Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 164


__ADS_3

Acara pengajian di gelar hari ini, tamu undangan sudah berdatangan menempati tempat duduknya masing-masing. Naya, Tama , my twins, Papa Adi, Oma Nisa, bapak Bhakti dan ibu Melati sudah duduk di tengah-tengah tamu undangan. Naya duduk di sebelah Mama Nisa, dan ibu Melati. Senyum penuh kebahagiaan tercetak jelas di bibirnya Naya.


Hari ini merupakan hari kebahagiaan nya, menyambut kelahiran anggota baru di keluarganya menjadi pelengkap di rumah tangganya Naya dan Tama.


My twins sangat tenang, anteng mengikuti jalannya acara pengajian. Keduanya sangat menggemaskan bisa menirukan lantunan sholawat yang di nyanyikan para ibu-ibu pengajian


Tamu undangan yang melihatnya jadi gemas sendiri, rasa-rasanya ingin sekali mencubit pipi gembul my twins yang nampak sekali penuh aura kebahagiaan. Wajahnya yang imut, lucu membuat banyak orang jatuh cinta, jatuh cinta hanya melihat pandangan pertama.


Uncle Reksa pun juga turut hadir di acara pengajian adiknya, tetangga dekat juga tidak luput dari undangan Naya termasuk keluarga Pradipta turut hadir di acara pengajian tujuh bulan kehamilannya.


Mereka dan tamu undangan nampak khusyukk mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang di bacakan oleh ibu-ibu pengajian. Suaranya yang merdu mampu menyihir para tamu, dan keluarga besar yang punya hajat.


Acara demi acara berjalan sangat khidmat, my twins sendiri pun sangat tenang duduk di sebelah Papa nya. Mulutnya terkunci rapat, hanya senyum, lirikan emor matanya yang membuat My twins memperhatikan orang baru yang datang ke rumahnya.


Serangkaian acara pengajian tujuh bulan kehamilan Naya sudah selesai, tamu undangan sudah pergi silih berganti. Bingkisan nan cantik di tenteng tamu undangan yang mulai meninggalkan kediaman Wiratmaja sebagai hadiah atau souvernir pengajian.


******

__ADS_1


"Alhamdulillah berjalan lancar acara nya."


Ucap syukur Naya.


Tamu, tetangga, kerabat sudah meninggalkan tempat acara, kini tinggal tuan rumah dan keluarga nya yang masih sibuk bercengkrama di dalam ruang tamu.


My twins sendiri sudah tertidur, setelah memakan makanan yang beraneka ragam tersaji di meja khusus hidangan. Keduanya sangat antusias membuat My twins sampai kenyang.


Dua paruh baya memilih menyendiri, mereka mulai berbicara empat mata. Mama Nisa pun sangat semangat mendengarkan cerita besannya, tentang panen sayuran, terutama tomat yang melimpah untuk tahun ini. Harga nya pun sangat fantastis, bisa untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk di tabung nya.


*******


"Mas, sini cepetan!"


Tutur Naya melambaikan tangannya, supaya sang suami tahu maksud nya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Udah ngantuk Mas, tapi dedeknya mau nya di peluk Papa nya dulu, baru bisa bobok cantik mas.,"


"Bundanya atau dedek kecil?"


"Dedeknya yang mau minta di ninaboboin Papa nya."


"Sebentar ya mas ganti pakaian dulu!"


Tama berniat untuk melangkah kan kakinya ke walk in closet, tetapi langkahnya langsung di cegah sang istri yang sudah merengek seperti si kembar yang minta di beliin mainan, tapi tak di belikan eh nya.


"Kenapa? hmm."


Naya langsung menelusup di ketiak sang suami, menghirup dalam-dalam aroma sabun mandi, wangi yang menyegarkan membuatnya tertutup sempurna kelopak matanya Naya.


Tama yang melihatnya ikut tersenyum kecil, istrinya yang biasanya banyak permintaan ini itu, malam ini Tama meliburkan dirinya untuk memenuhi kemauan istrinya.


Kebiasaan malam-malam nya membuat Tama geleng-geleng dan juga bahagia. Naya pas malam terkadang ingin minta di pijat, nonton Drakor, terkadang minta main kuda-kudaan sampai larut malam.

__ADS_1


Insya Allah bila ada waktu luang, Mimin akan double Up. dukungan Kali membantu untuk Mimin tetap semangat.


__ADS_2