
***Maaf kemarin banyak typo, semoga part ini lebih baik lagi.
Selamat membaca***.
Kanaya sedang mondar-mandir di dalam kamar mandi, sesekali bibirnyaa mengigit jari tangannya, perasaannya tidak menentu seperti permen nano-nano asam manis menjadi satu, itulah yang Kanaya rasakan detik ini.
Dengan perasaan was-was Kanaya mulai menggunakan Alat tespeck yang di belinya di apotik, selesai Kanaya pulang dari sekolah.
Ada perasaan haru, tangis bahagia, hatinya berbunga-bunga tatkala melihat ada garis dua di alat tespeck. Tidak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya, bukan tangisan kesedihan tetapi tangis bahagia yang Kanaya rasakan saat ini.
Keluar kamar mandi dengan perasaan campur aduk bahagianya, berulang-ulang Kanaya mulai membelai perutnya dengan lembut, sesekali tersenyum kecil membayangkan saja sudah membuatnya tidak berhenti tidak untuk tersenyum.
Dengan perasaan yang membuncah bahagia, Kanaya tidak henti-hentinya mengelus perutnya yang belum membuncit, masih seperti biasanya.
Tetapi perasaan bahagianya tidak bisa di ucapkan dengan berbagai kata, senyum tidak pernah lepas dari bibirnya, besok-besok Kanaya tidak sendiri, ada baby yang selalu menemani Kanaya di Solo, selagi masih LDR dengan suaminya.
__ADS_1
🍭🍭🍭
Dengan semangat baru Kanaya mulai melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya, tidak henti-hentinya Kanaya mulai bersenandung ria menyanyikan lagu-lagu anak-anak yang tenar pada masanya. Meskipun lagu anak-anak sudah mulai punah, tetapi Kanaya masih pandai mengingat beberapa lagu yang pernah populer.
Kelas hari ini Kanaya lalui dengan rasa yang membuncah bahagia, bahagia karena ada semangatnya, ada yang menemaninya di dalam rahimnya malaikat mungil pelita hati keduanya, akan menjadi cahaya bagi keluarganya kelak.
Setelah pulang sekolah Kanaya langsung pulang ke rumahnya, badannya rasanya capek, rasa kantuknya susah untuk Kanaya tahan meskipun sudah makan permen.
Sampai di rumahnya Kanaya melegakan dirinya untuk masuk ke dalam kamar, selesai menyapa orang yang berada di rumahnya, sebentar saja langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
Menerawang langit-langit kamarnya, Kanaya mulai menghitung hari terakhir Kanaya dapat tamu bulanan. Selesai di hitung-hitung Kanaya baru ngeh sudah dua bulan, tidak mendapatkan Tamu bulanan membuatnya sedikit terkejut sampai melupakan tamu yang penting.
Mereka berdua ibu dan anak sedang mengobrol berbagai pertanyaan yang Kanaya lontarkan, mulai dari kelahiran Kanaya, merawatnya, dan sampai Kanaya besar mengantar Kanaya memasuki gerbang pernikahan.
Puas mengobrol sesekali di selingi dengan candaan, obrolan, dan terkadang juga ada pembahasan tentang masa depan putrinya yang sekarang sudah menjadi milik orang lain, ada suaminya yang harus Kanaya urus, dan ada tanggung jawab suaminya yang tidak pernah Kanaya abaikan.
__ADS_1
🍭🍭🍭
Tama sedang berbunga-bunga, baru saja Tama memenangkan tender, tidak sia-sia mengorbankan segalanya , pada akhirnya tendernya jatuh ke tangannya.
Tender yang masih beberapa bulan belakangan ini mulai Tama kerjakan, tetapi nasib berpihak pada perusahaannya. Dengan kerja keras yang tidak mengenal lelah, Padanya akhirnya beberapa minggu selesai Tama garap dengan Reksa, berbuah sangat manis.
"Sayang, Mas kangen..." Tutur Tama mengusap layar ponselnya yang tertera wallpaper pernikahan dirinya dengan sang istri.
Rasanya tidak sabar menunggu hari Sabtu, Sabar tinggal beberapa hari lagi, , pasti bertemu kembali.
Tama ingin menghubungi istrinya, tetapi di urungkan karena ini masih jam istirahat, pasti istrinya masih tidur siang.
🍭🍭🍭
Setelah bertukar cerita, pengalaman dengan sang ibu. Kanaya kembali ke kamarnya, badannya terasa pegal-pegal kalau sudah dibuat untuk tidur pasti pegal-pegalnya berkurang.
__ADS_1
Beristirahat sebentar sudah membuat badannya Kanaya lebih rileks, dan segar kembali. Kanaya mulai membuka matanya, matanya terus melirik di setiap sudut kamarnya, tidak ada yang berubah yang ada perasaan bahagianya ada kebahagiaan baru di dalam perutnya.
Sengaja Kanaya tidak ingin memberitahukan berita kehamilannya via pesan atau telepon, Kanaya ingin memberikan surprise adalah tujuannya untuk membuat suaminya pasti tidak kalah bahagianya seperti perasaan Kanaya sekarang ini.