Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 180


__ADS_3

Tama dan Naya memberikan kejutan kecil di ulang tahun Esha, putri kecilnya. Walaupun tak minta di rayain sebagai seorang ibu dan ayah, kedua sangat paham dengan kemampuan putrinya. Masih ada waktu beberapa hari untuk mempersiapkan pesta kejutan, sangat pas Waktunya bila keduanya mempersiapkan dari sekarang.


"Esha, lagi apa? anteng amat sih dik.."


Ucap Naya menang putrinya, tidak ada jawaban membuatnya penasaran akhirnya Naya memutuskan untuk mendekati putrinya di kamar.


"Esha.."


Klekkk


Anggap saja itu pintu di buka ya, ekor matanya Naya menelisik sudut bibirnya, tidak ada siapa-siapa? Kemana Esha? batin Naya terus saja berkecamuk tak menemukan keadaan putrinya.


"Esha..."


Tidak ada jawaban untuk sekian kalinya, Naya berusaha mencari putrinya di sudut ruangan, kamar mandi, bahkan ruang sempit pun tak luput dari pencarian nya.


"Kenapa aku tak mencari di kamar utama? siapa tahu Esha tertidur di sana, ahh coba aja siapa tahu Esha di sana!"


Naya terus saja berbicara dengan dirinya sendiri, semoga pencarian nya membuahkan hasil yang baik.


Kleekk...


Naya membuka kamar utama, kamar Tama dan Naya. Indera pendengarannya langsung menangkap suara riang putrinya, Naya di balik pintu pun tersenyum senang ternyata putrinya ada di kamarnya. Terus dia berbicara dengan siapa? seperti nya ada suara orang sedang mengobrol, tapi siapa? Anak-anak sudah pergi sekolah, suami apa lagi sudah berangkat sejak pagi.


Naya terus saja perang batin, menerka-nerka putrinya di dalam dengan siapa? kenapa berbicara sedang mengobrol? rasa penasaran yang tinggi membuat nya ingin segera membuka pintu kamarnya.


Kleekk....

__ADS_1


"Nda..."


panggil si kecil Esha.


Kedua ekor matanya Naya langsung membelalak sempurna melihat putrinya berada di bangku meja rias. Berbagai makeup sudah acak-acakan, lipstik, bedak, handbody turut menjadi berantakan.


Naya berkali-kali menelan ludahnya, rasanya dirinya dulu nya tak seperti itu! terus putrinya mirip siapa,?


"Nda, Elca tantik ndak?"


tanya Esha dengan tatapan matanya penuh penghasilan atas jawaban Bundanya.


Mendengar suara putrinya memanggil membuat Naya sedikit tidak fokus, lamunan nya langsung buyar mendengar suara cempreng sang putri.


"Kenapa sayang?"


Naya sangat gemas dengan binar matanya yang mengedip-ngedip lucu, bibit yang berwarna merah membuat si kulit putih, wajah gembulnya sangat cantik dengan olesan makeup ala-ala karya dedek Esha.


"Kog adik tau alat-alat makeup Bunda, adik kog bisa dandan yang ngajarin adik siapa hmm?" tanya Naya penuh dengan kelembutan, kesabaran menghadapi putrinya yang sangat manja Ini.


"Kan dedek cuka liyat Nda di sini! pakai ini, ini, ini... pokoknya banyak dedek lupa nyebutin semuanya hihihi.."


Tutur Esha menunjuk satu-satu alat makeup yang sering di pakai Bundanya, Esha mulai mengaplikasikan di wajah mungil nya.


Mulut Naya langsung bungkam mendengar jawaban polos putrinya, bibirnya seakan Kelu untuk berbicara lagi. Ternyata setiap kali dirinya duduk di tempat makeup, si kecil Esha memperhatikan dirinya yang sedang dandan.


"Nda tenapa diam?"

__ADS_1


"Malah ma Elca ya Nda."


"Kalena Elca belantakin makeup Nda ya, membuat Nda diam tak menjawab peltanyaan Elca."


Tutur Esha panjang lebar kali panjang, Esha tidak mau membuat Bundanya mendiamkan dirinya hanya gara-gara makeup ini, nanti Elca minta tolong sulruh beliin sama Papa, biar bunda ndak marahin Elca.


"Nda enggak marah, Esha tantik."


"Besok-besok Esha ndak boleh pakai makeup punya Bunda ya Sayang."


"Tenapa Nda?"


"Esha masih kecil, tidak boleh pakai makeup punya Bunda."


"Kalena Elca masih kecil, Nda."


"Iya sayang."


Naya merengkuh tubuh putrinya.


Si kecil Esha pun langsung membalas pelukan hangat sang Bunda.


Jangan lupa dukungan untuk cerita Mimin.


Vote, like, komentar Mimin tunggu.


Sebanyak-banyaknya biar Mimin berat badan nya semakin lebar gemuknya hihihi...

__ADS_1


__ADS_2