
Setelah mereka berbincang sebentar di ruang tamu, Ara panggilan akrabnya pamit undur diri karena tugasnya udah selesai mengantarkan makanan yang di bawanya, atas perintah kakaknya.
Naya termasuk tetangga baru, perumahan yang di tempati nya hanya terdiri beberapa rumah saja. Beda halnya dengan perumahan lainnya yang berdiri tak jauh dari rumahnya, yang di tempati Naya seperti perumahan Sultan.
"Onty tadi naman siapa, Nda?"
tanya si kembar yang harap-harap cemas menunggu jawaban Bundanya.
"Onty Ara sayang."
jawabnya Naya sembari mengusap lembut rambut si kembar, lalu mengecup keningnya lama.
"Onty Ala Nda."
"Iya sayang."
"Ashik... ashiks... Ita punya tetangga balu yang cantik sepelti Nda."
Seru twins boys kegirangan sampai bertepuk tangan dengan gemuruh.
*******
Ara tidak kalah riang nya disambut baik oleh keluarga Wiratmaja, kedua Baby boys yang lucu dan sambutan yang hangat dari Nyonya tuan rumah membuat Ara melengkungkan sudut bibirnya.
"Hmmm keluarga yang harmonis."
Guman Ara yang sudah masuk kembali ke rumah sang kakak.
********
Reksa dan Tama sedang melakukan perjalanan bisnis, ini perjalanan bisnis pertamanya Reksa sebagai pemegang perusahaan Bhakti Group.
Perusahaan kecil yang Reksa didirikan dari Nol, berkat bantuan keluarga Wiratmaja Reksa menjadi pebisnis muda yang di perhitungkan di dalam dunia bisnis internasional.
__ADS_1
Nama Wiratmaja mendunia di kalangan pebisnis, perusahaan Abadi Group merupakan perusahaan nomor satu di dunia.
Kekayaannya tidak akan pernah habis walaupun di makan oleh tujuh turunan. Tama sangat beruntung, berkat kerja kerasnya selama ini Tama bisa menembus kancah internasional.
Derrrtttttt
"Assalamualaikum sayang."
Sapa Tama. Tama tidak lupa mengucapkan salam untuk jagoannya yang terpampang di layar gawainya.
"Accalamualaikum Papa."
jawabnya si kembar.
Mereka sedang tiduran di kamarnya dengan Bundanya yang selalu menemani hari-hari nya selama Papa pergi kerja.
"Bunda mana sayang?"
"Itu Nda nya Pa, sedang tidulan"
Ucap my twins mengarahkan kameranya kepada sang Bunda.
Mereka sedang sibuk rebahan di kamarnya si kembar, setelah lelah bermain my twins ingin bermanja-manja dengan Bundanya.
"Hai sayang, lagi sibuk ya, duuhhh suamiku tampannya." Tutur Naya menyapa suaminya yang sedang sibuk dengan banyaknya berkas di meja nya.
"Suami itu apa, Nda?"
tanya my twins penuh dengan rasa penasaran tingkat dewa.
"Hmmm apa ya untuk menjelaskan kepada my twins."
jawabnya Naya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Apa itu Nda, cuami?"
tanya My twins kedua kalinya.
"Suami itu Papa kita Sayang."
"Owh Papa."
Mereka sudah menutup sambungan teleponnya, Naya dan si kembar melanjutkan istirahat siangnya. My twins sudah terlelap dalam tidurnya, Naya masih berjaga-jaga untuk menjaga si kembar bila sewaktu-waktu mereka terbangun.
"Jangan nakal ya dik, baik-baik di dalam, jangan kangen Papa dulu ya karena Papa sedang kerja."
Ucap Naya mengusap-usap perutnya dengan lembut, nampak sekali sudah sedikit menonjol di usianya ke lima bulan.
Duk Duk...
"Auuhhh pelan-pelan sayang nendang-nendang nya hihihi."
Naya terpesona merasakan tendangan calon bayik nya, walaupun usianya baru lima bulan tetapi nendang nya sangat intens.
Wajahnya Naya berbinar bahagia merasakan tendangan dari calon anaknya yang masih berada di dalam.
*****
Tama semakin bersemangat setelah mendapatkan aliran semangat dari keluarga yang di rumah. Bibirnya mengulum senyum, mengingat My twins y hari ini sangat penurut
Jarak tak membuat mereka tak saling menyapa, berkirim pesan atau menanyakan kabar.
Mereka sangat intens untuk saling memberikan kabar. Ada my twins yang selalu menanyakan Papa nya, meskipun ini bukan pertama kalinya mas Tama melakukan perjalanan bisnis.
Bukan yang pertama, tetapi ada yang kurang dalam hidupnya. Karena tidak ada yang memeluknya seperti malam kemarin, dan beberapa malam berikutnya. Mereka terpisah antara jarak, waktu dan tempat tinggal.
Cinta yang mereka miliki tetap yang terkuat, karena mereka orang tua terhebat untuk my twins dan calon jabang bayi nya..
__ADS_1