Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 118


__ADS_3

Di ballroom hotel tempat di adakan acara ulang tahun perusahaan begitu nampak sangat ramai, tamu undangan yang hadir pun memenuhi kapasitas hotel tempat acara.


Banyak kolega-kolega bisnis yang ikut hadir memeriahkan pesta, atau sekedar ingin mengucapkan selamat untuk ulang tahun perusahaan.


Reksa perwakilan dari Abadi Group turut menyumbangkan satu lagu yang lagi populer pada masa milenial sekarang ini.


Lagu yang menjadi favorit kalangan muda-mudi Reksa mulai dendang kan dengan petikan gitar, Reksa duduk di tempat yang tidak jauh dari pemain musiknya, diatas panggung lah yang sudah di sediakan tuan rumah.


🎵 Ini salahku


🎵 Terlalu memikirkan egoku


🎵 Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


🎵 Hingga kau pergi tinggalkan aku


🎵 Terlambat sudah


🎵 Kini kau t'lah menemukan dia


🎵 Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


🎵 Ku ikhlas kau bersanding dengannya


🎵 Aku titipkan dia


🎵 Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


🎵 Bahagiakan dia, kau sayangi dia


🎵 Seperti ku menyayanginya


🎵 'Kan kuikhlaskan dia


🎵 Tak pantas ku bersanding dengannya


🎵 'Kan kuterima dengan lapang dada


🎵 Aku bukan jodohnya


Lagu yang lagi populer di zaman milenial ini mampu menghipnotis para tamu undangan, lagu milik Tri Suaka musisi dari Yogyakarta yang sedang di gandrungi kaum hawa.


Setiap reff yang Reksa nyanyikan banyak yang hafal, banyak yang ikut bernyanyi seperti yang Reksa nyanyikan.

__ADS_1


Suara gemuruh, tepukan tangan dan teriakan tamu undangan membuat Reksa menebarkan senyum termanis nya, seolah-olah Reksa penyanyi besar yang sedang mengadakan konser, tamu undangan sedang menonton layaknya konser seperti yang pernahmereka lihat di televisi.


Di ujung pintu masuk ada seorang gadis berjilbab memperhatikan, curi-curi pandangan kearah Reksa, ekor matanya dengan seksama memandanginya, penyanyi diatas panggung sekarang menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


Reksa pun sebenarnya tahu bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh gadis yang di tabrak nya, tetapi Reksa memilih cuek saja, pura-pura tidak tahu bahwa dirinya ada yang mengangumi, diam-diam ada yang mencuri pandangan kearah nya.


Bait demi bait sudah Reksa nyanyikan, banyak yang eespek dengan warna suaranya sedikit serak-serak basah, dan sangat seksi untuk penyanyi pria.


Tepukan tangan menjadi akhir bahwa lagu yang dinyanyikan sudah pada akhir reff. Banyak pasang mata mengabadikan foto, video, dan masih banyak lagi.


💜💜💜💜💜


Di kediaman Wiratama si kembar belum mau memejamkan kelopak matanya, padahal hari sudah tengah malam, mereka berdua masih asyik dalam bermain mobil-mobilan yang baru sore tadi di belikan Papa nya.


"Bobok yuk, sudah malam sayang, besok lagi yuk mainnya." rayu Kanaya kepada kedua putranya.


"Beyum antuk Nda, asih ingin ain." jawab putra keduanya dengan ekor matanya masih cerah, secerah matahari pagi.


"Betul-betul Ita beyum antuk ya dek!" Tutur Abang Dana ikut menimpali percakapan Bunda, dan adiknya.


"Bunda udah ngantuk sayang." ucap Kanaya kembali merayu putranya, berharap dengan alasan itu putranya mau bobok, karena dirinya juga sudah mengantuk.


"Nda bobo saja, ita ain beldua bisa, Ita belani kog!" Lagi-lagi kedua putranya mempunyai pendirian sendiri, mereka masih ingin bermain tanpa harus di tungguin Bundanya.


Ternyata bujuk rayunya tidak mempan, kedua putranya masih asyik bermain dengan dunianya.


Kanaya hanya bisa pasrah menemani putranya, sedang suaminya masih sibuk di ruang kerja.


Dengan terkantuk-kantuk Kanaya rela tidur sambil bersandar demi menemani buah hatinya bermain, dan menunggu suaminya keluar dari ruang kerja.


💜💜💜💜💜


Pukul 11 malam Tama baru saja selesai mengerjakan pekerjaan nya, dan baru saja bisa keluar dari ruang kerja, rasa lelah, kantuk menjadi satu.


