Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 161


__ADS_3

Di kota yang sama, Tama dan Reksa sedang menghadiri rapat antar pemegang saham. Kali ini yang mempresentasikan hasil audit untuk beberapa pekan yang lalu adalah Reksa. Reksa di berikan kesempatan untuk unjuk gigi dalam rapat kali ini, hasilnya pun tidak mengecewakan.


Reksa tetap Reksa, Reksa tidak akan menjadi Tama dan sebaliknya. Reksa sangat lugas, intonasi nya sangat baik, pengulangan kalimatnya sangat tepat.


Di tempat seperti ini Reksa bisa menguasai medan nya, jam terbang melalang buana di perusahaan adik iparnya, membuatnya semakin percaya diri. Reksa sangat pandai membawa dirinya di lingkungan baru, sifatnya yang mudah bergaul membuatnya gampang mengakrabkan dirinya pada pemegang saham lainnya.


Sekian tahun bekerja di perusahaan Abadi Group, Banyak ilmu, pengalaman, dan masih banyak lainnya yang Reksa dapatkan. Bila di suruh menceritakan pasti banyak dan itu berhari-hari sampai menemukan endingnya. Tidak di ragukan lagi, bahwa Reksa pebisnis muda yang sukses, perusahaannya sudah terkenal dimana-mana.


*****


"Nda kapan Papa pulang? Ita beldua udah lindu Papa, Nda."


Tutur si kembar dengan suara rengekan.


Hampir satu jam ini si kembar sering banget menanyakan kepulangan Papa nya, rengekan tiap jam seperti senandung lagu yang sedang di nyanyikan.


"Masih lama sayang, kenapa sih kalian nyanyian Papa terus? Bunda saja enggak pernah di cariin."


Rajuknya Naya pura-pura ngambek, Naya ingin tahu sejauh mana si kembar menyayangi dirinya.


"Kan Nda ada di sini! Ita ndak pellu cali-cali Nda agi, kecuali kalau Nda pelgi, ndak ada di lumah pasti ita caliin Nda Kog."


Tutur My twins dengan gaya khasnya, gayanya sangat gemesin membuat Naya ingin tertawa.


"Wkkkkwkkkk.."

__ADS_1


tawanya Naya sampai memegang perutnya, aksi si kembar membuatnya tidak untuk tertawa.


"Nda Kog neltawain Ita, emang Ita lucu ya Nda, kayak Upin Ipin hihihihihi..."


Si kembar pun ikut menertawakan Bundanya yang sedang memegang perutnya, meskipun gerakan pelan usapan tangannya, Naya tahu bahwa si kecil yang ada di dalam sedang menendang.


Mereka sore ini di habiskan untuk bersantai di belakang rumah, ada beberapa tanaman yang tumbuh menyegarkan matanya.


Warna-warni bunga mampu membuat moodnya semakin baik, terutama si kembar tiba-tiba melupakan menanyakan sang Papa ketika melihat pemandangan bunga yang bermekaran indah.


*****


Selesai rapat, Tama langsung kembali ke kamarnya. Merebahkan badannya sejenak untuk menghalau rasa pening yang tiba-tiba melanda kepalanya. Tanpa berganti pakaian, sepatu juga belum di lepas nya Tama langsung tertidur lelap.


Di sebelah kamar nya Tama, ada Reksa yang sama-sama langsung tertidur pulas tanpa melepas pakaian kerjanya, dan sepatu nya yang masih terpakai di kakinya.


Nampak sekali keduanya kelelahan menghadiri rapat berturut-turut, membuat tubuhnya oleng apalagi asupan gizi nya Tama sedikit berkurang semenjak Tama berjauhan dengan istri dan anak-anaknya.


*****


Ara sapaan akrabnya, sedang jalan-jalan di taman bersama keponakannya. Kemarin malam Ara kembali menginap di rumah kakaknya, kalau bukan permintaan keponakannya pasti Ara sudah menolak mentah-mentah.


"Onty kita mau permen yang ada di sana!"


Ujar Keponakannya.

__ADS_1


"Mau apa sayang?"


tanya Ara.


"Permen kapas onty, seperti yang di makan Dia, onty."


Tutur keponakannya dengan jari telunjuknya yang mengarah ke kedua anak kembar. Mereka sangat bahagia meskipun hanya dengan permen kapas.


Ara sudah mengandeng tangan keponakannya, sesampainya di kedai penjual permen kapas. Ara dan si kembar terkejut, ternyata yang di lihatnya dari tadi adalah My twins terlahir dari pasangan Tuan Wiratmaja dan Nyonya Wiratmaja.


"Onty Ala."


Sapa My twins dengan keriangan.


Mulutnya penuh dengan permen kapas, sampai belepotan kemana-mana tetapi sangat lucu dan gemesin.


"Iya sayang."


"Onty tinggal dulu ya sayang."


"Bye bye onty."


Ara melihat My twins semakin lucu membuatnya ingin sekali mencubit pipinya. Pipi yang mirip bakpao, membuatnya tidak henti-hentinya mengulum senyum. Ara tidak melupakan makhluk kecil di sebelahnya yang sudah terbakar cemburu buta...


Pada nanyain ya, Ara itu siapa? Ara itu Dara pemeran baru hihi huhi... udah ya, udah Mimin kasih tahu 😁

__ADS_1


__ADS_2