tama mau di jodohkan dengan kedua orang tuanya. "Bukankah dulu kamu punya tunangan?" tanya Reksa kembali.


"Sudah lama putus, makanya Aku sudah sakit hati namanya perselingkuhan, lebih memilih orang tua yang memilihkan pasti ini yang terbaik untukku." Tutur Tama mantap.

__ADS_1


"Semoga saja, sebagai sahabat Aku hanya bisa mendoakanmu mudah-mudahan keputusan ini yang terbaik, Tam."Sahutnya Reksa yang ikut bahagia bila sahabatnya juga bahagia.


"Makasih, Sa." Ucap Tama.


"Sama-sama, Tam." Jawabnya.


🌹🌹🌹


Hari ini, keluarga Tama akan berkunjung kediaman sahabatnya di Solo untuk mengkhitbah Kanaya untuk putranya. Reksa pun tidak bisa pulang, karena ada perjalanan bisnis dengan Tama ke Inggris.


Setelah sampai solo, rombongan keluarga Tama menginap di salah satu hotel terkenal di kota Solo. baru esok harinya rombongan menuju rumahnya Kanaya, yang sudah sedikit ramai.


Keluarga Kanaya sudah tiba di rumahnya, hanya keluarga dekat saja yang di undang. karena ini hanya acara keluarga, pertemuan dua keluarga yang sudah lama terpisah jarak dan waktu.


Semua persiapan sudah rampung, keluarga Tama sudah datang. Pertemuan keluarga yang di gadang-gadangkan sebagai acara lamaran, akhirnya terjawab sudah.


Kanaya tidak bisa menolak permintaan kedua orang tuanya, karena Kanaya bisa sekolah dan sampai sekarang berkat kerja keras kedua orang tuanya.


Acara lamaran sudah selesai, keluarga Tama sudah kembali ke hotel. Keputusan kedua belah pihak sudah di putuskan, pernikahan akan di selenggarakan di Solo dan resepsinya akan di gelar di Jakarta, di rumahnya mempelai pria.


**Kayaknya cerita autthor tidak jelas ya di cerita "Pernikahan Dalam Perjodohan"


kasih masukan dong readers, di tunggu kritik sarannya**.

__ADS_1


__ADS_2