Tetapi rasa kantuknya langsung hilang melihat putranya belum tidur, mereka berdua masih asyik dengan mainannya, sedangkan Bundanya yang sudah bermimpi di pulau kapuk di sofa ruang keluarga.


"Belum bobok sayang.." Tutur Tama mendekati putranya, Tama pun mengecup kening putranya bergantian.


"Beyum Pa, Ita asih ain ini!" sahut putranya menunjukkan mobil-mobilan yang di pegang nya kepada sang Papa.


"Kenapa?" tanya Tama mendekati putranya.


"Beyum antuk Pa." jawab si kembar dengan suara kompakan.

__ADS_1


Tama hanya bisa pasrah mendengar jawaban polos putranya, alhasil Tama menggantikan peran istrinya untuk menemani putra kembarnya bermain.


Sedang Tama membiarkan istrinya bermimpi indah, karena tidak tega membangunkannya seharian menemani putra mereka yang semakin aktif ingin ini itu.


Akhirnya memilih membiarkan saja Kanaya beristirahat, baru setelah anak-anak tertidur barulah Tama akan mengendong nya ke kamar.


Satu jam menemani putranya bermain, pada pukul 12 malam baru Baby boys twins tertidur pulas di ruang keluarga karena kelelahan dalam bermain.


"Akhirnya kalian bobo juga," ucap Tama mengendong putranya untuk di bawa ke kamarnya mereka berdua, Tama pun mengendong secara bergantian Dana dan Dapi.


Selesai menidurkan putranya, barulah Tama beralih ke istrinya. Mengendong istrinya adalah opsi terbaik daripada harus membangunkan tidurnya. Dengan gerakan pelan Tama mengangkat istrinya untuk di tidurkan di kamar mereka berdua.


"*Sweet dream sayang ku..." Tama mengecup keningnya, dan pip tipis-tipis takut membangun kan nya.


Setelah melalui drama panjang dengan pekerjaan dan putranya*, barulah mereka berdua bisa beristirahat, bisa saling memberikan kehangatan, saling menyalurkan cinta yang hakiki sebagai sepasang dua sejoli yang sudah halal.


Seperti ini yang selalu Tama rindukan, bisa berduaan dengan sang istri, dan anak-anak nya adalah kebahagiaan yang tidak bisa di ukur dengan nilai materi, dan waktu yang sudah berlalu tidak mungkin kembali, bila ada waktu Tama selalu memanfaatkan momentum dengan sebaik mungkin.


"Eughhh...." Kanaya terbangun dari tidurnya, dengan pelan kelopak matanya terbuka, dan tangannya meraba-raba sisi tempat tidurnya.


"Mas anak-anak mana?" Kanaya bertanya dengan sang suami, tangannya terus saja menggoyang-goyangkan lengannya untuk membangunkan.


"Anak-anak sudah tidur." jawab Tama dengan kedua matanya masih terpejam, dan merapatkan selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Yang benar mas, Putra kita sudah tidur?" Kanaya terus saja bertanya untuk memastikan ucapan suaminya.


"Iya isteri ku yang cantik." jawab Tama dengan lembut, berharap istrinya tidak tanya lagi dan percaya pada ucapan dirinya.


Setelah di timang-timang ucapan suaminya ada benarnya, Kanaya memilih diam dan bangkit dari tempat tidurnya untuk melihat putranya.


"Sweet dream sayangnya Bunda dan Papa." Kanaya mengecup kening putranya bergantian satu-satu.


Melihat putranya tertidur nyenyak, Kanaya bisa bernafas lega. Akhirnya memilih kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya bersama sang suami tercinta.


"Terimakasih suamiku." Kanaya menciumi pipi suaminya sebagai ucapan terima kasih telah menjaga anak-anak hingga tertidur.


Othor mau cerita sedikit tentang bulan Juni Juli? menurut othor bulan terberat dalam perjalanan ku, Kaka terpapar covid 19 dan harus rawat inap di RS dengan saturasi oksigen 87-88 ( sebenarnya ngk seseg banget tapi harus pakai oksigen *Nonreb*eathing oxigen face mask (NRM) ).


**Satu hari menunggu kamar di ruang scerning IGD, akhirnya hari kedua kakakku mendapatkan kamar di ruangan khusus isolasi, dan di pindahkan ke ruangan tepat hari Jum'at.


Setiap hari pagi sore othor harus bolak-balik naik tangga menuju lantai tiga untuk mengantarkan makanan dan minuman, datang ke rumah sakit hal baru untuk othor bukan sebagai pegawai, tetapi sebagai keluarga pasien .


Insya Allah Next part othor ceritain lagi pengalaman othor menjalani hari-harinya menjaga sang kakak sampai othor sendiri harus tumbang ikutan sakit**.

__ADS_1


__ADS_2