Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 185


__ADS_3

Usia kehamilan Naya memasuki trimester pertama dengan usia kehamilan tiga bulan. Naya tidak merasakan mengidam, malah sebaliknya Tama yang benar-benar mengidam seperti perempuan pada umumnya.


Di usia ke tiga bulan kehamilan, Naya setia melakukan pekerjaan seperti biasanya, tidak ada yang berkurang. Semua berjalan pada mestinya, tidak ada yang berubah pada kehamilan yang ketiga ini.


My twins dan Esha sudah biasa dengan kemandirian, semenjak mereka akan mempunyai adik baru. Berjalan sang waktu, Esha masih manja tetapi sedikit berkurang, kemanjaan nya ketika Esha mau bobok pasti harus ada tangan yang setia pok-pok bo kong nya, dan menceritakan dongeng kesukaannya.


Tama semakin menunjukkan kedewasaannya dengan ayah ketiga putra-putrinya, kurang lebih 6bulan lagi akan ada anggota baru yang mewarnai rumahnya. Tangisnya selalu di rindukan, terutama my twins dan Esha yang sangat antusias menyambut adik bayik.


Kedua Opa Oma nya juga turut bahagia mendengar kehamilan menantunya. Oma Nisa sering sekali menginap di rumahnya Tama, Oma Nisa ingin menjaga menantunya dan calon cucunya.


Sama halnya kebahagiaan Kakek dan Neneknya yang berada di Solo.


Meskipun jauh jaraknya antara Jakarta-Solo tetapi selalu dekat di hatinya. Sama yang di rasakan besannya, kedua Kakek Nenek juga sangat bahagia ketika mendengar kabar baik kehamilan putrinya Kanaya.


*****


Hari ini jadwal kontrol dedek utun, Tama mengosongkan jadwalnya untuk istri tercinta dan calon anaknya.


"Sudah siap Bun! dedek ikut kita apa di rumah sama Mama.," tanya Tama yang masih sibuk mengancingkan kemeja, dan menggulung nya sebatas siku. Rencananya sehabis kontrol mereka akan mampir berbelanja kebutuhan sehari-hari, kebutuhan anak-anak termasuk sandang dan pangan.

__ADS_1


"Sepertinya ikut kita dech Pa, kayak enggak tahu Esha saja pasti juga nangis kalau kita tinggal di rumah." jawabnya Naya.


"Ayo berangkat Pa, mumpung jalannya belum panas, kasihan Esha kalau sudah nungguin kita di bawah."


Keduanya sudah menuruni anak tangga, sudut matanya memandangi sudut ruangan untuk mencari Putri kecilnya Esha. Tidak terlihat di ruang tamu, nampak sepi sekali seperti rumah kosong yang tidak berpenghuni.


*****


Esha dan Oma Nisa sedang berada di taman belakang, mereka sedang menyirami tanaman yang sangat gersang. Beberapa hari tak turun hujan membuat semua tumbuhan menjadi layu.


"Esha, kamu dimana Nak?"


Mendengar jawaban putrinya, Naya berjalan sedikit tergesa-gesa untuk sampai ke taman belakang. Di belakang ada Oma Nisa, dan si centil Esha yang sedang sibuk memainkan selang air.


"Esha mau ikut Bunda dan Papa kontrol dedek bayik, atau milih di rumah sama Oma?"


Nampak sekali si kecil Esha sedang berfikir, menimbang-nimbang di rumah apa ikut ya..


"Gimana sayang?"

__ADS_1


"Elca di lumah saja ma Oma, ental Elca minta di beliin es klim, es campul dan ayam K*C yang deude Nda." Esha mengabsen satu persatu pesanannya, dan di hitung pakai jari mungilnya.


"Ada lagi Esha?"


"Ndak Nda, itu udah anyak Elca pucing mikilin uangnya walna melah-melah anyak sekali.


Api Nda unya uang kan." Ujar Esha mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Bundanya yang sedikit berjongkok untuk menyamakan tinggi nya Esha.


"Punya Sayang."


"Titip Esha ya, mah."


Aku pamit dulu mah keburu siang, "Mungkin Mama mau nitip sesuatu?" tanya Naya berbalik menoleh ke belakang.


"Enggak Naya."


Tenang saja aku akan jagain cucu cantik Oma, kamu jangan khawatir nanti kalau ada apa-apa akan Mama hubungi. "Have fun."


Beberapa episode lagi tamat ya.

__ADS_1


__ADS_2