Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 37


__ADS_3

**Happy reading


Jangan lupa like dulu ya sebelum membaca ya guyss**.


Satu minggu sudah usia pernikahannya Kanaya, dan malam ini suaminya harus kembali ke Jakarta karena pekerjaannya sudah menunggunya. Rasanya berat untuk melepaskan tetapi Kanaya tidak bisa apa-apa, karena Kanaya harus menyelesaikan pendidikannya dulu baru ikut suaminya ke Jakarta.


Di kamarnya Kanaya sedang bergelayut manja di lengan suaminya, tangannya terus saja memainkan dada suaminya, sesekali tangannya mencubit-cubit kecil sekitar bukit kembar suaminya.


Kanaya semakin intens, dan tidak tahu bahwa suaminya ternyata menginginkan lebih. Dengan tiba-tiba Kanaya langsung melepaskan dirinya dari Kungkungan tangan suaminya, Kanaya sadar tidak mau mengulangi pemainnya.


"**Mas. iiihhh nyebelin..." Tutur Kanaya yang sudah mengerucutkan bibirnya. Bibirnya sudah komat-kamit membaca mantra cinta untuk sang suami.


"Gemesin banget sich!" Sahutnya Tama mencubit pipi tembem istrinya.


"Mas apa-apain sih, main cubit-cubit pipi anaknya orang!" Ujar Kanaya yang sudah cemberut seperti tidak di kasih uang jajan satu minggu**.


Melihat respon sang istri, Tama jadi garuk-garuk kepalanya, tidak tahu harus berbicara apa? Tama tidak mau dengan kepulangannya ke Jakarta membawa aura yang tidak baik, atau sampai marahan nanti efeknya ke bawa sampai ke tempat kerja.


Tidak tahu siapa yang memulai duluan, keduanya sudah saling *******, saling bertukar saliva, dan saling berbagi ranjang yang sama. Keduanya juga sudah full naked, sore ini Kanaya sangat mendominasi permainan, Kanaya begitu sangat cepat untuk belajar mengimbangi permainan suaminya.

__ADS_1


Kanaya ingin memberikan kenangan terindah untuk suaminya, supaya suaminya bisa setia, dan tidak berpaling dengan perempuan di Jakarta.


Mereka memacu adrenalin untuk mengapai puncak tertinggi, keringat sudah mengucur deras membasahi tubuh keduanya. Tama dibuat tidak berdaya dengan sifat keagresifan istrinya, berusaha untuk mengimbangi tetapi Tama selalu kalah star.


"**Isteri kecilku sungguh pandai menyenangkan suami, sungguh rasanya tidak ingin jauh berpisah..." batinnya Tama yang sudah merem melek menikmati permainan istrinya yang begitu sangat liar.


Deng**an kekuatan superhero, Tama membalikkan Kanaya untuk berada di bawahnya, sekarang Kanaya sudah berada di Kungkungan tubuh kekar suaminya. Tama tidak kalah agresifnya, mereka saling berpacu di Medan perang, untuk menuntaskan haus dahaganya.


Tiga jam mereka berperang di ranjang, berbagai model permainan mereka praktekkan, tidak ada kata lelah yang ada senyum kebahagiaan. Setelah mencapai puncak surgawi, mereka tergeletak tak berdaya di atas kasur, badannya yang penuh dengan keringat, tetapi tergambar jelas di bola mata keduanya.


Rasa lelah mendera keduanya, sampai mereka tertidur dengan selimut membungkus tubuhnya yang sudah naked. Kanaya begitu nyaman berada di pelukan suaminya, dan Tama begitu sangat erat memberikan kehangatan untuk dirinya, dan juga istrinya.


Akhirnya mereka sudah keluar kamar meskipun waktunya sudah petang, tanpa rasa malu Kanaya masuk ke dalam dapur untuk membantu ibunya menyiapkan makan malam, sebelum suaminya berpamitan untuk berangkat ke bandara.


Di meja makan terjadi keheningan, hanya ada suara sendok yang bersenggolan dengan piring. Tidak ada yang mulai berbicara, mereka menikmati hidangan makanan malamnya sangat lahap.


Setelah berpamitan dengan mertuanya, Tama bersiap untuk memasuki taksi. Tapi ada rasa tertinggal seperti ada rasa yang hilang, berat meninggalkan istrinya di Solo tetapi mau bagaimana lagi kantor membutuhkan dirinya.


Tama berpamitan dengan Kanaya, tetapi kedua matanya sudah berkaca-kaca sedang Kanaya tidak mau lepas dari dekapan hangat suaminya..

__ADS_1


**Tin!... Tin!...


Klakson mobil yang di pesan Tama sudah bunyi** sangat nyaring, mau tidak mau Tama melepaskan pelukan suaminya. Berulang-ulang Tama mengecup kening, pipi, dan terakhir bibirnya Kanaya sedikit ******* pada akhirnya Tama sadar sudah di tunggu.


Tama langsung masuk ke dalam mobil, dan tidak mau melihat wajah sembab istrinya, yang membuat pertahanan Tama goyah. Mobil sudah berjalan pelan meninggalkan rumah mertuanya, dan istrinya.


🎶Aku hanya pergi tuk sementara🎶


🎶Bukan tuk meninggalkanmu selamanya🎶


🎶Aku pasti kan kembali pada dirimu🎶


🎶Tapi kau jangan nakal🎶


🎶Pasti Aku kembali🎶


Lirik lagu dari band ternama Indonesia mengiringi perjalanan ke bandara, lirik lagunya yang sedang menggambarkan perasaannya Tama. Tama akan kembali berkunjung menemui istrinya, dan bila waktunya telah tiba nanti Tama ingin memboyong istrinya untuk di bawa ke Jakarta.


"Mas pasti kembali, kembali tuk mu sayang, istriku, belahan jiwaku, canduku...." batinnya Tama berjanji pada cintanya, dan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2