Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 141


__ADS_3

Setelah sampai di rumah dan berbincang sebentar, Tama dan Kanaya masuk ke dalam kamarnya.


Kalau soal my twins mereka sudah mimpi indah di kamarnya, separuh perjalanan mereka sudah mengantuk, di dalam mobil pun mereka sudah tertidur...


Bagaikan pengantin baru, mereka malam ini tidur tanpa ada gangguan, sebab kurcaci twins nya sudah lebih dulu tidur dan masuk kamar...


"Mau makan apa gitu? nanti mas berusaha nyari, tapi kalau tidak ada enggak boleh nangis lho..." Tutur Tama .


Tama menanyakan ngidam sang istri, berharap bisa jadi suami siaga mencari makanan untuk ngidam sang istri....


"Menggeleng, enggak mas! ngantuk mau bobo saja..." sahut Nay sudah menguap dan menutup nya dengan punggung tangannya.......


"Bener nih enggak mau apa-apa?"


tanya Tama untuk memastikan.


"Iya mas ku sayang..." jawab Nay dengan menangkupkan kedua tangannya untuk memegang pipi suaminya.


"Cup Cup...." beberapa kecupan mendarat cantik di seluruh wajahnya Wiratama..


Tanpa ampun Tama langsung memegang tengkuk sang istri untuk memperdalam bertukaran Saliva antara keduanya.


Bagaikan tersengat aliran listrik, Tama semakin tidak bisa terkendali dengan sikap sang istri yang nampak pasrah di berikan kenikmatan yang luar biasa.


Dengan kehati-hatian Tama mulai melucuti pakaian yang di kenakan sang istri, Nay sudah tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya...


Pandangan matanya Nay sayu, memandangi makluk tampan di depannya. Seolah-olah terhipnotis dengan tubuh gagah nan memesona, sayang bila di lewatkan begitu saja hahahaha...


"Sayangnya Papa...."


"Cup Cup....." mengecup perut sang isteri berulang-ulang, sembari berbicara berharap sang jabang bayi mau mengerti keinginan orang tua nya...


Tak ada rasa malu, Nay agresif untuk menyerang duluan. Permainan kali ini yang mengendalikan adalah Kanaya.


Semenjak di ketahui hamil, Nay tanpa rasa malu-malu mulai memimpin memainkan pusaka ajaib suaminya.


"Akhhh.." suara ******* seperti sedang beradu akting siap di mulai.

__ADS_1


Kanaya sangat jago memberikan rasa nikmat yang luar biasa nikmatnya, seperti malam ini Kanaya lah yang mendominasi setiap permainan beregu mereka.


Tidak ada kepuasan, Nay terus saja menyelusuria dari atas ke bawah dan mulai memasukkan benda berharga suami nya di pusaka ternikmat.


"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang minta..." Ucap Tama menahan rasa ke awang-awang.....


"Habis ini ternikmat, mas..." sahut Kanaya dengan keringat sebiji jagung membanjiri wajah cantiknya.


Tama hanya pasrah menikmati alur sang istri, bibirnya langsung terkatup merasakan gelombang elektromagnetik yang di hasilkan aliran yang menjadi candunya....


Kanaya langsung ambruk di dada bidangnya, suara dengkuran halus menjadi lagu pengantar tidur yang indah.


Senyum kebahagiaan terpatri di bibirnya Wiratama.


"Lebih enak bila istri tengah hamil


Agresif, penuh tantangan dan semangat.


Berharap istrinya tiap tahun mau hamil,


Melahirkan keturunan nya."


Hiksss Nda....


Hiksss... Papa...


Dini hari jam 02 pagi my twins terbangun, meraba-raba di sebelahnya tidak ada Bunda dan sang Papa. My twins langsung mengeluarkan jurus andalannya.


***""***


"Mas bangun..."


"My twins kayaknya nangis.."


"Hmmm..


"Bangun iiihhhh..."

__ADS_1


"Hmm..."


"Kalau tidak mau bangun tidak ada jatah nengokin dedek kecil!" ancaman Kanaya.


Nay gemas sendiri dengan suaminya yang menjawab dengan deheman, tanpa mau membuka kelopak matanya...


Mendengar ancaman istrinya tidak mendapatkan jatah, Wiratama langsung bangun. Mulai bangkit dari tidurnya mencari pakaian yang sudah berserakan di lantai...


Tama tidak peduli pusaka nya tanpa sensor, sengaja yang Tama lakukan untuk menggoda istrinya kembali.


"Mas iiihhhh di tutup ITU nya.. " rengekan Nay malah membuat Tama betah menggoda sang istri...


"Kenapa?" tanya Tama dengan alis yang terangkat...


"Malu Mas..."


"Bukannya barusan kita bergoyang senggol bersama, rasanya sungguh lezat goyangan dengan senggol an."


"Blusshhh..." pipi Nay langsung merona membayangkan kegiatan barusan yang dirinya sangat agresif...


"Cieee pipinya merah.. " goda Tama tersenyum misterius...


*****


"Cup Cup... sayangnya Papa..."


Mendengar titah Kanjeng mami, Tama langsung melesat ke kamar my twins.


Nampak ada bekas air mata.


"Jangan nangis ada Papa dan Bunda akan selalu ada untuk kalian..."


Suara Papa nya sangat ajaib, my twins sudah berhenti menangis tinggal suara sesenggukan dari sisa tangisnya...


Akhirnya dengan berat hati my twins tidak mau di tinggalkan di kamarnya. Tama memutuskan membawa my twins tidur bersama nya, di kamar utama.


Kencan buta ku terbang dechhh iiihhhhhh," batinnya Tama kesenangannya sedikit terganggu.

__ADS_1


#Othor nulis juga di lapak sebelah ya.


Silahkan yang mau baca boleh dm ke othor.


__ADS_2