Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 56


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu Kanaya akhirnya berbuah manis, hari ini hari terakhir Kanaya mengikuti ujian nasional, rasa deg-degan masih Kanaya rasakan karena ujian ini menentukan nilai akhir perjuangan selama tiga tahun Kanaya lalui.


Di usia kandungan yang sudah dua bulan satu minggu, Kanaya tidak mengalami morning sicknes seperti ibu hamil lainnya, pernah sekali mengidamkan makan bakso di pinggir jalan dekat sekolah SMP Kanaya.


"Dedek anteng, ndak nakal , pintar bantu Bunda ujian makasih ya dek..." ucap Kanaya sembari tersenyum, dan satu tangannya mengelus-elus perutnya.


Kanaya sangat bersyukur hamil di trimester pertama, kandungan tidak rewel, tidak mengidam-idamkan hal yang aneh-aneh, dan mengidam pun hanya makan bakso di pinggir jalan.


Selesai bersiap-siap dengan seragam sekolah, Kanaya keluar dari kamarnya menenteng tas ransel, Kanaya juga sudah duduk di bangku meja makan, tangannya menopang di dagunya ekor matanya celingukan mencari keberadaan anggota yang lain untuk sarapan.


Setelah lima menit menunggu akhirnya formasinya sudah lengkap, mereka berempat sarapan bersama, meskipun nafsu makan sedikit berkurang, tetapi Kanaya berusaha untuk selalu makan nasi supaya kandungannya ada nutrisi untuk dedek.


🍭🍭🍭


Di rumahnya Tama sedang morning sicknes, padahal Tama sudah berniat untuk berangkat ke kantor. Tama juga sudah rapi dengan setelan jas, tetapi khayalannya tidak seindah kenyataannya, bolak-balik ke kamar mandi adalah hobi barunya.


"Tama, kamu kenapa kok belum keluar kamar?" tanya mamanya yang mengkhawatirkan putranya. tidak biasanya di kamar terlalu lama, karena hari sudah agak siang biasanya Tama sudah keluar kamar.


"Hoeekkk.... Hoeekkk....." Tama memuntahkan cairan bening, sudah berulang-ulang tetapi masih saja perutnya bergejolak ingin mengeluarkan isi di perutnya.


"Tama, Tam... kamu kenapa?" tanya sang Mama. sudah mondar-mandir menunggu pintu di buka sang anak.

__ADS_1


Cekkklllekkk.....


"Masuk mah"


"Kamu kenapa?" tanya sang Mama kembali.


"Pusing, mual, lemes mah." ucap Tama yang sudah lemas.


"Mama, panggilkan dokter ya.." Tutur sang ibu.


"Ndak usah mah, katanya ini hal yang biasa di alami suami yang sedang morning sicknes..." sahutnya Tama menolak tawaran sang Mama. Tama mulai memejamkan kedua matanya untuk meredakan rasa pusing yang hilang timbul.


"Apa morning sicknes?"


"Anak nakal, kenapa nggak bilang dari tadi? Mama itu khawatir terjadi apa-apa dengan putra semata wayangnya Mama yang sebentar lagi akan menjadi orang tua."


Sang Mama langsung memeluk putranya, saking bahagianya menghujamkan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah putranya.


"Mama bahagia sekali, makasih ya sudah memberikan Mama seorang cucu."


"Usianya berapa bulan, Tam?" tanya sang Mama.

__ADS_1


"Dua bulan mah"


"Hah! dua bulan, kenapa nggak bilang?"


"Sebenarnya Tama ingin memberitahu, pas usia kehamilan empat bulan, sekalian pengajian empat bulanan mah."


Keluarga besar Tama larut dalam euforia kebahagiaan, akan segera launching tujuh bulan yang akan datang calon cucunya , penerus keluarga Wiratmaja selanjutnya. Senyum kebahagiaan tidak pernah lepas dari kedua orang tuanya Tama, mereka akan menjadi yangti dan yangkung lucu kan panggilan untuk keduanya hehehe.


🍭🍭🍭


Ujian terakhir sudah Kanaya selesaikan, tinggal menunggu hasilnya keluar semoga nilai-nilainya bagus, sesuai yang diharapkan Kanaya sebelumnya.


Keluar dari kelas mereka bertiga sudah berada di kantin, semenjak di nyatakan hamil, Kanaya sering lapar, dan suka makanan yang berkuah.


Tidak ada obrolan untuk ketiganya, mereka sedang menikmati hidangan makanan yang tersaji di depannya. Soto yang masih mengepulkan asap menandakan sotonya masih panas, sangat nikmat di nikmati dengan sambal pedas, gorengan, dan es teh.


"*Sampai jumpa next time Difa, Dina ..." Kanaya melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa next Nay..." Dina, Difa ikut melambaikan tangannya kearah mobil Kanaya.


Seutas senyum tipis, menandakan perpisahan untuk ketiganya, hari ini ujian terakhir yang berarti mereka akan jarang bertemu.

__ADS_1


Mobil pun sudah melaju meninggalkan sekolah, terjadi keheningan di dalam mobil. Kanaya sudah memejamkan matanya yang sudah mengantuk, selesai makan siang bareng dua sahabatnya. Kanaya bermimpi indah, tidak ada keinginan yang terucap di bibirnya. Sang sopir yang melihat dari kaca spion depan ikut tersenyum, melihat majikannya yang sudah ke alam mimpi*.


__ADS_2