Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 82


__ADS_3

Happy reading guyss


Keesokan paginya Kanaya terbangun dari tidurnya dengan badan yang sudah fresh kembali, semalam pun Kanaya tidak terbangun sama sekali, tidurnya benar-benar sangat nyenyak.


Senyum manis terbit di sudut bibirnya, di sebelahnya ada sang suami masih tertidur sangat pulas, menambahkan kebahagiaan Kanaya bisa setiap harinya memandangi wajah sang suami.


Tidur saja masih tampan, coba kalau sudah berpakaian rapi dan pergi ke kantor pasti kadar ketampanan nya semakin meningkat drastis


Tangannya terus saja mengelus rahang kokoh sang suami, membelai lembut bingkai wajahnya, tidak jemu-jemu Aku memandang mu, suamiku.


Di dalam tidurpun Tama ingin tertawa mendengar suara lirih sang istri yang memuji dirinya, seperti seseorang yang sudah lama tidak berjumpa, membuat Tama geli sendiri dengan perlakuan usapan lembut tangan sang istri.


Tama sampai terbuai kembali dalam tidurnya, meskipun hanya sekedar usapan menurutnya ini sangat menina bobokan dirinya semakin terlelap dalam tidurnya.


Ingin rasanya Tama terbangun untuk menggoda sang istri, tetapi niatnya Tama urungkan, takutnya istrinya ngambekan dengan hormon kehamilan nya.


Lagi-lagi Tama hanya menunggu sang istri untuk membangunkan dirinya, lembut belain tangannya membuatnya enggan untuk terbangun. Momen seperti ini langka, karena waktu yang memisahkan kemarin seakan terbayar hari-hari yang di lalui bersama sampai hari ini.

__ADS_1


"Mas, bangun sudah pagi! lihat saja matahari tersenyum kearah mas ku ini!" Tutur Kanaya menciumi pipi suaminya, dan menepuk-nepuk punggung tangannya.


Sebenarnya Tama sudah bangun, tapi memilih terpejam kembali dengan sang istri yang masih dalam mode baik hati, dan penyayang suami.


Akhirnya Tama tidak tega mendapatkan serangan sang istri bertubi-tubi, membuatnya geli sendiri, sungguh perlakuannya sangat manis.


"Jam berapa Yank?" tanya Tama yang pura-pura dengan suara khas bangun dari tidurnya, padahal dirinya sudah bangun semenjak sang istri menciumi pipinya.


"Jam 07.00 Mas." jawabnya santai.


"Hah! jam tujuh! kok tidak bangunin mas sih, tu kan mas jadi terlambat ke kantor, mana ini pertama mas masuk ke kantor kembali..." Tama terus saja mengoceh tidak jelas, Kanaya hanya menjadi pendengar yang setia, sesekali dirinya tersenyum.


Bener dugaan Kanaya, belum juga beberapa menit masuk ke dalam kamar mandi. Terdengar teriakan sang suami yang sudah kalang kabut tidak membawa handuk, maupun baju ganti.


"Dengan sigap Kanaya memberikan handuk ke dalam, apa yang Kanaya lihat membuat kedua matanya tidak berkedip melihat pemandangan mata yang menakjubkan. "


"Tama pun tidak menyadari keberadaan sang istri yang berada di belakang, Tama masih sibuk dengan busa mandi, tetapi pusaka nya ikut berdiri seperti pedang samurai."

__ADS_1


"Mas handuknya Nay letakkan di sini ya!" ucap Kanaya menutup kembali kamar mandi.


Jantung Kanaya berdegup kencang, pipinya memanas membayangkan pusaka sang suami, ternyata besar juga.


"Nay, kamu sedang apa? kok pipinya merah?" tanya Tama memeluk sang istri dari belakang, dan mencium tengkuknya.


"Eng...ggak pa-pa Mas, Nay hanya sedang bahagia, iya sedang bahagia..." jawabnya Kanaya sangat gugup seperti sedang ketahuan selingkuh.


Mereka sudah berada di bawah, di meja makan yang sudah ada orang tuanya. Keduanya duduk berdampingan, tidak ada pembicaraan mereka berempat sarapan dengan sangat khidmat.


Semenjak memasuki trimester ketiga, nafsu makan Kanaya meningkat tajam, dan Tama sangat bersyukur sang istri tidak banyak mengidam yang aneh-aneh, sejauh ini masih bisa di jangkau tempatnya.


Sang isteri mengidam makanan yang harga fantastis, bukan seperti yang ada di novel, yang ngidam makanan di pinggir jalan. Calon anak-anaknya benar-benar berkelas, sedangkan sang istri sangat sederhana, tidak neko-neko dengan hal makanan, terus anak-anaknya menurun ke siapa?


#Ied Mubarok 1442 H


#Maaf lahir batin bila auuttor banyak kesalahan, maupun kekurangan karena Auttor hanya manusia biasa yang banyak salah dan dosa.

__ADS_1


#Selamat lebaran, raih kemenangan setelah puasa Ramadhan.


__ADS_2